TEKNO

Waspada Tren Animasi AI: Ancaman Biometrik dan Rekening Bank

92
×

Waspada Tren Animasi AI: Ancaman Biometrik dan Rekening Bank

Sebarkan artikel ini
Waspada Animasi AI: Pakar Ingatkan Risiko Pencurian Biometrik dan Peretasan Rekening
Waspada Animasi AI: Pakar Ingatkan Risiko Pencurian Biometrik dan Peretasan Rekening

Media90 – Fenomena mengubah foto wajah asli menjadi karakter animasi atau avatar digital berbasis kecerdasan buatan (AI) kini tengah menjadi tren di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter). Hasil suntingan visual yang lucu, estetis, dan mirip dengan aslinya membuat jutaan pengguna berlomba-lomba mengunduh aplikasi pihak ketiga untuk ikut meramaikan tren ini.

Namun, di balik hiburan visual yang ditawarkan, tersimpan ancaman keamanan siber serius.

Ads
close ads

Peringatan dari Pakar Keamanan Siber

Para pakar dari perusahaan global Kaspersky mengingatkan bahwa kelalaian dalam menggunakan aplikasi pengedit foto AI bisa membuka celah fatal bagi pencurian data pribadi, bahkan berpotensi memicu pembobolan rekening bank atau mobile banking (m-banking).

Ilusi Filter Visual dan Pengumpulan Data Biometrik

Banyak pengguna menganggap aplikasi pengubah wajah hanyalah “filter visual biasa.” Padahal, teknologi di baliknya bekerja lebih kompleks dan invasif.

Untuk menghasilkan avatar atau animasi yang akurat, model AI memerlukan data biometrik wajah secara masif. Saat pengguna mengunggah foto wajah ke server aplikasi, sistem AI tidak hanya memproses warna kulit atau bentuk rambut, tetapi juga memetakan jarak antar-mata, kontur tulang pipi, bentuk rahang, hingga asimetri wajah.

Masalah utama muncul ketika pengguna impulsif langsung menekan tombol “Setuju” pada Syarat dan Ketentuan (Terms and Conditions) dan Kebijakan Privasi, tanpa membaca. Dengan persetujuan ini, pengguna secara legal memberikan izin bagi pengembang aplikasi untuk mengakses, menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data biometrik mereka.

Risiko Deepfake dan Pembobolan Rekening

Data biometrik wajah kini menjadi salah satu kunci keamanan utama dalam perbankan digital. Hampir semua aplikasi perbankan modern menggunakan Face ID atau verifikasi biometrik sebagai metode login dan persetujuan transaksi.

Jika data ini jatuh ke tangan penjahat siber, melalui penjualan di dark web atau peretasan server aplikasi AI, risikonya menjadi nyata. Sindikat kriminal bisa membuat video deepfake atau topeng digital 3D realistis untuk mengecoh sistem keamanan bank, termasuk proses KYC atau pemulihan password.

Kombinasi data wajah dengan informasi pribadi lain seperti nama, tanggal lahir, atau alamat, juga dapat digunakan untuk serangan rekayasa sosial (social engineering). Penipu bisa menyamar sebagai pihak bank dan memanipulasi korban untuk menyerahkan kode OTP.

Kebijakan Penyimpanan Data yang Ambigu

Banyak aplikasi AI gratis tidak jelas soal lokasi dan durasi penyimpanan data. Beberapa menyatakan bahwa foto pengguna bisa digunakan selamanya untuk “melatih algoritma AI perusahaan atau pihak ketiga afiliasinya.” Akibatnya, pengguna kehilangan kendali atas identitas wajah mereka, yang bisa menjadi aset perusahaan di negara dengan regulasi data lemah.

Langkah Mitigasi dan Pencegahan

Para pakar keamanan siber menekankan pentingnya literasi digital. Beberapa langkah mitigasi yang bisa diterapkan pengguna:

  • Sikap Skeptis terhadap Izin Aplikasi: Pastikan aplikasi hanya meminta akses yang relevan, seperti Kamera atau Galeri. Jika meminta mikrofon, kontak, SMS, atau GPS, batalkan instalasi.
  • Tinjau Rekam Jejak Pengembang: Periksa pengembang di Google Play Store atau Apple App Store dan baca ulasan pengguna. Hindari aplikasi dengan rekam jejak pelanggaran privasi.
  • Perkuat Keamanan Perbankan: Jangan hanya mengandalkan otentikasi biometrik wajah. Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA), PIN, atau token perangkat keras untuk transaksi besar.

Teknologi AI memang menawarkan inovasi tanpa batas di industri kreatif. Namun, masyarakat harus tidak mudah terlena tren viral yang berpotensi mengorbankan keamanan biometrik dan stabilitas finansial. Kehati-hatian tetap menjadi kunci agar tidak menjadi korban kejahatan siber di era digital.

