NASIONAL

PAUD Tolak MBG, Diduga Datang Terlambat dan Kualitas Menu Disorot

8
×

PAUD Tolak MBG, Diduga Datang Terlambat dan Kualitas Menu Disorot

Sebarkan artikel ini
MBG Ditolak PAUD, Diduga Datang Telat 90 Menit, Anak-anak Sudah Pulang
MBG Ditolak PAUD, Diduga Datang Telat 90 Menit, Anak-anak Sudah Pulang

Media90 – Isu penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh sebuah PAUD mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini bukan hanya dipicu oleh keterlambatan distribusi makanan, tetapi juga disebut sebagai akumulasi kekecewaan pihak sekolah terhadap penyedia layanan.

Unggahan di platform Facebook oleh akun Rena Sagita yang kemudian dibagikan ulang melalui Instagram oleh akun @folkkonoha, langsung memicu perdebatan publik. Banyak warganet mempertanyakan kualitas serta ketepatan distribusi dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam unggahan tersebut, pihak PAUD menjelaskan alasan penolakan makanan MBG yang datang lebih siang dari jadwal belajar siswa. Distribusi makanan disebut baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB, sementara kegiatan belajar anak-anak PAUD telah selesai sejak pukul 09.30 WIB.

Baca Juga:  Gunung Semeru Kembali Aktif, 36 Letusan Tercatat Pagi Ini dengan Asap Putih 1000 Meter

Selisih waktu sekitar satu setengah jam membuat makanan tidak dapat dibagikan kepada siswa yang sudah pulang.

“Anak anak Paud pulang jam 9.30
Anak anak paud pulang jam 9.30 wiba tapi MBG datang jam 11.00 wiba
Akhirnya kami memutuskan untuk menolak MBG, sebenarnya bukan masalah telatnya hari ini tapi
masalahnya sudah banyak kekecewaan kami terhadap dapur ini dari menu yg ayamnya sudah 3 kali busuk dan masalah lainnya
Jadi ini adalah puncak dari kekecewaan,” tulis akun tersebut.

Pihak sekolah menegaskan, penolakan tersebut bukan semata karena keterlambatan pada hari itu saja. Mereka mengaku sudah beberapa kali mengalami kekecewaan terhadap kualitas makanan dari dapur penyedia.

Baca Juga:  Terungkap! Tambang Batu Bara di Berau Berada di Bawah Permukaan Sungai Kelay

Salah satu yang disoroti adalah menu ayam yang diduga tidak layak konsumsi dan disebut sudah terjadi hingga tiga kali. Hal ini menjadi faktor yang memuncak hingga akhirnya sekolah memutuskan menolak distribusi MBG.

Program MBG sendiri bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak usia dini. Namun, pelaksanaannya membutuhkan sistem distribusi yang tepat waktu serta pengawasan kualitas yang ketat agar tujuan program dapat tercapai.

Jika distribusi tidak berjalan optimal, bukan hanya manfaat program yang terhambat, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan pihak sekolah dan masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak dapur penyedia maupun pengelola program MBG terkait dugaan keterlambatan distribusi dan kualitas menu yang disoroti dalam unggahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *