INTERNASIONAL

Viral Klaim Jeffrey Epstein Masih Hidup dan Main Fortnite, Ini Faktanya

167
×

Viral Klaim Jeffrey Epstein Masih Hidup dan Main Fortnite, Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Fakta di Balik Klaim Jeffrey Epstein Masih Hidup dan Main Fortnite yang Viral
Fakta di Balik Klaim Jeffrey Epstein Masih Hidup dan Main Fortnite yang Viral

Media90 – Sejumlah teori konspirasi kembali muncul di media sosial setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen kasus Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang meninggal dunia pada 2019. Salah satu klaim paling viral menyebutkan bahwa Epstein masih hidup dan aktif bermain game online Fortnite dari Israel.

Asal Mula Klaim: Username dan Email Misterius

Narasi ini menyebar luas di X (sebelumnya Twitter), Facebook, TikTok, dan Instagram, bahkan sempat menarik perhatian publik. Klaim bermula dari akun Fortnite dengan username “littlestjeff1” yang tercatat aktif hingga 2025 atau awal 2026 menurut situs pelacak statistik pemain.

Ads
close ads

Akun Truthpole di X menjadi salah satu yang pertama membagikan screenshot akun tersebut, mengklaim username itu berkaitan dengan Epstein dan berasal dari Israel. Dugaan ini diperkuat dengan dokumen “Epstein files” yang mencantumkan akun YouTube Epstein dengan username sama, serta sebuah email bertanggal 7 Mei 2019 terkait transaksi VBucks Fortnite senilai US$25,95.

Karena Fortnite dan YouTube sama-sama berbasis akun online, sebagian warganet menafsirkan kesamaan nama sebagai bukti bahwa Epstein memiliki akun Fortnite dan masih menggunakannya.

Masalah Redaksi dan Kesalahan Penafsiran

Namun, klaim tersebut tidak memiliki bukti kuat. Dalam email terkait VBucks, identitas pengirim dan penerima telah disensor, sehingga email tersebut bukan ditujukan kepada Epstein. Dokumen lanjutan menunjukkan transaksi sebenarnya terkait seorang ibu dan anaknya, bukan Epstein. Selain itu, penggunaan istilah “VBucks” tanpa tanda hubung juga menunjukkan email itu bukan berasal dari sistem resmi Epic Games.

Epic Games Angkat Bicara

Seiring meluasnya rumor, Epic Games, developer Fortnite, menegaskan bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak benar. Melalui akun resmi @FortniteStatus di X, Epic menjelaskan bahwa akun “littlestjeff1” sebenarnya dimiliki pengguna lain yang baru-baru ini mengganti username mereka. Situs pelacak hanya menampilkan nama terkini tanpa riwayat perubahan nama sebelumnya.

CEO Epic Games, Tim Sweeney, menegaskan bahwa seseorang “bersenang-senang” mengganti nama akun untuk memancing reaksi publik. Epic juga menyatakan bahwa mereka tidak menemukan akun Fortnite yang terhubung dengan alamat email Epstein, dan akun yang bersangkutan beralih ke mode privat oleh pemiliknya sendiri, bukan pihak Epic.

Konsensus: Epstein Meninggal Dunia

Terlepas dari berbagai spekulasi, konsensus luas tetap bahwa Jeffrey Epstein meninggal pada 10 Agustus 2019 saat ditahan di penjara federal AS. Kondisi kematiannya memang memicu kecurigaan dan teori konspirasi, namun tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim bahwa ia masih hidup.

Dengan klarifikasi dari Epic Games dan bukti dari dokumen kasus, klaim bahwa Epstein masih hidup dan bermain Fortnite dinyatakan tidak benar.

Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari Opexus
INTERNASIONAL

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat. Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS. Ads close ads Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun…

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…