Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong penguatan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus penopang ketahanan pangan daerah. Salah satu fokus pengembangan tersebut berada di Kabupaten Mesuji, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian modern terintegrasi dengan penguatan UMKM.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan Pemprov Lampung mendukung penuh pengembangan kawasan transmigrasi di Mesuji sebagai model pertanian maju berbasis teknologi. Menurutnya, keberhasilan kawasan transmigrasi tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi,” ujar Saipul saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, di Kabupaten Mesuji, Jumat (23/1/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamen Transmigrasi melakukan panen raya melon di kawasan Smart Mesuji Nusantara atau Centra Melon yang berlokasi di Desa Tanjung Menang Raya. Kegiatan panen raya ini menjadi simbol keberhasilan kawasan transmigrasi Mesuji dalam mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Budidaya melon di kawasan tersebut telah menerapkan berbagai teknologi modern, seperti sistem irigasi tetes (drip irrigation) serta penggunaan pupuk Abemax. Penerapan teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pengembangan produk unggulan kawasan transmigrasi agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global. Untuk memperkuat posisi tawar petani, Kementerian Transmigrasi telah menggandeng sejumlah off taker melalui nota kesepahaman.
“Kami menggandeng off taker agar produk petani di kawasan transmigrasi memiliki kepastian pasar. Ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan,” tegas Viva Yoga.
Salah satu kerja sama yang telah terjalin, lanjutnya, adalah pemasaran produk dengan jaringan ritel ternama, seperti Krisna Bali. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian masyarakat transmigrasi.
Viva Yoga juga menyebut Kabupaten Mesuji sebagai bukti keberhasilan panjang program transmigrasi nasional, yang telah melahirkan ribuan desa dan ratusan daerah otonom di berbagai wilayah Indonesia. Selain komoditas melon, Mesuji juga memiliki komoditas unggulan lainnya, seperti pisang dan singkong, yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Pada tahun 2026 ini, Kementerian Transmigrasi berkomitmen menyalurkan berbagai bantuan infrastruktur untuk Kabupaten Mesuji. Bantuan tersebut meliputi renovasi fasilitas umum, penyediaan sarana air bersih, hingga pembangunan infrastruktur pendukung produktivitas pertanian.
Dengan luas lahan sawah mencapai 29.167 hektare, Kabupaten Mesuji saat ini menempati posisi ketiga sebagai penyokong ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Capaian ini dinilai cukup signifikan, mengingat sebagian besar wilayah Mesuji didominasi oleh lahan kering dan rawa gambut.














