Media90.id – Motorola akhirnya resmi membawa Moto Razr Fold ke pasar Indonesia. Berbeda dari seri Razr sebelumnya yang identik dengan desain lipat clamshell, kali ini Motorola memperluas lini foldable mereka dengan model lipat buku atau book-style foldable yang langsung masuk ke kelas flagship.
Hadir sebagai smartphone lipat tertinggi Motorola saat ini, Razr Fold membawa sejumlah keunggulan yang cukup menarik. Mulai dari bodi yang tipis, baterai besar 6000mAh, layar cover dengan refresh rate hingga 165Hz, hingga sistem kamera yang serius dengan tiga kamera belakang beresolusi 50MP.
Tak hanya itu, kamera Motorola Razr Fold juga sudah mendapatkan sertifikasi DXOMARK Gold Label. Motorola turut menjanjikan dukungan software panjang hingga tujuh tahun, serta fitur produktivitas khas Motorola yang tetap dipertahankan.
Lalu, apakah Motorola Razr Fold mampu bersaing dengan para pemain besar di segmen foldable premium? Berikut ulasan lengkapnya.
Motorola Razr Fold: Foldable Pertama Motorola dengan Model Lipat Buku
Nama Razr Fold memang cukup unik. Selama ini, nama Razr lebih dikenal lewat smartphone lipat model flip seperti Motorola Razr 60. Namun, lewat Razr Fold, Motorola akhirnya menghadirkan perangkat dengan konsep layar besar yang bisa dilipat seperti buku.
Smartphone ini diposisikan sebagai foldable flagship paling tinggi dari Motorola dengan fokus utama pada layar luas, baterai besar, kamera premium, serta kemampuan produktivitas.
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita lihat paket penjualan yang diberikan Motorola.
Paket Penjualan Motorola Razr Fold
Dalam kotak penjualan, pengguna mendapatkan:
- Unit smartphone Motorola Razr Fold
- Charger 90W
- Kabel USB Type-C
- Case pelindung
- SIM Tray Ejector
- Paket dokumen
Motorola masih menyediakan charger dalam paket penjualan, sesuatu yang kini mulai jarang ditemukan pada smartphone kelas flagship.
Desain Motorola Razr Fold
Dari sisi desain, Motorola Razr Fold masih membawa bahasa desain khas Motorola terbaru. Salah satu bagian yang cukup mencuri perhatian adalah modul kamera belakangnya.
Desain tersebut memang cukup kontroversial. Ada yang menyebutnya mirip kompor, ada juga yang menganggapnya seperti kemasan obat. Namun, bagi kami desain ini memberikan karakter tersendiri dan membuat Motorola memiliki identitas yang berbeda dibanding kompetitor.
Motorola Razr Fold tersedia dalam dua pilihan warna:
- PANTONE Lily White
- PANTONE Blackened Blue
Material bodi belakang berbeda tergantung pilihan warna. Varian Lily White menggunakan material polikarbonat, sedangkan Blackened Blue memakai vegan leather dengan tekstur anyaman.
Sementara itu, bagian frame menggunakan material metal yang membuat perangkat terasa lebih premium.
Dalam kondisi tertutup, dimensinya adalah:
- Tinggi: 160,05 mm
- Lebar: 73,6 mm
- Ketebalan: 10,04 mm
- Bobot: sekitar 243 gram
Saat digunakan dalam kondisi tertutup, rasanya cukup mirip seperti smartphone biasa. Ukurannya masih nyaman digenggam dan tidak terasa terlalu besar.
Ketika dibuka, bodinya menjadi jauh lebih tipis:
- Tinggi: 160,1 mm
- Lebar: 144,5 mm
- Ketebalan: 4,7 mm
Dengan ketebalan hanya 4,7 mm saat terbuka, Motorola Razr Fold termasuk salah satu foldable paling tipis saat ini. Walaupun belum memecahkan rekor tertipis 4,2 mm, angka tersebut tetap tergolong impresif.
Untuk ketahanan, smartphone ini sudah memiliki sertifikasi:
- IP46
- IP48
- IP49
Artinya, perangkat memiliki perlindungan terhadap partikel kecil, cipratan air, hingga semprotan air bertekanan tinggi. Meski begitu, pengguna tetap tidak disarankan membawa smartphone ini berenang atau terkena air laut.
Tombol, Port, dan Audio
Jika dilihat dari sisi perangkat, Motorola Razr Fold memiliki konfigurasi:
Sisi kanan:
- Tombol power yang sekaligus menjadi fingerprint scanner
- Tombol volume
Sisi kiri:
- AI Key untuk memanggil Moto AI
Sisi atas:
- Mikrofon
- Grill speaker stereo
Sisi bawah:
- Grill speaker
- SIM tray
- Port USB-C 3.2 dengan DisplayPort 1.2
Motorola Razr Fold hanya mendukung satu SIM fisik. Untuk kebutuhan dual SIM, pengguna dapat menggunakan eSIM.
Dukungan USB-C 3.2 juga memungkinkan transfer data lebih cepat serta fitur display out ke monitor atau proyektor.
