Media90 – Xiaomi secara resmi memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) terbarunya, MiClaw, yang dirancang untuk mengubah smartphone menjadi asisten otonom. Teknologi ini mampu menjalankan berbagai tugas langsung di dalam sistem dan aplikasi tanpa harus bergantung pada perintah manual yang rumit.
Xiaomi menegaskan bahwa MiClaw bukan sekadar chatbot konvensional. Sistem ini bisa menafsirkan niat pengguna dan mengeksekusi perintah secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di ponsel, sehingga interaksi menjadi lebih natural dan produktif.
Model MiMo dan Siklus “Inference-Execution”
Fondasi MiClaw dibangun di atas model AI bernama MiMo, yang dikembangkan secara independen oleh Xiaomi. Kemampuan otonom ini digerakkan oleh sistem inti “inference-execution loop”, yang memungkinkan AI untuk:
- Menganalisis permintaan pengguna.
- Memilih alat dan parameter yang paling sesuai.
- Mengeksekusi tindakan yang diminta.
- Meninjau hasil eksekusi.
- Melanjutkan langkah-langkah berikutnya hingga tugas selesai.
Siklus ini berjalan di latar belakang tanpa mengganggu aplikasi lain yang aktif. Untuk keamanan, MiClaw selalu meminta izin eksplisit dari pengguna sebelum mengakses layanan pihak ketiga.
Sistem Memori dan Integrasi Terbuka
MiClaw dilengkapi sistem memori khusus yang memungkinkan AI belajar dari pola penggunaan berulang. Semakin sering digunakan, MiClaw semakin memahami kebiasaan pengguna dan dapat menangani tugas lanjutan tanpa instruksi detail dari awal.
Selain itu, AI ini dapat terhubung ke ekosistem perangkat keras Xiaomi melalui platform Mi Home, sehingga mampu membaca status perangkat rumah pintar sekaligus memberikan perintah otomatis. Sistem ini juga mendukung Model Context Protocol (MCP), standar terbuka yang memungkinkan pengembang pihak ketiga mengintegrasikan layanan mereka secara langsung dengan MiClaw.
Status Uji Coba dan Kebijakan Privasi Data
Saat ini, MiClaw masih berstatus beta tertutup dan hanya tersedia bagi penguji yang mendapat undangan. Xiaomi menyarankan penguji untuk melakukan pencadangan data dan tidak menginstal sistem ini di ponsel utama. MiClaw hanya mendukung lima model ponsel premium terbaru: Xiaomi 17, 17 Pro, 17 Pro Max, 17 Ultra, dan 17 Ultra Leica Edition.
Terkait keamanan data, Xiaomi menegaskan bahwa data pribadi pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI. Pelatihan model hanya menggunakan data publik atau yang telah diotorisasi. Data pribadi pengguna hanya diproses secara real-time dan lokal di perangkat menggunakan teknologi edge-cloud privacy computing, memastikan privasi tetap terjaga.
Kesimpulan
Dengan MiClaw, Xiaomi memperkenalkan AI cerdas yang adaptif dan otonom, mampu mempelajari pola pengguna dan berintegrasi dengan ekosistem perangkat pintar. Meskipun masih dalam tahap uji coba, MiClaw menjanjikan masa depan di mana smartphone bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga asisten pribadi yang cerdas dan efisien.














