TEKNO

“Stop Coding!” CEO Nvidia Jensen Huang Sebut AI Bikin Programmer Tak Perlu Kode Lagi

176
×

“Stop Coding!” CEO Nvidia Jensen Huang Sebut AI Bikin Programmer Tak Perlu Kode Lagi

Sebarkan artikel ini
CEO Nvidia Jensen Huang: AI Bakal Bikin Programmer Tak Perlu Nulis Kode Lagi
CEO Nvidia Jensen Huang: AI Bakal Bikin Programmer Tak Perlu Nulis Kode Lagi

Media90 – Jensen Huang, CEO Nvidia, kembali mengguncang industri teknologi global dengan pernyataan yang terdengar provokatif. Jika selama puluhan tahun nasihat klasik bagi generasi muda adalah “belajarlah coding”, Huang justru menyerukan hal sebaliknya. Ia meminta para software engineer dan programmer untuk berhenti menghabiskan waktu menulis kode secara manual.

Menurut Huang, kemajuan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah lanskap pengembangan perangkat lunak secara fundamental. Proses menerjemahkan logika manusia ke dalam sintaks bahasa mesin—seperti Python, C++, atau Java—yang selama ini menjadi keahlian eksklusif programmer, kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien oleh AI.

Ads
close ads

Bahasa Manusia Kini Jadi Bahasa Pemrograman

Pernyataan tersebut disampaikan Huang dalam podcast No Priors AI yang dirilis baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa hambatan teknis untuk menciptakan perangkat lunak kini telah runtuh.

“Kami telah berhasil menutup kesenjangan teknologi,” ujar Huang. “Sekarang, siapa pun bisa menjadi programmer. Bahasa pemrograman yang baru adalah bahasa manusia itu sendiri.”

Di internal Nvidia, visi ini bukan sekadar wacana. Huang mengungkapkan bahwa seluruh tim insinyurnya telah menggunakan asisten coding berbasis AI bernama Cursor. Melalui alat tersebut, para insinyur cukup memberikan instruksi dalam bahasa alami, sementara AI yang bertugas menulis baris-baris kodenya.

“Tidak ada yang lebih membahagiakan saya daripada jika tidak ada satu pun programmer kami yang melakukan coding sama sekali,” tegas Huang.

Filosofi “Tujuan vs Tugas”

Untuk menjelaskan sudut pandangnya, Huang memperkenalkan kerangka berpikir “Tujuan vs Tugas” (Goal vs Task).

Tugas adalah aktivitas teknis seperti mengetik kode, memperbaiki kesalahan sintaks, atau mengompilasi program. Menurut Huang, pekerjaan semacam ini seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada AI.

Sementara itu, Tujuan adalah visi besar dalam memecahkan persoalan nyata, seperti mendeteksi kanker lebih dini, meningkatkan efisiensi energi, atau mengoptimalkan rantai pasok global.

Huang mendorong manusia untuk fokus pada Tujuan. Dengan membebaskan pikiran manusia dari beban teknis, para ahli diyakini dapat mencurahkan energi mereka pada inovasi dan pemecahan masalah yang benar-benar berdampak.

Saran untuk Generasi Muda: Jadilah Ahli Domain

Pandangan ini membawa implikasi besar bagi dunia pendidikan dan karier masa depan. Huang menyarankan agar generasi muda tidak lagi terjebak pada identitas sebagai “tukang kode”, melainkan memperdalam keahlian di bidang tertentu atau domain expertise.

Bidang seperti biologi, pendidikan, manufaktur, pertanian, hingga fisika diprediksi akan menjadi lahan emas. Masa depan teknologi, menurut Huang, akan dikuasai oleh mereka yang memahami persoalan di bidangnya dan mampu “memerintah” AI untuk membangun solusi digital—tanpa harus pusing memikirkan detail sintaks pemrograman.

Belajar dari Sejarah Radiologi

Untuk meredam kekhawatiran bahwa AI akan menghilangkan pekerjaan manusia, Huang mengambil analogi dari dunia medis. Ia mengingatkan pada prediksi Geoffrey Hinton, yang kerap disebut sebagai Bapak AI Modern, bahwa profesi ahli radiologi akan punah karena komputer mampu membaca hasil pemindaian medis dengan lebih cepat.

Faktanya, jumlah ahli radiologi justru meningkat. Membaca hasil scan hanyalah tugas teknis, sementara tujuan utamanya adalah menyembuhkan pasien. Ketika AI mengambil alih tugas tersebut, dokter memiliki lebih banyak waktu untuk menangani kasus kompleks dan merawat pasien. Huang meyakini pola serupa akan terjadi pada dunia pemrograman.

Sisi Gelap: Bahaya “Vibe Coding”

Meski optimisme Huang begitu tinggi, sejumlah pelaku industri tetap menyuarakan kehati-hatian. Michael Truell, CEO Cursor—alat AI yang digunakan Nvidia—justru memperingatkan fenomena berbahaya yang disebut “vibe coding”.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan membiarkan AI menulis seluruh kode dan langsung menjalankannya tanpa pemeriksaan mendalam, hanya karena hasilnya terasa benar. “Jika Anda menutup mata dan membiarkan AI membangun sesuatu dengan fondasi yang lemah, sistem itu akan runtuh ketika skalanya membesar,” kata Truell.