WhatsApp Web Alami Gangguan Pengguna Mengaku Dialihkan ke Facebook
TEKNO

Media90.id – Layanan WhatsApp Web dilaporkan mengalami gangguan massal atau down pada Rabu pagi, 20 Mei 2026. Gangguan tersebut langsung memicu kebingungan di kalangan pengguna internet lantaran saat membuka alamat resmi WhatsApp Web, browser justru otomatis mengarahkan tampilan ke halaman utama Facebook. Pantauan di media sosial menunjukkan keluhan mulai ramai bermunculan di platform X sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Gangguan ini sempat menimbulkan kepanikan kecil di kalangan pekerja kantoran maupun pengguna yang hendak memulai aktivitas pagi menggunakan WhatsApp Web. Ads close ads Sejumlah netizen mengaku heran karena halaman login WhatsApp Web tidak menampilkan kode QR seperti biasanya. Salah satu akun…

China Jadi Negara Pertama yang Terapkan Nomor Identitas untuk Robot Humanoid
TEKNO

Media90 – Hubei Humanoid Robot Innovation Center di Provinsi Hubei, China, resmi menerapkan sistem pemberian nomor identitas unik atau “KTP” khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini menjadi langkah perdana di dunia yang bertujuan untuk memastikan pelacakan penuh serta akuntabilitas operasional perangkat robotika. Sistem identitas ini dirancang untuk merekam seluruh riwayat aktivitas robot sepanjang masa pakainya. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko keamanan sekaligus mempermudah penentuan tanggung jawab hukum apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada robot. Ads close ads Identitas Digital Berisi Data Lengkap Robot Melansir China Daily, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Liu Chuanhou, menjelaskan bahwa nomor…

Jangan Sembarangan Tunjukkan Pose Peace AI Bisa Ambil Data Biometrik
TEKNO

Media90 – Tren keamanan siber terbaru memperingatkan bahwa kebiasaan berfoto dengan pose dua jari atau peace sign berpotensi membuka celah baru bagi pencurian data biometrik. Seiring meningkatnya kualitas kamera smartphone dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman terhadap privasi digital pengguna kini semakin nyata. Teknologi seperti computer vision dan image enhancement disebut mampu dimanfaatkan untuk mengekstraksi informasi sensitif dari foto yang diunggah secara publik di media sosial. Ads close ads Modus Pencurian Data Sidik Jari Berbasis AI Ancaman ini bekerja melalui beberapa tahapan yang memanfaatkan detail visual pada gambar digital: Pertama, pelaku melakukan ekstraksi gambar, yaitu mencari foto beresolusi tinggi…

WhatsApp Dibanjiri Spam Nomor Brasil Sejumlah Akun Mendadak Logout
TEKNO

Media90 – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena serangan spam misterius yang menyasar para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp. Sejumlah warganet di platform Threads dan TikTok mengeluhkan akun WhatsApp mereka yang tiba-tiba dibanjiri pesan dari ratusan nomor asing dengan kode negara Brasil. Dampak dari serbuan pesan massal tersebut tidak bisa dianggap sepele. Beberapa pengguna melaporkan akun mereka langsung keluar (logout) secara otomatis dan mengalami kesulitan saat mencoba melakukan pemulihan akun. Ads close ads Salah satu unggahan yang viral di Threads berasal dari seorang praktisi keamanan siber dengan akun @cantikacr. Dalam unggahannya, ia mengingatkan pengguna untuk segera meningkatkan keamanan…

Anker Rilis USB C Hub 5 in 1 Murah dengan HDMI 4K untuk Laptop Tipis
TEKNO

Media90 – Tren desain laptop modern yang semakin tipis dan minimalis memang terlihat elegan, namun sering kali membuat jumlah port konektivitas menjadi terbatas. Menjawab kebutuhan tersebut, produsen aksesori teknologi global Anker resmi memperkenalkan perangkat terbaru mereka bernama Anker 5-in-1 All-in-One USB-C Expansion Dock atau Anker 5-in-1 USB-C Hub. Perangkat aksesori ini debut di pasar China melalui platform e-commerce JD.com dan langsung menarik perhatian karena hadir dengan harga yang sangat terjangkau. Anker membanderol produk ini seharga 99 yuan atau setara sekitar Rp258 ribuan. Ads close ads Dengan harga ekonomis tersebut, produk ini diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi pengguna ultrabook maupun laptop…

Google Resmi Ubah Fitbit Jadi Google Health Kini Hadir dengan AI Health Coach
TEKNO

Media90 – Google resmi memperkenalkan gelang kebugaran terbaru bernama Fitbit Air. Bersamaan dengan peluncuran perangkat tersebut, Google juga mengumumkan rebranding aplikasi Fitbit menjadi Google Health yang kini dilengkapi layanan pelatih kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Ads close ads Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kebugaran Google setelah mengakuisisi Fitbit pada 2021 untuk memperkuat ekosistem perangkat wearable Android mereka. Gemini AI Jadi Otak Google Health Coach Salah satu pembaruan terbesar dalam platform baru ini adalah kehadiran Google Health Coach. Fitur tersebut ditenagai teknologi Gemini dan dirancang sebagai pelatih kebugaran, pakar tidur, sekaligus penasihat kesehatan personal berbasis AI. Menurut Google, sistem…

OpenAI Hadirkan Codex ke ChatGPT Mobile Programmer Kini Bisa Pantau Proyek dari HP
TEKNO

Media90 – OpenAI resmi mengintegrasikan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan mereka, Codex, ke dalam aplikasi ChatGPT versi seluler. Melalui pembaruan ini, pengguna kini dapat memantau sekaligus mengelola alur kerja pengembangan perangkat lunak secara jarak jauh langsung dari perangkat mobile. Ads close ads Pembaruan yang masih berstatus preview tersebut telah tersedia bagi seluruh pelanggan paket langganan ChatGPT di perangkat iOS maupun Android. Fitur Pengelolaan Jarak Jauh Integrasi terbaru ini memungkinkan pengembang melihat environment Codex yang sedang berjalan secara langsung dari berbagai perangkat. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menjelaskan bahwa pembaruan tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengontrol komputer dari jarak jauh, tetapi juga…