Media90 – Kasus pencurian ponsel masih menjadi ancaman serius di era digital. Bukan hanya perangkat yang hilang, tetapi juga risiko lanjutan seperti pembobolan akun, penipuan keuangan, hingga penyalahgunaan data pribadi. Menyadari ancaman tersebut, Google kembali memperkuat sistem keamanan Android melalui pembaruan terbaru.
Melalui update ini, Android menghadirkan peningkatan besar pada fitur anti-maling. Tim keamanan Android menyebut pembaruan tersebut dirancang sebagai pertahanan berlapis, mulai dari mencegah akses ilegal, membatasi dampak setelah perangkat dicuri, hingga membantu proses pemulihan.
Tim keamanan Android menegaskan bahwa pencurian ponsel bukan sekadar kehilangan perangkat, melainkan juga bentuk kejahatan digital yang dapat membuka celah penipuan finansial dan pencurian identitas. Untuk itu, Google memperkuat sejumlah fitur keamanan agar pengguna tetap terlindungi meski ponsel jatuh ke tangan yang salah.
Fitur Anti-Maling Android yang Kini Lebih Canggih
Berikut empat fitur anti-maling Android yang mendapatkan peningkatan signifikan.
1. Failed Authentication Lock Kini Lebih Fleksibel
Failed Authentication Lock pertama kali diperkenalkan melalui Android 15. Fitur ini akan mengunci perangkat secara otomatis ketika sistem mendeteksi upaya membuka kunci yang gagal berulang kali, baik menggunakan PIN, pola, maupun kata sandi.
Dalam pembaruan terbaru, Android memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna. Kini tersedia tombol khusus untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini secara manual. Dengan begitu, pengguna dapat menyesuaikan tingkat keamanan sesuai kebutuhan masing-masing, tanpa sepenuhnya bergantung pada pengaturan otomatis sistem.
Peningkatan ini penting karena pola penggunaan setiap orang berbeda. Sebagian menginginkan perlindungan maksimal, sementara yang lain membutuhkan fleksibilitas lebih dalam aktivitas sehari-hari.
2. Identity Check Diperluas ke Lebih Banyak Aplikasi
Fitur Identity Check juga mendapat peningkatan besar. Sebelumnya diperkenalkan pada awal 2025, fitur ini berfungsi meminta autentikasi biometrik saat pengguna melakukan tindakan sensitif, terutama ketika perangkat berada di lokasi yang tidak biasa.
Kini, cakupan Identity Check diperluas ke seluruh aplikasi dan layanan yang menggunakan Android Biometric Prompt. Artinya, bukan hanya pengaturan sistem yang dilindungi, tetapi juga aplikasi pihak ketiga seperti layanan perbankan digital, Google Password Manager, hingga aplikasi penting lainnya.
Dengan perluasan ini, pencuri akan semakin kesulitan mengakses data krusial meskipun berhasil membuka layar ponsel.
3. Lockout Time Dibuat Lebih Cerdas
Android juga menyempurnakan sistem lockout time, yaitu jeda waktu ketika perangkat dikunci setelah terlalu banyak percobaan login gagal. Tujuan utamanya adalah mempersulit pencuri menebak PIN, pola, atau kata sandi pengguna.
Menariknya, sistem terbaru dibuat lebih cerdas. Jika pengguna memasukkan PIN atau pola yang sama tetapi salah berulang kali, Android tidak akan menghitungnya sebagai percobaan baru. Dengan cara ini, pengguna asli tidak langsung terkena lockout time yang semakin lama hanya karena lupa kode sesaat.
Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan tanpa mengorbankan salah satunya.
4. Pengamanan Jarak Jauh Kini Lebih Ketat
Android juga memperbarui fitur penguncian ponsel dari jarak jauh yang dapat diakses melalui android.com/lock. Fitur ini memungkinkan pengguna mengamankan perangkat meski sudah tidak berada di tangan mereka.
Dalam versi terbaru, sistem ini dilengkapi lapisan verifikasi tambahan berupa pertanyaan keamanan opsional. Langkah ini bertujuan mencegah penyalahgunaan fitur pemblokiran oleh pihak lain, sehingga hanya pemilik sah yang dapat mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
Selain itu, Google juga menyempurnakan mekanisme pemulihan perangkat. Fitur pemulihan kini dapat digunakan pada ponsel dengan Android 10 ke atas, memberi peluang lebih besar bagi pengguna untuk melindungi akun dan data penting setelah kehilangan ponsel.
Android Perkuat Benteng Keamanan Pengguna
Dengan sederet peningkatan tersebut, Android menunjukkan keseriusannya dalam melindungi pengguna dari ancaman pencurian yang semakin kompleks. Bukan hanya mengamankan perangkat secara fisik, pembaruan ini juga berfokus menjaga data pribadi dan akses keuangan agar tidak mudah disalahgunakan.
Ke depan, sistem keamanan ponsel tak lagi sekadar pelindung tambahan, melainkan menjadi benteng utama di tengah aktivitas digital yang kian padat dan berisiko.