Untuk audio, smartphone ini menggunakan konfigurasi speaker stereo dengan dua speaker di bagian atas dan bawah. Kualitas suaranya cukup mengesankan untuk perangkat setipis ini, dengan suara yang lantang, jernih, dan detail.
Layar Utama Motorola Razr Fold
Saat dibuka, Motorola Razr Fold menawarkan layar utama berukuran besar.
Spesifikasinya:
- Ukuran: 8,1 inci
- Resolusi: 2484 x 2232 piksel
- Aspect ratio: 8:7.2
- Refresh rate: hingga 120Hz
- Adaptive refresh rate: 1-120Hz
Panel ini sudah mendukung:
- Pantone Validated Color
- 10-bit color
- 100% DCI-P3
- Dolby Vision
- HDR10+
Motorola mengklaim tingkat kecerahan layar mampu mencapai 6200 nits. Dalam pengujian penggunaan nyata, tingkat kecerahan berada di kisaran 500 nits untuk indoor dan sekitar 1500 nits pada simulasi outdoor.
Untuk pilihan warna, tersedia tiga mode:
- Natural
- Radiant
- Vivid
Mode Natural lebih diarahkan untuk akurasi warna dengan cakupan 100% sRGB, sehingga cocok untuk editing konten.
Mode Radiant menawarkan cakupan 100% DCI-P3 yang lebih cocok untuk menikmati film maupun bermain game.
Sedangkan mode Vivid menghadirkan warna paling mencolok dengan cakupan warna hingga 99,9% DCI-P3 dan volume warna 134% DCI-P3.
Salah satu hal yang menarik adalah posisi kamera selfie yang berada di sudut layar. Hal ini membuat pengalaman menonton video lebih nyaman karena tidak ada lubang kamera yang mengganggu di tengah layar.
Kamera selfie layar utama memiliki spesifikasi:
- Resolusi 32MP
- Aperture f/2.4
- Fixed focus
- Video hingga 4K 60fps
Layar Cover Motorola Razr Fold
Saat dalam kondisi tertutup, pengguna tetap mendapatkan layar cover yang sangat mumpuni.
Spesifikasinya:
- Ukuran: 6,6 inci
- Resolusi: 2520 x 1080 piksel
- Aspect ratio: 21:9
- Refresh rate hingga 165Hz
Refresh rate layar cover juga adaptif dari 1Hz hingga 165Hz.
Layar ini turut mendukung:
- Pantone Validated Color
- 10-bit color
- 100% DCI-P3
- Dolby Vision
- HDR10+
Hasil pengujian layar cover memiliki karakter yang mirip dengan layar utama, baik dari sisi warna maupun tingkat kecerahan.
Motorola juga membuat layar cover dengan sedikit lengkungan di keempat sisinya. Hal ini memang bisa menyulitkan ketika mencari screen protector yang pas, tetapi di sisi lain membuat navigasi gesture terasa lebih nyaman.
Motorola Razr Fold juga mendukung stylus Moto Pen Ultra untuk layar utama maupun layar cover. Namun, aksesori tersebut belum dijual resmi di Indonesia.
Untuk kamera selfie layar cover:
- Resolusi 20MP
- Aperture f/2.4
- Fixed focus
- Video hingga 1080p 60fps
Kamera Motorola Razr Fold
Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari Motorola Razr Fold.
Di bagian belakang terdapat tiga kamera yang seluruhnya menggunakan resolusi 50MP.
Kamera Utama
Spesifikasi:
- Resolusi 50MP
- Sensor Sony LYTIA 828
- Ukuran sensor 1/1.28 inci
- Aperture f/1.6
- Autofocus
- OIS
- Video hingga 8K 30fps
Kamera Ultra Wide
Spesifikasi:
- Resolusi 50MP
- FoV 122 derajat
- Aperture f/2.0
- Autofocus
- Video hingga 4K 60fps
Kamera Telephoto
Spesifikasi:
- Resolusi 50MP
- 3x optical zoom
- Aperture f/2.4
- Autofocus
- OIS
- Video hingga 4K 60fps
Motorola juga menghadirkan fitur stabilisasi Horizon Lock yang membantu menjaga video tetap stabil meski perangkat mengalami rotasi.
Kamera Motorola Razr Fold juga sudah mendapatkan sertifikasi DXOMARK Gold Label. Selain mengandalkan hardware besar, Motorola bekerja sama dengan PANTONE untuk menghadirkan reproduksi warna kulit yang lebih natural.
Kesimpulan
Motorola Razr Fold menjadi langkah serius Motorola untuk masuk ke pasar foldable model buku. Smartphone ini menawarkan kombinasi yang cukup lengkap mulai dari desain tipis, baterai besar 6000mAh, layar utama luas, layar cover cepat 165Hz, hingga kamera flagship dengan tiga sensor 50MP.
Dukungan software panjang hingga tujuh tahun juga menjadi nilai tambah yang membuat perangkat ini lebih menarik untuk penggunaan jangka panjang.
Meski persaingan foldable premium semakin ketat, kehadiran Motorola Razr Fold memberikan pilihan baru bagi pengguna yang mencari smartphone lipat dengan karakter berbeda dari yang sudah ada di pasaran.














