TEKNO

Waspada Penipuan Refund Paket via QRIS, Uang Bukannya Kembali Malah Raib

6
×

Waspada Penipuan Refund Paket via QRIS, Uang Bukannya Kembali Malah Raib

Sebarkan artikel ini
Hati-hati! QRIS Refund Paket Ternyata Penipuan, Uang Hilang Begitu Saja
Hati-hati! QRIS Refund Paket Ternyata Penipuan, Uang Hilang Begitu Saja

Media90 – Aktivitas belanja online kini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga perlengkapan kerja, hampir semua dikirim melalui jasa pengiriman. Seiring meningkatnya lalu lintas paket, informasi terkait pengiriman pun semakin sering diterima pengguna, baik melalui aplikasi maupun pesan singkat. Namun, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pelaku penipuan digital.

Data survei Diginex bersama Inventure dan ivosights pada 2025 mencatat, sebanyak 26,5% masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan online, salah satunya melalui QRIS. Modusnya pun cukup cerdik: pesan terlihat resmi, menggunakan nama perusahaan logistik, logo, dan alasan teknis yang terdengar masuk akal, seperti alamat yang tidak lengkap atau kelebihan biaya kirim. Tidak jarang korban mengikuti instruksi tanpa curiga.

QRIS Digunakan untuk Menipu

Baca Juga:  Tekno Pova 6 Menggebrak Masuk ke Indonesia: Smartphone Gaming dengan Baterai Super Besar!

QRIS awalnya hadir untuk memudahkan transaksi non-tunai lintas platform. Sayangnya, teknologi ini juga dimanfaatkan penipu untuk modus refund paket palsu. Menurut laporan Hotline Customer Service Center J&T Cargo, kasus ini semakin marak. Polanya seragam: korban dihubungi pihak yang mengaku dari jasa pengiriman dan diberi tahu ada kendala paket, kemudian ditawari pengembalian dana via QRIS. Saat kode dipindai, uang korban justru berpindah ke rekening penipu.

Pesan yang disertai unsur urgensi—“Segera scan agar paket tidak dibatalkan”—membuat banyak orang mudah terpancing dan melakukan transfer tanpa verifikasi.

Modus Penipuan Terus Berubah

Selain QRIS palsu, penipu juga kerap menggunakan resi editan, surat berkop perusahaan palsu, atau situs pelacakan ilegal yang menyerupai laman resmi. Tujuannya tetap sama: memancing korban agar mentransfer uang atau menyerahkan data sensitif di luar jalur resmi.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pria Asal Mataram Baru Lampung Timur, Diduga Tipu Teman Rp21 Juta

Tips Agar Tidak Jadi Korban

  1. Pastikan hanya mengakses situs resmi, seperti jtcargo.id, dan hindari tautan mencurigakan.
  2. Periksa nomor resi melalui sistem resmi; resi palsu tidak akan terdaftar.
  3. Abaikan permintaan refund atau pembayaran via QRIS dari nomor pribadi.
  4. Bila ragu, segera hubungi layanan pelanggan resmi sebelum mengambil tindakan.

Kewaspadaan Kunci Utama

Penipu mengandalkan kelengahan dan kepanikan korban. Dengan bersikap tenang dan memverifikasi informasi, risiko kerugian dapat ditekan. Di era digital, sebelum klik atau memindai QR, selalu cek terlebih dahulu!

Kampanye Edukasi “Jangan Ketipu, Cek Dulu”

Industri logistik juga mulai mengambil langkah antisipatif. J&T Cargo meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “Jangan Ketipu, Cek Dulu”, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan saat menerima pesan mencurigakan, terutama terkait pembayaran atau refund.

Baca Juga:  Manjau Pasar Bank Lampung Menyapa Pasar Panjang dengan Inovasi Baru

QRIS dan layanan digital tetap aman digunakan, selama pengguna memahami prosedur resminya. Teknologi terus berkembang, begitu pula modus kejahatan. Dengan kewaspadaan dan kebiasaan verifikasi, risiko menjadi korban bisa ditekan. Ingat selalu: sebelum klik atau scan apa pun, cek dulu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *