Media90 – Nama Lim Dong-hyun mendadak menjadi sorotan publik Korea Selatan. Putra sulung Presiden Hotel Shilla Lee Boo-jin sekaligus cucu mendiang Chairman Samsung Lee Kun-hee itu resmi diterima di Departemen Ekonomi Seoul National University (SNU) untuk tahun akademik 2026.
SNU dikenal sebagai universitas paling bergengsi di Korea Selatan, dengan tingkat persaingan masuk yang sangat ketat. Keberhasilan Lim menembus kampus elite tersebut dicapai melalui konsistensi prestasi akademik sejak bangku SMP hingga SMA, bukan melalui jalur khusus atau keistimewaan latar belakang keluarga.
Kisah perjuangannya terungkap ke publik setelah Lim secara langsung membagikan pengalaman belajarnya kepada para siswa dan orang tua dalam sebuah sesi pengarahan di kawasan pendidikan elite Daechi-dong, Seoul.
Jadi Pembicara di Daechi-dong, Bongkar Strategi Akademik
Berdasarkan laporan industri pendidikan dan media lokal, Lim tampil sebagai pembicara dalam acara “Briefing Siswa SMA Kelas 1 Whimoon” yang digelar di sebuah lembaga bimbingan belajar di Daechi-dong pada 2 Desember lalu. Acara ini dihadiri oleh siswa Whimoon High School beserta orang tua mereka.
Dalam sesi tersebut, Lim memaparkan secara rinci strategi menjaga nilai rapor, metode belajar untuk CSAT (College Scholastic Ability Test), serta cara menyeimbangkan prestasi akademik harian dengan persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Materi yang ia sampaikan ditujukan khusus bagi siswa kelas awal SMA yang sedang merancang jalur akademik jangka panjang.
Salah satu orang tua peserta mengaku terkesan dengan pendekatan Lim. Ia menilai Lim sebagai sosok yang menjalani kehidupan sekolah dengan kesungguhan penuh dan menyebut sesi tersebut sebagai salah satu pengarahan paling bermanfaat yang pernah diikutinya. Menurutnya, kisah Lim membuktikan bahwa prestasi akademik tidak semata-mata ditentukan oleh status keluarga.
“Life Without Regrets”, Filosofi Tiga Tahun Tanpa Penyesalan
Lim secara khusus menyiapkan materi presentasi berjudul Life Without Regrets. Materi tersebut berisi pengalaman tiga tahun menempuh pendidikan di Whimoon High School, strategi menghadapi CSAT dan seleksi universitas, serta pesan motivasi bagi para juniornya.
Ia bahkan menyertakan contoh soal-soal yang pernah ia kerjakan sendiri untuk menunjukkan pola berpikir dan pendekatan penyelesaian masalah. Dalam pemaparannya, Lim menekankan bahwa proses memahami materi jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar nilai akhir.
Menurutnya, masa persiapan CSAT merupakan periode yang penuh tekanan. Namun, proses tersebut tidak hanya memberinya nilai tinggi, tetapi juga membentuk ketahanan mental dan disiplin yang kuat.
Bedah Strategi Bahasa Korea dan Matematika
Untuk mata pelajaran Bahasa Korea, Lim menekankan pentingnya kemampuan membaca dengan pemahaman yang akurat serta latihan berulang menggunakan soal-soal CSAT tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan siswa agar berhati-hati terhadap soal simulasi yang disusun dengan logika lemah.
Menurut Lim, terlalu sering mengerjakan soal berkualitas rendah justru dapat membentuk pola pikir yang keliru. Ia menyarankan siswa untuk membuat catatan kesalahan (incorrect answer note) sebagai cara efektif memperbaiki pemahaman dan meningkatkan nilai.
Sementara dalam matematika, Lim menekankan pentingnya latihan intensif, terutama soal-soal yang menuntut penalaran analitis. Ia mengungkapkan bahwa persiapan untuk ujian internal sekolah membantunya membangun “daya tahan” matematika. Ia juga merekomendasikan soal berbasis penalaran dari ujian simulasi nasional bulan Juni dan September sebagai bahan latihan utama.
Disiplin Ekstrem: Tiga Tahun Tanpa Smartphone dan Gim
Pesan paling kuat disampaikan Lim di akhir sesi. Ia secara tegas merekomendasikan pemutusan total dari smartphone dan video game selama masa persiapan ujian, yang ia jalani sendiri selama tiga tahun penuh.
“Ini memang menantang, tetapi saya sangat yakin bahwa tidak menggunakan ponsel dan gim secara signifikan meningkatkan fokus dan membantu siswa benar-benar terlibat dalam studi mereka,” ujar Lim Dong-hyun.
Ia mengaku merasakan kepuasan tersendiri saat berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ujian setelah menjalani disiplin ketat tersebut. Lim juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan teman-temannya di Whimoon High School yang telah mendampinginya di tengah persaingan akademik yang ketat.
Jejak Keluarga, Tapi Jalan Sendiri
Sebagai lulusan Whimoon Middle School dan Whimoon High School, Lim dikenal selalu berada di jajaran teratas siswa jurusan ilmu sosial, dengan kemampuan matematika yang menonjol. Ia juga akan mengikuti jejak pamannya, Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang menempuh pendidikan di Seoul National University sekitar 39 tahun lalu di jurusan sejarah Asia.
Kisah Lim Dong-hyun menjadi contoh bahwa di balik status keluarga konglomerat (chaebol), disiplin, ketekunan, dan pengendalian diri tetap menjadi faktor penentu dalam meraih prestasi akademik tertinggi.














