Media90.id – Samsung tampaknya tengah menyiapkan cara baru bagi pemilik hewan peliharaan untuk memantau kesehatan anabul mereka. Dalam ajang VivaTech 2026 yang digelar di Paris, Samsung memamerkan teknologi berbasis AI yang dapat mendeteksi sejumlah tanda penyakit pada anjing dan kucing hanya melalui sebuah foto.
Cara Kerja Aplikasi Pemantau Kesehatan Anabul Samsung
Cara kerja teknologi ini terbilang sederhana. Pengguna smartphone Galaxy nantinya cukup memotret hewan peliharaan menggunakan kamera ponsel.
Selanjutnya, sistem AI akan menganalisis gambar tersebut untuk mencari indikasi berbagai masalah kesehatan. Sejumlah kondisi yang disebut dapat dideteksi mencakup gangguan gigi, patellar luxation atau gangguan pada sendi lutut, hingga katarak.
Teknologi tersebut dikembangkan Samsung bersama Lifet, startup yang bergerak di bidang kesehatan hewan dan merupakan bagian dari program inkubasi eksternal Samsung.
Menurut klaim Lifet, sistem yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen. Meski demikian, angka tersebut masih merupakan klaim dari pihak Lifet dan belum diverifikasi secara langsung oleh Samsung.
Tak Membutuhkan Perangkat Tambahan
Salah satu hal menarik dari solusi ini adalah pengguna tidak perlu membeli perangkat tambahan seperti kalung pintar, wearable tracker, maupun kamera khusus yang memerlukan biaya langganan.
Selama memiliki smartphone Galaxy yang kompatibel, pemilik hewan cukup menggunakan kamera ponsel untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan anabul mereka.
Ke depannya, fitur ini direncanakan terhubung dengan ekosistem SmartThings melalui layanan Pet Care. Integrasi tersebut menunjukkan bahwa Samsung ingin menjadikan pemantauan kesehatan hewan sebagai salah satu bagian dari ekosistem rumah pintar miliknya.
Meski demikian, Samsung belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi fitur tersebut.
Bukan Pengganti Dokter Hewan
Samsung menegaskan bahwa teknologi ini bukan ditujukan untuk menggantikan peran dokter hewan. Fitur tersebut lebih berfungsi sebagai alat bantu untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan secara lebih dini.
Dengan adanya deteksi awal, pemilik diharapkan dapat segera mengambil tindakan atau berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum kondisi anabul memburuk dan biaya perawatan menjadi lebih besar.
Jika klaim akurasi hingga 97 persen nantinya benar-benar terbukti saat teknologi ini dirilis, Samsung berpotensi membuka kategori baru di industri teknologi kesehatan hewan yang saat ini belum memiliki banyak pesaing langsung.
Setidaknya untuk sementara, kemampuan memeriksa indikasi kesehatan anabul hanya melalui kamera smartphone terdengar seperti sesuatu yang sebelumnya lebih cocok ditemukan dalam film fiksi ilmiah.














