Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi pada Minggu, 25 Januari 2026, tepat pukul 04.33 WIB, sehingga memicu peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Letusan Gunung Semeru menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak, atau kurang lebih 4.476 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil pengamatan visual, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut mengikuti arah angin.
Erupsi Terekam di Seismograf
Secara instrumental, erupsi tersebut terekam jelas pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan durasi letusan selama 156 detik. Data ini menunjukkan aktivitas erupsi yang cukup signifikan, meski masih dalam karakteristik erupsi yang kerap terjadi di Gunung Semeru.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan resmi terkait dampak sebaran abu vulkanik ke permukiman warga. Meski demikian, masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan aktivitas susulan.
Zona Bahaya dan Pembatasan Aktivitas
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diminta untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan guna menghindari potensi bahaya langsung dari aktivitas Gunung Semeru.
1. Sektor Tenggara – Besuk Kobokan
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, aktivitas juga tidak diperbolehkan dalam radius 500 meter dari sempadan sungai, mengingat potensi awan panas guguran dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
2. Radius Kawah Gunung Semeru
Masyarakat, termasuk pendaki dan wisatawan, tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan ini dinilai sangat rawan terhadap lontaran material pijar saat erupsi terjadi.
3. Aliran Sungai Berhulu di Puncak Semeru
Selain Besuk Kobokan, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang aliran Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil lainnya yang merupakan anak Sungai Besuk Kobokan. Potensi awan panas guguran, lava pijar, hingga lahar hujan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Imbauan untuk Warga
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang serta pemerintah daerah, dan secara aktif memantau pembaruan informasi terkait aktivitas Gunung Semeru dari sumber resmi.
Kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.














