Media90.id – Android kembali menjadi sorotan di Uni Eropa setelah posisinya sebagai gatekeeper dalam aturan Digital Markets Act (DMA) mulai diuji lebih jauh. Komisi Eropa menilai ekosistem Android masih belum sepenuhnya terbuka, terutama dalam hal akses untuk layanan kecerdasan buatan (AI) dari pihak ketiga.
Fokus utama regulator kini mengarah pada bagaimana Google mengelola integrasi fitur AI di dalam sistem Android dan apakah pendekatan tersebut sudah memberikan persaingan yang adil bagi pengembang lain.
Fitur Android Dinilai Masih Terikat Ekosistem Google
Salah satu sorotan utama adalah masih kuatnya ketergantungan fitur Android terhadap layanan milik Google sendiri, seperti Gemini. Beberapa fungsi sistem, misalnya shortcut long-press pada navigation bar, secara langsung memanggil layanan AI bawaan Google.
Menurut Komisi Eropa, pendekatan ini membuat layanan AI pihak ketiga sulit bersaing secara setara karena tidak mendapatkan akses integrasi sistem yang sama.
Akses Wake Word dan Data Masih Terbatas
Hal serupa juga ditemukan pada sistem wake word seperti “Hey Google” yang saat ini hanya dapat digunakan oleh asisten bawaan Google. Uni Eropa menilai bahwa seharusnya aplikasi AI lain juga dapat memiliki perintah suara sendiri agar pengguna memiliki lebih banyak pilihan layanan.
Selain itu, masalah lain muncul pada akses data sistem seperti AppSearch, yang saat ini hanya tersedia untuk asisten default. Padahal, akses tersebut dianggap penting untuk memungkinkan AI memahami konteks perangkat dan menjalankan tugas secara lebih dalam.
Google Khawatir Soal Privasi dan Biaya
Menanggapi dorongan tersebut, Google menyampaikan sejumlah kekhawatiran. Perusahaan menilai bahwa membuka akses terlalu luas ke sistem inti Android berpotensi menimbulkan risiko privasi bagi pengguna.
Selain itu, Google juga memperingatkan bahwa perubahan tersebut bisa meningkatkan kompleksitas dan biaya pengembangan ekosistem Android secara keseluruhan.
Masa Depan Android yang Lebih Terbuka?
Perdebatan ini membuka pertanyaan besar tentang arah masa depan Android. Di satu sisi, Uni Eropa mendorong ekosistem yang lebih terbuka dan kompetitif, terutama untuk layanan AI. Namun di sisi lain, Google masih berupaya menjaga keseimbangan antara keterbukaan, keamanan, dan privasi pengguna.
Apakah Android akan benar-benar berubah menjadi lebih terbuka seperti yang diinginkan regulator, atau tetap mempertahankan kontrol ketat seperti saat ini, masih menjadi hal yang menarik untuk ditunggu perkembangannya.














