Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Pada Jumat, 6 Februari 2026, erupsi terpantau masih berlangsung hingga laporan ini disusun. Masyarakat di sekitar kawasan gunung api tertinggi di Pulau Jawa diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan.
Status dan Dampak Awal
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 05.33 WIB. Material letusan membentuk kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak, atau setara ± 4.276 meter di atas permukaan laut.
Arah sebaran abu teramati ke selatan dengan intensitas sedang, dan warna kolom abu terlihat putih hingga kelabu. Pengamatan visual menunjukkan kolom letusan cukup jelas dari area sekitar. Warna abu yang bercampur putih-kelabu mengindikasikan material vulkanik yang keluar bersama gas, dengan arah dominan mengikuti kondisi angin saat kejadian.
Kronologi Singkat Kejadian
- Tanggal: Jumat, 06 Februari 2026
- Waktu: 05.33 WIB
- Tinggi kolom: ± 600 meter di atas puncak
- Arah sebaran: Selatan
- Kondisi saat laporan: Erupsi masih berlangsung
Rekomendasi Keselamatan untuk Masyarakat
Otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk mengurangi risiko dampak erupsi:
- Hindari sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
- Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru, mengingat risiko lontaran batu pijar yang berbahaya.
- Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang bermuara dari Besuk Kobokan.
Imbauan Tambahan
Warga diminta terus memantau perkembangan informasi resmi, menggunakan masker saat terjadi hujan abu, serta menghindari aktivitas di zona rawan sesuai rekomendasi.














