Media90 – Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke pasar domestik menegaskan pentingnya perlindungan perdagangan sebagai instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan industri nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Krakatau Steel Group). Tanpa kebijakan yang responsif, tekanan harga dan volume berisiko menekan utilisasi, arus kas, serta ruang investasi sektor baja dalam negeri.
Krakatau Steel Group menilai efektivitas perlindungan perdagangan tidak hanya soal menjaga level harga, tetapi juga memastikan keberlangsungan kapasitas produksi nasional dan stabilitas kinerja usaha jangka panjang.
Direktur Utama Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menekankan:
“Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa ketika respons terlambat, biaya pemulihannya jauh lebih besar. Bagi Krakatau Steel dan industri baja nasional, perlindungan perdagangan yang kuat adalah fondasi untuk menjaga utilisasi, arus kas sehat, serta keberlanjutan investasi.”
Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menambahkan bahwa pasar domestik harus dikembangkan sebagai basis pertumbuhan industri nasional, bukan sebagai tempat limpahan kelebihan kapasitas global.
Tekanan Global Semakin Mengalir ke Indonesia
Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insight, menilai pengalaman Inggris menjadi pelajaran penting. Industri baja negara tersebut tergerus bertahap akibat impor murah hingga pemerintah harus turun langsung menyelamatkan pabrik strategis melalui pengambilalihan darurat.
“Reformasi trade remedies Inggris memindahkan peran negara ke fase awal tekanan pasar, bukan menunggu industri runtuh lebih dulu,” tulis Widodo.
Kelebihan kapasitas baja dunia yang melampaui 600 juta ton mendorong ekspor besar-besaran, khususnya dari Tiongkok yang mencatat rekor 119 juta ton pada 2025. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama limpahan surplus tersebut. Impor baja Tiongkok ke Indonesia pada 2025 mendekati 6,4 juta ton, tumbuh sekitar 17 persen yoy, jauh melampaui pertumbuhan permintaan domestik.
Momentum Percepatan Asta Cita
Penguatan perlindungan perdagangan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat industri strategis nasional dan kemandirian ekonomi. Industri baja menjadi fondasi utama pembangunan manufaktur dan hilirisasi nasional.
Widodo menekankan bahwa intervensi dini jauh lebih efektif dibanding penyelamatan industri setelah krisis terjadi. Tanpa sistem proteksi adaptif, Indonesia berisiko mengalami erosi kapasitas industri sebagaimana dialami Inggris.
Tentang Krakatau Steel Tbk
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis:
- Kawasan industri terpadu
- Kepelabuhanan dan logistik
- Penyediaan air industri
- Penyediaan energi melalui pembangkit listrik
- Sejumlah ventura bersama perusahaan Korea dan Jepang
Saat ini, Krakatau Steel menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, difokuskan pada:
- Penguatan tata kelola dan transparansi
- Pengembangan human capital
- Penguatan bisnis hilir
- Optimalisasi bisnis infrastruktur
Langkah-langkah ini bertujuan membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor, sekaligus memastikan Krakatau Steel tetap kompetitif dan berkelanjutan di pasar global yang dinamis.














