TEKNO

Tiongkok Luncurkan CHIEF1900: Mesin Hipergravitasi yang Dapat “Memampatkan Waktu dan Ruang”

4
×

Tiongkok Luncurkan CHIEF1900: Mesin Hipergravitasi yang Dapat “Memampatkan Waktu dan Ruang”

Sebarkan artikel ini
China Luncurkan CHIEF1900, Mesin Hipergravitasi Paling Kuat Tahun 2026
China Luncurkan CHIEF1900, Mesin Hipergravitasi Paling Kuat Tahun 2026

Media90 – Di awal tahun 2026, Tiongkok kembali menegaskan ambisinya untuk menjadi pemimpin global dalam sains dan teknologi. Melalui laporan CNBC Indonesia, pemerintah Tiongkok resmi memperkenalkan fasilitas CHIEF1900 (Centrifugal Hyper-gravity and Interdisciplinary Experiment Facility) yang beroperasi penuh di Hangzhou. Mesin raksasa ini diklaim mampu menghasilkan gravitasi hingga 100 kali lipat lebih kuat dibandingkan Bumi, menempatkan Tiongkok jauh di depan negara-negara Barat dalam simulasi lingkungan ekstrem.

Bukan hanya soal kekuatan fisik, para ilmuwan menyebut CHIEF1900 sebagai “mesin pemampat ruang dan waktu”. Terletak jauh di bawah Universitas Zhejiang, fasilitas ini dirancang untuk memprediksi masa depan infrastruktur dan fenomena alam yang biasanya memerlukan observasi puluhan hingga ratusan tahun.

Revolusi CHIEF1900: Bagaimana “Mesin Waktu” Ini Bekerja?

CHIEF1900 pada dasarnya adalah sentrifugasi raksasa dengan kapasitas muatan besar. Nama “1900” menunjukkan kapasitas mesin hingga 1.900 g-ton—artinya mampu memutar beban satu ton dengan percepatan ribuan kali gravitasi Bumi, atau memindahkan beban jauh lebih berat pada kecepatan tinggi untuk menciptakan tekanan ekstrem.

Baca Juga:  Perkenalkan Spark 20 Pro Series: Inovasi Baru dari Tecno dengan Kemajuan Terbaru di Bidang Kamera

Profesor Chen Yunmin, kepala ilmuwan proyek CHIEF sekaligus pakar teknik sipil Universitas Zhejiang, menjelaskan bahwa kondisi hipergravitasi mempercepat proses fisik yang biasanya lambat di dunia nyata. Misalnya, aliran limbah atau polutan yang butuh 100 tahun untuk meresap ke tanah bisa disimulasikan hanya dalam 3,65 hari di laboratorium.

“Kami menciptakan lingkungan di mana satu meter model laboratorium mewakili 100 meter di dunia nyata. Ini memungkinkan kami ‘melihat’ masa depan bendungan atau lereng pegunungan dalam hitungan jam,” ujar Chen Yunmin, dikutip CNBC Indonesia.

Menembus Batas Simulasi: Dari Bencana Alam hingga Sumber Daya Laut Dalam

CHIEF1900 memiliki aplikasi luas dan strategis bagi Tiongkok. Salah satu fokusnya adalah simulasi kegagalan struktur raksasa seperti Bendungan Tiga Ngarai. Dengan gaya gravitasi ekstrem, ilmuwan dapat menguji titik jenuh beton dan tanah di bawah tekanan air tinggi tanpa menunggu bencana nyata terjadi.

Baca Juga:  Kolaborasi Indosat-Nokia Mendorong Mahasiswa Indonesia dalam Penerapan AI

Selain itu, mesin ini mendukung eksplorasi sumber daya laut dalam dan bumi dalam. Tiongkok tengah menargetkan deposit gas hidrat dan mineral di kedalaman samudra dengan tekanan ekstrem. Melalui CHIEF1900, insinyur dapat menguji peralatan bor dan struktur lepas pantai dalam kondisi identik dengan kedalaman 10.000 meter.

Di sektor sipil, CHIEF1900 juga membantu mitigasi risiko gempa bumi, memungkinkan desain bangunan yang lebih tahan guncangan dengan akurasi yang belum pernah dicapai perangkat lunak manapun.

Ungguli Amerika Serikat dalam Perlombaan Teknologi Ekstrem

Kehadiran CHIEF1900 menandai keunggulan Tiongkok atas fasilitas serupa milik AS. Rekor sebelumnya dipegang US Army Corps of Engineers, Mississippi, dengan kapasitas 1.200 g-ton. CHIEF1900 tidak hanya melampaui rekor itu, tetapi juga membangun ekosistem riset terintegrasi dengan enam kabin eksperimen untuk material hingga geologi planet.

Baca Juga:  Tips Menghapus Video Sensitif Cahaya di TikTok: Solusi Bagi Pengguna dengan Masalah Penglihatan

Investasi 2 miliar yuan (≈ Rp4,78 triliun) sejak 2021 kini membuahkan hasil. Dunia melihat Tiongkok bukan sekadar pengikut, tetapi penentu standar baru. CHIEF1900 menjadi bukti strategi “Big Science” Beijing: fasilitas fisik raksasa sebagai kunci penemuan teori fisika yang tak mungkin di laboratorium konvensional.

Masa Depan: Eksplorasi Luar Angkasa dan Material Baru

CHIEF1900 juga dipersiapkan mendukung misi luar angkasa Tiongkok ke Bulan dan Mars. Gravitasi ekstremnya bisa mensimulasikan peluncuran roket berat atau gravitasi tinggi planet tertentu, membantu ilmuwan mempelajari reaksi sel biologis dan struktur material di lingkungan non-bumi.

Ilmuwan material berharap menciptakan paduan logam baru yang lebih ringan dan kuat melalui pemadatan di bawah hipergravitasi. Dengan kemampuan “memampatkan waktu dan ruang”, CHIEF1900 bukan sekadar mesin—ia adalah jendela menuju kemungkinan baru yang akan membentuk peradaban manusia pertengahan abad ke-21.

Kesimpulan: Era Baru Dominasi Teknologi Tiongkok

Pengaktifan CHIEF1900 awal Januari 2026 mengirim pesan jelas: Tiongkok kini menguasai salah satu alat paling krusial untuk menghadapi tantangan masa depan. Dari mitigasi bencana hingga eksploitasi energi ekstrem, mesin ini memberikan keunggulan strategis yang sulit disaingi. Bagi dunia sains, ini menandai era di mana batas antara simulasi dan realitas semakin tipis, berkat kemampuan manusia “memutar” gravitasi sesuai keinginan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *