Media90.id – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar kegiatan pemberdayaan perempuan di bidang hukum bersama Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum Puspa), Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata Pemkab Tubaba dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan pemahaman perempuan mengenai hak-hak, pemberdayaan, serta perlindungan hukum, sekaligus mempererat sinergi berbagai organisasi yang bergerak di bidang perempuan dan anak.
Kepala Dinas PPPA Tubaba, Wita Hestriani, menjelaskan bahwa Forum Puspa merupakan wadah yang menghimpun berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, perguruan tinggi, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan perempuan dan anak.
Ia mengungkapkan, kepengurusan Forum Puspa di Kabupaten Tubaba telah beberapa kali mengalami pergantian. Saat ini forum tersebut beranggotakan berbagai organisasi perempuan, seperti TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, Salimah, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Aisyiyah, Muslimat, serta sejumlah organisasi lainnya yang berkolaborasi bersama Dinas PPPA.
Menurut Wita, masih banyak organisasi yang belum menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari Forum Puspa. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antarorganisasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Forum Puspa menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, perguruan tinggi, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak. Permasalahan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan sendiri, sehingga diperlukan sinergi semua pihak,” ujar Wita.
Ia juga menegaskan bahwa upaya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum laki-laki. Dengan keterlibatan semua pihak, perlindungan terhadap perempuan dan anak diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Ketua I TP PKK Tubaba, Ana Nadirsyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai hak-hak mereka, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pemberdayaan dan perlindungan hukum.
“Perempuan harus memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh perlindungan yang sama tanpa adanya diskriminasi gender,” kata Ana.
Menurutnya, melalui Forum Puspa, perempuan didorong untuk semakin berdaya serta memahami hak-haknya agar memperoleh perlindungan hukum yang layak. Ia menegaskan bahwa perempuan yang berdaya tidak hanya diukur dari keterlibatan di dunia kerja, tetapi juga dari peran strategisnya dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas.
Ana juga mengingatkan pentingnya pola pengasuhan yang tepat dalam mendidik anak. Orang tua, katanya, perlu memahami perbedaan antara sikap tegas dalam membentuk karakter anak dengan tindakan kasar yang berpotensi menjadi kekerasan verbal maupun fisik.
Menurutnya, pola asuh yang salah dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih bijaksana dan penuh kasih sayang dalam proses pengasuhan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperluas pemahaman masyarakat mengenai perlindungan hukum, serta menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.














