Media90 – Langit Indonesia bersiap menyambut salah satu fenomena alam paling memukau tahun ini. Pada 3 Maret 2026, masyarakat dari Sabang sampai Merauke dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total, yang populer disebut Blood Moon atau Bulan Berdarah. Saat memasuki bayangan inti Bumi, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga yang dramatis.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus Saros 133 dan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sempurna. Bayangan inti Bumi (umbra) menutupi permukaan Bulan, namun cahaya Matahari yang terbiaskan oleh atmosfer Bumi memberikan warna merah khas yang mempesona
Durasi Totalitas dan Keistimewaan Gerhana 2026
Salah satu daya tarik gerhana kali ini adalah durasi fase totalitas yang cukup lama, yaitu sekitar 58–59 menit. Durasi hampir satu jam ini memberi kesempatan luas untuk menikmati perubahan warna Bulan tanpa terburu-buru.
Fenomena ini juga menjadi Gerhana Bulan Total terakhir yang bisa disaksikan hingga 31 Desember 2028, sehingga masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk melihat Bulan berdarah lagi.
Bagi umat Muslim, momen ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan salat gerhana. Waktu gerhana yang bersahabat, mulai maghrib hingga malam, membuat pengamatan lebih nyaman.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total di Indonesia
Berdasarkan data resmi BMKG, seluruh rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 39 menit. Berikut jadwal fase penting berdasarkan zona waktu:
Waktu Indonesia Barat (WIB)
- Penumbra: 15.44 WIB
- Sebagian: 16.50 WIB
- Totalitas: 18.04 – 19.02 WIB
- Puncak: 18.34 WIB
Waktu Indonesia Tengah (WITA)
- Sebagian: 17.50 WITA
- Totalitas: 19.04 – 20.02 WITA
- Puncak: 19.33 WITA
Waktu Indonesia Timur (WIT)
- Sebagian: 18.50 WIT
- Totalitas: 20.04 – 21.02 WIT
- Puncak: 20.33 WIT
Lokasi Pengamatan dan Tips Melihat Blood Moon
Seluruh wilayah Indonesia berpeluang menyaksikan fenomena ini jika cuaca cerah dan langit bebas awan tebal. Selain Indonesia, fenomena ini juga terlihat di Asia Timur, Australia, kawasan Pasifik, hingga sebagian Amerika.
Tips pengamatan:
- Gerhana Bulan Total aman diamati dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus
- Pilih lokasi minim polusi cahaya, seperti lapangan terbuka, pantai, atau dataran tinggi
- Gunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail permukaan Bulan dan gradasi warna merah lebih jelas
- Untuk fotografi, gunakan tripod agar hasil jepretan Blood Moon stabil dan jernih
Fenomena ini menjadi pengingat akan keagungan alam semesta yang selalu menyajikan kejutan luar biasa bagi penghuni Bumi.














