Media90 – Kekhawatiran warga terhadap keselamatan di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, semakin meningkat. Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya empat kecelakaan maut terjadi di jalur tersebut dalam waktu yang berdekatan.
Sebagian besar insiden melibatkan sepeda motor dan kendaraan berat, seperti dump truk hingga truk molen. Kondisi ini membuat warga sekitar merasa resah, terutama bagi pengguna jalan harian yang melintas di kawasan tersebut.
Kerusakan jalan yang berlubang dan tidak rata disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan. Warga menilai kondisi tersebut menyulitkan pengendara roda dua dalam menjaga keseimbangan, terlebih saat harus berbagi jalur dengan kendaraan bertonase besar.
Selain itu, tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, baik siang maupun malam hari, turut meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan fatal. Minimnya pengawasan dan rambu peringatan juga dinilai memperparah situasi.
Berikut rangkaian kecelakaan maut yang terjadi dalam waktu berdekatan di Jalan Raya Pasar Kemis:
- Minggu (1/2/2026)
Seorang wanita berusia 42 tahun terjatuh dan terlindas truk molen di depan PT Victory Chingluh. - Sabtu (7/2/2026)
Pengendara motor perempuan diduga oleng akibat jalan rusak, kemudian tertabrak dump truk. - Rabu (11/2/2026)
Kecelakaan antara sepeda motor dan truk pada malam hari yang menewaskan seorang pengendara laki-laki. - Jumat (13/2/2026)
Seorang siswi SMA kelas 12 meninggal dunia setelah terlindas truk molen pada pagi hari.
Rentetan empat kejadian ini terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar dua pekan. Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.
Warga pun mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Beberapa upaya yang diharapkan antara lain perbaikan jalan yang rusak dan berlubang, penambahan rambu peringatan, pengaturan jam operasional kendaraan berat, serta peningkatan patroli dan pengawasan lalu lintas.
Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan memakan korban jiwa di kemudian hari.














