TEKNO

Variable Aperture Berpotensi Comeback, iPhone 18 Pro Series Jadi Pemicu?

12
×

Variable Aperture Berpotensi Comeback, iPhone 18 Pro Series Jadi Pemicu?

Sebarkan artikel ini
iPhone 18 Pro Series Dirumorkan Hadirkan Kembali Variable Aperture
iPhone 18 Pro Series Dirumorkan Hadirkan Kembali Variable Aperture

Media90 – Jika menilik kembali tren kamera smartphone beberapa tahun ke belakang, Samsung sempat menghadirkan sebuah fitur yang tergolong cukup revolusioner di masanya, yakni variable aperture. Fitur ini memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa secara dinamis sesuai kondisi pencahayaan. Namun seiring waktu, Samsung justru meninggalkan teknologi tersebut di lini flagship terbarunya.

Menariknya, kini giliran Apple yang ramai dirumorkan akan menghidupkan kembali fitur tersebut. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max disebut-sebut bakal menjadi perangkat pertama Apple yang mengusung variable aperture, setidaknya untuk kamera utamanya.

Bagi yang belum familiar, variable aperture memungkinkan bukaan lensa berubah antara kondisi terang dan minim cahaya. Dengan begitu, kamera bisa mengatur masuknya cahaya secara lebih fleksibel—bukaan kecil untuk cahaya terang agar detail tetap tajam, dan bukaan besar untuk kondisi gelap demi hasil foto yang lebih terang dengan noise yang terkontrol.

Baca Juga:  Optimalkan Kreativitasmu: 3 Strategi AI untuk Penulisan Artikel yang Efektif!

Jejak Variable Aperture di Galaxy S Series

Samsung sebenarnya bukan pemain baru dalam teknologi ini. Variable aperture pernah diterapkan pada Galaxy S9 dan Galaxy S10, tepatnya di kamera utama. Kala itu, Samsung menggunakan sistem dual aperture yang dapat berpindah antara dua bukaan lensa berbeda.

Namun sejak peluncuran Galaxy S20 series pada 2020, fitur ini resmi ditinggalkan. Samsung beralih fokus ke pendekatan lain seperti sensor beresolusi lebih tinggi, pemrosesan AI, serta peningkatan pada software fotografi.

Samsung Dikabarkan Ikut Memantau Pergerakan Apple

Rumor mengenai Apple yang akan mengadopsi variable aperture rupanya ikut menarik perhatian Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membawa kembali fitur ini ke lini flagship mereka di masa depan.

Baca Juga:  Rahasia Tersembunyi Samsung Galaxy: 5 Pintasan Hebat yang Wajib Kamu Tahu, Cukup Ucapkan 'Cheese' untuk Mengambil Foto!

Jika rencana ini benar-benar terealisasi, variable aperture diperkirakan baru akan muncul kembali pada Galaxy S27 series yang kemungkinan meluncur tahun depan. Artinya, ada jeda sekitar tujuh tahun sejak terakhir kali Samsung memakai teknologi ini di keluarga Galaxy S.

Meski begitu, keputusan final disebut masih belum diambil. Samsung dikabarkan masih mengevaluasi apakah akan kembali menggunakan sistem dual aperture seperti dulu, atau justru mengembangkan bentuk variable aperture yang lebih modern dan fleksibel.

Di sisi teknis, langkah awal sudah mulai terlihat. Samsung Electro-Mechanics dan MCNEX dilaporkan telah memproduksi sampel modul kamera dengan variable aperture dan mengirimkannya ke Samsung Electronics untuk proses evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga:  Samsung Resmi Hentikan Update Sejumlah HP di 2026, Ini Daftarnya dan Dampaknya

Fitur Lama, Relevansi Baru?

Situasi ini menunjukkan pola yang cukup menarik di industri smartphone. Fitur yang sempat dianggap tidak lagi relevan dan ditinggalkan, kini berpeluang kembali ketika kompetitor besar mulai melirik arah yang sama.

Pertanyaannya, seberapa besar variable aperture benar-benar mampu meningkatkan kualitas kamera smartphone modern yang kini sudah sangat bergantung pada sensor besar dan pemrosesan berbasis AI? Apakah fitur ini akan kembali menjadi nilai tambah nyata, atau sekadar spesifikasi teknis yang jarang terasa dalam penggunaan sehari-hari?

Kalau menurut kalian, variable aperture masih relevan atau justru sudah kalah penting dibanding teknologi kamera smartphone saat ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *