Media90 – Menemukan informasi yang benar-benar akurat melalui Google Search kini tidak lagi sesederhana beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya tantangan utama pengguna internet adalah menghindari artikel berkualitas rendah yang dipenuhi keyword jebakan SEO, saat ini situasinya jauh lebih kompleks. Lonjakan konten hasil generasi AI—yang tidak selalu tersaring dengan baik dan sering disebut “AI Slop”—ditambah derasnya informasi yang kurang terverifikasi, membuat pengalaman menjelajah search engine menjadi semakin menantang.
Meski demikian, Google tetap menjadi alat pencarian yang sangat andal. Kuncinya terletak pada pemahaman dan pemanfaatan teknik pencarian lanjutan (advanced search) yang memungkinkan pengguna menyaring hasil secara lebih tepat dan relevan.
Menyingkirkan Konten AI dan Mengembalikan Tampilan Klasik
Salah satu elemen yang kerap dianggap mengganggu efisiensi pencarian adalah kemunculan ringkasan otomatis berbasis AI (AI Overview) di bagian teratas hasil pencarian. Bagi pengguna yang ingin fokus pada sumber manusia, riset asli, atau data primer, terdapat cara sederhana untuk meminimalisir gangguan tersebut: menambahkan -ai di akhir kata kunci pencarian dapat membantu mengurangi hasil yang berkaitan langsung dengan konten AI.
Bagi mereka yang merindukan tampilan klasik Google berupa daftar “10 link biru”, filter pencarian Web dapat dimanfaatkan. Setelah memasukkan kata kunci, pengguna dapat menekan tombol “More” atau “Lainnya” di bawah kolom pencarian, lalu memilih opsi Web. Langkah ini akan menghilangkan berbagai elemen tambahan seperti widget belanja, rekomendasi, dan ringkasan AI, sehingga hasil pencarian kembali menampilkan daftar situs web secara organik dan lebih bersih.
Membatasi Hasil Pencarian pada Sumber Tertentu
Akurasi informasi sering kali bergantung pada kredibilitas sumbernya. Google menyediakan operator pencarian yang memungkinkan pengguna membatasi hasil hanya pada domain tertentu.
- Untuk data resmi dari lembaga pemerintah: tambahkan
site:.govpada pencarian. - Untuk keperluan akademik atau riset ilmiah: gunakan domain seperti
site:.eduatausite:.ac.id. - Untuk fokus pada satu situs web tertentu: tambahkan perintah seperti
site:media90.idagar mesin pencari hanya menampilkan hasil dari situs tersebut.
Metode ini sering lebih efektif dibandingkan fitur pencarian internal situs, yang terkadang tidak mengindeks seluruh konten secara optimal.
Mencari Berdasarkan Format Berkas dan Rentang Waktu
Informasi teknis dan mendalam tidak selalu tersedia dalam bentuk artikel online. Banyak data penting justru terdapat dalam dokumen formal seperti laporan tahunan, jurnal ilmiah, atau panduan teknis. Pengguna dapat memanfaatkan operator filetype: untuk menemukan jenis konten ini, misalnya filetype:pdf, filetype:docx, atau filetype:xlsx.
Selain itu, fitur Tools atau Alat di bawah kolom pencarian memungkinkan filter hasil berdasarkan rentang waktu tertentu. Fitur ini berguna untuk mencari informasi terbaru atau data dari periode spesifik. Operator pencarian exact match juga dapat digunakan agar hasil yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan kata atau kalimat yang dimasukkan.
Verifikasi Visual dan Personalisasi Sumber
Di tengah maraknya manipulasi visual, pencarian gambar terbalik (reverse image search) menjadi alat penting untuk verifikasi. Dengan mengunggah gambar melalui ikon kamera di kolom pencarian, pengguna dapat melacak sumber asli gambar atau mengetahui konteks penggunaan sebelumnya, membantu mendeteksi potensi misinformasi.
Untuk pengalaman pencarian yang lebih bersih, pengguna dapat menggunakan extension pemblokir konten seperti uBlock Origin, yang menyaring iklan dan hasil bersponsor yang kerap menutupi informasi utama.
Google juga mulai memperluas fitur Preferred Sources secara global sejak 2025. Dengan fitur ini, pengguna dapat menandai situs-situs tepercaya sebagai sumber pilihan. Google kemudian akan memberikan prioritas pada sumber tersebut, sehingga pengguna memperoleh informasi berkualitas secara konsisten di tengah banjir konten digital.
Dengan memahami dan menerapkan teknik-teknik ini, Google kembali bisa menjadi alat navigasi informasi yang efektif, akurat, dan relevan, meski lanskap digital semakin padat dan kompleks.














