TEKNO

AI.com Pecahkan Rekor Dunia: Dari Dibeli Bocah 10 Tahun hingga Terjual Rp1,17 Triliun

9
×

AI.com Pecahkan Rekor Dunia: Dari Dibeli Bocah 10 Tahun hingga Terjual Rp1,17 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kisah AI.com, Domain yang Dibeli Sejak Usia 10 Tahun Kini Bernilai Fantastis
Kisah AI.com, Domain yang Dibeli Sejak Usia 10 Tahun Kini Bernilai Fantastis

Media90 – Dunia teknologi internasional tengah digemparkan oleh transaksi nama domain yang memecahkan rekor global. Arsyan Ismail, seorang pengusaha teknologi asal Malaysia, secara mengejutkan berhasil menjual nama domain premium ai.com dengan nilai fantastis mencapai US$70 juta atau setara dengan Rp1,17 triliun.

Pembelinya adalah Kris Marszalek, CEO dari Crypto.com. Transaksi ini resmi dinobatkan sebagai penjualan domain termahal yang pernah diungkap secara transparan ke publik, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh CarInsurance.com sebesar US$49,7 juta pada tahun 2010.

Modal “Nekat” Kartu Kredit Ibu

Di balik angka triliunan rupiah tersebut, tersimpan kisah unik yang bermula lebih dari tiga dekade lalu. Arsyan Ismail mengungkapkan bahwa ia pertama kali meregistrasikan domain ai.com pada 4 Mei 1993. Saat itu, usianya baru 10 tahun dan istilah kecerdasan buatan belum populer seperti sekarang.

Baca Juga:  Tantangan dan Inspirasi: Perjalanan Nabila Yanwarita sebagai Global Youth Ambassador 2024

Arsyan mengakui bahwa kepemilikan aset berharga itu bermula dari aksi “kenakalan” masa kecilnya. Ia membeli domain tersebut seharga US$100 menggunakan kartu kredit ibunya secara diam-diam.

“Ibu saya marah besar waktu itu karena saya membebani tagihan kartunya. Dia bilang, ‘Apa-apaan ini? Apa yang kamu lakukan di internet?’” kenang Arsyan.

Alasan di balik pembelian domain dua huruf tersebut ternyata sangat sederhana: inisial namanya adalah “A.I.” (Arsyan Ismail). Berdasarkan dokumen resmi, alamat pendaftar domain itu tercatat di Kuala Lumpur, Malaysia, membuktikan bahwa ia telah memegang aset digital bernilai tinggi sejak era awal internet berkembang.

Misteri Rebutan Raksasa Teknologi

Sebelum resmi berpindah tangan, domain ai.com sempat menjadi pusat perhatian di kalangan pemerhati teknologi global. Pada awal 2023, publik menyadari bahwa mengetik alamat tersebut akan langsung diarahkan ke OpenAI melalui layanan ChatGPT.

Namun, tidak lama kemudian, tautan tersebut berubah arah menuju x.ai, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa domain tersebut tengah diperebutkan oleh raksasa teknologi dunia.

Baca Juga:  Kolaborasi Internasional: Dosen IIB Darmajaya dan FOKMA Malaysia Bersinergi dalam Pengabdian Masyarakat Global

Belakangan diketahui bahwa perubahan arah tersebut merupakan bagian dari strategi negosiasi dan penyewaan domain. Arsyan tidak langsung menjual asetnya hingga akhirnya kesepakatan permanen tercapai dengan Kris Marszalek pada April 2025. Proses transaksi difasilitasi oleh broker domain Larry Fischer, dengan pembayaran dilakukan sepenuhnya menggunakan mata uang kripto—menandai tonggak baru dalam sejarah transaksi aset digital.

Strategi Branding di Panggung Super Bowl

Setelah akuisisi selesai, Kris Marszalek langsung memperkenalkan wajah baru ai.com melalui iklan komersial di ajang Super Bowl LX.

Menurut Marszalek, kepemilikan domain kategori utama seperti ai.com sangat penting untuk membangun kepercayaan merek di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.

“Kami memiliki kebutuhan strategis untuk memiliki touchpoint ini. Tanpanya, sebuah merek berisiko menjadi sekadar komoditas biasa,” tegasnya.

Ia bahkan mengaku telah menerima berbagai tawaran besar dari pihak lain untuk membeli kembali domain tersebut, namun memilih mempertahankannya sebagai investasi jangka panjang.

Baca Juga:  Kris Marszalek Cetak Sejarah dengan Pembelian Domain AI.com Senilai Rp1,17 Triliun

Transformasi Menjadi “AI Agent” Personal

Lantas, apa rencana besar di balik domain bernilai triliunan rupiah ini?

Marszalek menjelaskan bahwa ai.com akan dikembangkan menjadi platform baru yang menghadirkan layanan “AI Agent” personal. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengguna menjalankan berbagai tugas kompleks secara otomatis, mulai dari mengelola aplikasi digital, mengirim pesan, hingga melakukan transaksi keuangan.

Berbeda dari asisten AI yang sudah ada, platform ini akan mengusung antarmuka sederhana agar mudah digunakan oleh semua kalangan, termasuk pengguna non-teknis. Selain itu, aspek privasi menjadi fokus utama, di mana data pengguna akan dienkripsi dengan kunci individual demi menjaga keamanan.

Aset Digital yang Lampaui Properti Fisik

Penjualan fenomenal ini tidak hanya mengangkat nama Malaysia di panggung teknologi global, tetapi juga mempertegas bahwa di era kecerdasan buatan, nama domain pendek bukan lagi sekadar alamat digital.

Kini, domain seperti ai.com telah bertransformasi menjadi aset strategis bernilai tinggi—bahkan mampu melampaui harga properti fisik di lokasi premium sekalipun. Fenomena ini menunjukkan bahwa di masa depan, “real estate digital” bisa menjadi salah satu investasi paling berharga di dunia teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *