TEKNO

OpenAI Hadirkan Lockdown Mode di ChatGPT, Perkuat Perlindungan dari Ancaman Siber

8
×

OpenAI Hadirkan Lockdown Mode di ChatGPT, Perkuat Perlindungan dari Ancaman Siber

Sebarkan artikel ini
ChatGPT Kini Lebih Aman, OpenAI Luncurkan Fitur Lockdown Mode
ChatGPT Kini Lebih Aman, OpenAI Luncurkan Fitur Lockdown Mode

Media90 – Seiring meningkatnya kemampuan kecerdasan buatan (AI), ancaman keamanan siber juga ikut berkembang semakin kompleks. Menjawab tantangan tersebut, OpenAI resmi meluncurkan dua fitur perlindungan terbaru untuk ChatGPT, yakni Lockdown Mode dan label “Elevated Risk”. Inovasi ini dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan siber canggih, termasuk teknik prompt injection yang kini menjadi perhatian serius di industri teknologi global.

Perkembangan AI yang semakin terintegrasi dengan internet dan aplikasi pihak ketiga memang membawa banyak manfaat bagi produktivitas. Namun di sisi lain, konektivitas ini juga membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mencoba memanipulasi sistem AI agar menjalankan instruksi berbahaya atau membocorkan data sensitif. Melalui fitur terbaru ini, OpenAI berupaya memberikan perlindungan ekstra bagi penggunanya.

Lockdown Mode, Perlindungan Maksimal untuk Data Sensitif

Fitur utama yang diperkenalkan adalah Lockdown Mode, sebuah pengaturan keamanan tingkat lanjut yang bersifat opsional. Mode ini dirancang khusus bagi pengguna dengan risiko tinggi, seperti eksekutif perusahaan, tim keamanan organisasi, hingga instansi pemerintahan.

Baca Juga:  AI Bukan Selalu Ringankan Beban, Riset Terbaru: Jam Kerja Karyawan Malah Memanjang

Lockdown Mode bekerja dengan membatasi secara ketat interaksi ChatGPT dengan sistem eksternal. Tujuannya adalah meminimalkan risiko pencurian data melalui serangan berbasis prompt injection.

Salah satu penerapannya terlihat pada fitur penjelajahan web. Saat Lockdown Mode aktif, akses internet ChatGPT hanya terbatas pada konten yang sudah tersimpan di sistem (cached content). Dengan demikian, tidak ada permintaan jaringan langsung ke luar, sehingga mencegah potensi kebocoran data ke server eksternal. Bahkan, beberapa fitur yang belum memenuhi standar keamanan akan dinonaktifkan sepenuhnya.

Siapa yang Bisa Menggunakan?

Saat ini, Lockdown Mode difokuskan untuk sektor bisnis dan pendidikan. Fitur ini tersedia bagi pengguna ChatGPT Enterprise, ChatGPT Edu, ChatGPT for Healthcare, serta ChatGPT for Teachers.

Baca Juga:  Perkenalkan Meta Llama 2: Saingan Terbaru untuk ChatGPT dan Google's Bard

Administrator dalam organisasi dapat mengaktifkan fitur ini melalui pengaturan workspace, termasuk menentukan peran tertentu bagi pengguna yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.

Meski masih terbatas, OpenAI berencana menghadirkan Lockdown Mode untuk pengguna individu dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa standar keamanan tinggi akan semakin inklusif dan bisa diakses lebih luas.

Label “Elevated Risk” untuk Transparansi

Selain Lockdown Mode, OpenAI juga memperkenalkan label “Elevated Risk”. Label ini berfungsi sebagai penanda pada fitur-fitur yang memiliki potensi risiko tambahan.

Label tersebut akan muncul pada layanan seperti ChatGPT Atlas dan Codex, memberikan informasi kepada pengguna mengenai kemungkinan risiko sebelum fitur digunakan. Dengan adanya penanda ini, pengguna dapat lebih bijak dalam mengaktifkan kemampuan tertentu.

Sebagai contoh, pada fitur pemrograman Codex, akses ke jaringan internet memungkinkan AI mengambil data langsung dari web. Dalam kondisi ini, label “Elevated Risk” akan memberikan peringatan disertai penjelasan, sehingga pengguna memahami konsekuensi dari pengaturan tersebut.

Baca Juga:  Infinix Rilis XOS 16: Android 16 dengan Fitur AI Lebih Canggih dan Desain Glow-space

Menuju Era Keamanan AI yang Lebih Tangguh

Kehadiran Lockdown Mode dan label risiko melengkapi sistem keamanan yang sudah ada sebelumnya, seperti sandboxing, pemantauan perilaku sistem, serta kontrol akses berbasis peran.

OpenAI menegaskan bahwa AI yang baik bukan hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya. Terlebih ketika sistem tersebut digunakan untuk mengelola data pribadi maupun informasi penting organisasi.

Langkah ini juga menjadi penanda bahwa keamanan kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi AI, bukan sekadar fitur tambahan. Bagi pengguna, ini memberikan kontrol lebih besar terhadap data mereka. Sementara bagi industri, inovasi ini menetapkan standar baru dalam transparansi dan perlindungan digital.

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, keamanan digital menjadi perjalanan panjang yang terus berubah. Dengan hadirnya Lockdown Mode dan label Elevated Risk, OpenAI menunjukkan bahwa inovasi tidak harus mengorbankan privasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *