Media90 – Fenomena Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal sebagai Paylater kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Kemudahan “beli sekarang, bayar nanti” menawarkan fleksibilitas finansial, terutama saat kondisi keuangan sedang menipis. Namun di balik kenyamanan tersebut, tersimpan risiko besar yang kerap diabaikan pengguna, yakni ancaman terhadap keamanan data pribadi.
Belakangan, kasus kebocoran data dan pencurian identitas (identity theft) yang berujung pada tagihan fiktif semakin marak terjadi. Penjahat siber tidak lagi sekadar membidik uang secara langsung, tetapi lebih fokus mengincar data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto KTP, hingga nomor ponsel. Data tersebut kemudian digunakan untuk membobol akun Paylater atau bahkan mengajukan pinjaman ilegal atas nama korban.
Agar kemudahan transaksi digital tidak berubah menjadi mimpi buruk finansial, berikut panduan lengkap untuk melindungi data pribadi saat menggunakan layanan Paylater.
1. Benteng Pertama: Kenali dan Hindari Phishing
Ancaman terbesar bagi pengguna Paylater bukan berasal dari peretas yang membobol sistem perusahaan, melainkan dari teknik manipulasi psikologis yang dikenal sebagai phishing. Pelaku biasanya menyamar sebagai petugas Customer Service resmi dan menghubungi korban melalui WhatsApp, SMS, atau email.
Modus yang digunakan beragam, mulai dari ancaman pemblokiran akun, penawaran kenaikan limit instan, hingga iming-iming hadiah palsu. Tujuannya satu, membuat korban panik atau tergiur agar mengklik tautan berbahaya.
Untuk menghindarinya, jangan pernah mengklik tautan dari nomor atau email yang tidak dikenal. Perlu diingat, penyedia layanan Paylater resmi tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui pesan pribadi atau telepon. Jika ragu, hubungi call center resmi yang tertera di aplikasi.
2. Kunci Ganda: Aktifkan Fitur Keamanan Berlapis
Masih menggunakan kata sandi sederhana seperti tanggal lahir atau kombinasi angka mudah ditebak adalah kesalahan fatal di era digital saat ini. Padahal, aplikasi Paylater telah menyediakan berbagai fitur keamanan yang sayangnya sering diabaikan pengguna.
Aktifkan fitur biometrik seperti sidik jari atau pemindaian wajah untuk mencegah akses ilegal. Selain itu, pastikan fitur Two-Factor Authentication (2FA) aktif. Dengan sistem ini, setiap upaya login dari perangkat baru akan memerlukan kode verifikasi tambahan yang dikirim ke ponsel atau email Anda. Kode ini bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
3. Pilih Legalitas, Tolak Ilegalitas
Hingga awal 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menertibkan ribuan aplikasi pinjaman online dan Paylater ilegal. Meski demikian, aplikasi bodong dengan nama mirip layanan resmi masih terus bermunculan.
Sebelum mengunduh dan menggunakan Paylater, pastikan penyedia layanan tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Aplikasi ilegal tidak hanya menerapkan bunga mencekik, tetapi juga berpotensi menyedot seluruh data di ponsel pengguna, termasuk daftar kontak, yang kemudian dijadikan alat intimidasi saat penagihan.
4. Verifikasi Informasi Secara Mandiri
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk AI dan deepfake, pesan maupun suara dapat dipalsukan dengan sangat meyakinkan. Jika menerima notifikasi mencurigakan seperti tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakukan, jangan langsung panik.
Langkah terbaik adalah melakukan cross-check. Abaikan pesan tersebut dan buka aplikasi Paylater secara langsung untuk mengecek notifikasi resmi di dalam aplikasi. Jika tidak ada pemberitahuan di sana, besar kemungkinan pesan sebelumnya adalah upaya penipuan.
5. Jaga Kebersihan Jejak Digital
Kebocoran data sering kali terjadi akibat kelalaian pengguna sendiri. Mengunggah foto KTP, tiket perjalanan, atau tangkapan layar akun Paylater ke media sosial dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Selain itu, hindari mengakses aplikasi Paylater saat terhubung ke jaringan WiFi publik yang tidak aman. Peretas dapat dengan mudah menyadap data yang dikirim melalui jaringan tersebut. Untuk transaksi finansial, sebaiknya gunakan jaringan seluler pribadi.
Mengapa Perlindungan Data Sangat Penting?
Data pribadi merupakan aset paling berharga di era digital. Jika disalahgunakan, dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga rusaknya reputasi dan catatan kredit di SLIK OJK yang pemulihannya bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, pengguna tidak hanya melindungi saldo dan limit Paylater, tetapi juga menjaga masa depan finansialnya. Jadilah pengguna cerdas yang tidak hanya menikmati kemudahan teknologi, tetapi juga selalu waspada terhadap setiap potensi ancaman digital.