Senada dengan itu, Andrej Karpathy, mantan Direktur AI Tesla, menegaskan bahwa meskipun AI semakin canggih, agen otonom saat ini belum cukup matang untuk bekerja sepenuhnya tanpa pengawasan manusia. Peran manusia sebagai editor, arsitek, dan penentu arah tetap krusial demi memastikan keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem yang dibangun AI.

Pernyataan Jensen Huang mungkin terdengar ekstrem, namun ia mencerminkan pergeseran besar dalam cara manusia membangun teknologi. Bukan lagi soal siapa paling jago menulis kode, melainkan siapa paling mampu menentukan tujuan dan memanfaatkan AI sebagai alat untuk mencapainya.

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…

Motorola Edge 70 Pro Resmi Debut, Ditenagai Dimensity 8500 Extreme dan Triple Kamera 50 MP
TEKNO

Media90 – Motorola resmi mengumumkan kehadiran Edge 70 Pro sebagai varian tertinggi dari lini Edge 70 untuk saat ini. Smartphone ini hadir dengan pendekatan serba seimbang, mulai dari performa, layar, hingga kemampuan kamera yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dari sisi desain, Edge 70 Pro tampil dengan bodi berlekuk (curved) baik di bagian depan maupun belakang, memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Di bagian depan, perangkat ini dibekali layar Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Ads close ads Layar tersebut juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5200 nits serta dukungan warna 100%…

Apple AirTag 2 Kini Hadir di Indonesia, Segini Harga yang Ditawarkan
TEKNO

Media90 – Setelah diperkenalkan secara global pada Januari lalu, Apple AirTag 2 akhirnya resmi tersedia di Indonesia. Perangkat pelacak generasi kedua dari Apple ini kini sudah mulai dijual melalui berbagai distributor resmi Apple di Tanah Air. Berdasarkan pantauan di situs iBox, Apple AirTag 2 dibanderol dengan harga mulai dari Rp599.000 untuk satu unit. Sementara itu, tersedia juga paket bundling berisi 4 unit yang dijual seharga Rp1.799.000, yang membuat harga per unitnya menjadi lebih hemat dibanding pembelian satuan. Ads close ads Peningkatan Fitur dan Performa Sebagai generasi terbaru, AirTag 2 membawa sejumlah peningkatan penting dari sisi perangkat keras. Perangkat ini kini…

OPPO Luncurkan Pad 5 Pro, Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
TEKNO

Media90 – OPPO resmi meluncurkan tablet flagship terbaru mereka, OPPO Pad 5 Pro, di China. Berbeda dengan OPPO Pad Mini yang fokus pada gaming ringkas, tablet ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kreativitas dengan layar besar serta performa kelas atas. Perangkat ini menjadi penerus langsung OPPO Pad 4 Pro dengan peningkatan di sisi performa dan fitur pendukung kerja profesional. Ads close ads Layar Besar 13,2 Inci dengan Refresh Rate Adaptif OPPO Pad 5 Pro masih mempertahankan layar besar 13,2 inci dengan resolusi 3.4K (3392 x 2400 piksel). Panel ini menggunakan aspek rasio 7:5 yang lebih ideal untuk multitasking, membaca, hingga…

Redmi K Pad 2 Resmi Diumumkan, Tablet Gaming Ringkas dengan Dimensity 9500
TEKNO

Xiaomi resmi mengumumkan tablet gaming ringkas terbaru mereka di China, Redmi K Pad 2. Perangkat ini menjadi penerus generasi pertama dengan peningkatan signifikan, terutama pada performa chipset dan kapasitas baterai yang kini jauh lebih besar. Tablet ini dirancang sebagai perangkat gaming portable yang tetap bertenaga, cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran ringkas. Ads close ads Layar 8,8 Inci 3K dengan Refresh Rate 165Hz Redmi K Pad 2 masih mempertahankan layar IPS LCD berukuran 8,8 inci dengan resolusi 3K (3008 x 1880 piksel). Panel ini mendukung refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus. Selain itu,…

OPPO Luncurkan Find X9 Ultra, Smartphone dengan Kamera Monster 200MP Ganda
TEKNO

Media90 – OPPO akhirnya resmi memperkenalkan OPPO Find X9 Ultra dalam sebuah event peluncuran di China setelah lama dirumorkan. Smartphone ultra flagship ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kamera “monster” dengan empat kamera Hasselblad, termasuk dua sensor 200MP dan kemampuan zoom optik hingga 10x. Kamera Monster dengan Dual 200MP dan Periskop 10x Zoom Sektor kamera menjadi sorotan utama pada OPPO Find X9 Ultra. Di bagian belakang, OPPO menyematkan setup empat kamera Hasselblad yang sangat ambisius. Ads close ads Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP Sony LYT-901 berukuran 1/1.12 inci dengan aperture f/1.5 dan dukungan OIS. Kamera kedua juga tak kalah gahar,…