PENDIDIKAN

Kemenag Gratiskan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Siswa Madrasah di Semua Jenjang

6
×

Kemenag Gratiskan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Siswa Madrasah di Semua Jenjang

Sebarkan artikel ini
Kemenag Gratiskan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Siswa Madrasah di Semua Jenjang

Media90.id – Kementerian Agama (Kemenag) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan dengan meluncurkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang dapat diakses secara gratis oleh guru maupun siswa madrasah di seluruh Indonesia.

Seluruh buku tersedia dalam format digital dan dapat diunduh melalui situs resmi Kementerian Agama. Kehadiran buku elektronik tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap bahan ajar sekaligus mendukung implementasi kurikulum terbaru di lingkungan madrasah.

Ads
close ads

Tersedia untuk MI, MTs, MA hingga MAPK

Sebanyak 90 buku telah disiapkan Kemenag, terdiri atas 58 Buku Teks Utama (BTU) untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Selain itu, tersedia pula 32 buku khusus bagi peserta didik Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAPK), yang sebagian besar disusun menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan seluruh buku tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh madrasah di Indonesia.

“Kita sudah siapkan 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, penyediaan buku digital merupakan bagian dari upaya Kemenag dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.

“Ini semua kita siapkan untuk memudahkan siswa dan guru madrasah, sekaligus menjadi langkah kami untuk ikut berkontribusi dalam penguatan literasi,” tambahnya.

Mengacu pada Kurikulum Terbaru

Penerbitan buku-buku tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum untuk RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa seluruh materi disusun agar selaras dengan standar kurikulum terbaru yang berlaku di madrasah.

Untuk jenjang MI hingga MA, buku yang disediakan mencakup mata pelajaran:

  • Al-Qur’an Hadis
  • Akidah Akhlak
  • Fikih
  • Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
  • Bahasa Arab

Sementara itu, bagi MAN Program Keagamaan (MAPK), materi yang tersedia meliputi Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, Fikih, hingga Bahasa Arab tingkat lanjut.

Integrasikan Kurikulum Berbasis Cinta

Tak hanya berisi materi pembelajaran, buku-buku tersebut juga mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menjadi salah satu pendekatan pendidikan di madrasah.

Kurikulum ini menanamkan lima nilai utama atau Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan lingkungan.

Disusun Berdasarkan Fase Pembelajaran

Agar lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik, seluruh buku disusun berdasarkan enam fase pembelajaran.

Fase A diperuntukkan bagi siswa kelas 1–2, sementara Fase F ditujukan untuk siswa kelas 11–12. Pembagian tersebut diharapkan memudahkan guru dalam menyampaikan materi secara bertahap sesuai tingkat perkembangan siswa.

Perkuat Literasi Digital Madrasah

Penyediaan buku digital secara gratis juga menjadi bagian dari upaya Kemenag memperkuat literasi digital di lingkungan madrasah.

Dengan sistem unduhan daring, guru dan siswa dapat mengakses bahan ajar kapan saja tanpa harus menunggu distribusi buku cetak. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas pemerataan akses pendidikan serta mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif di seluruh madrasah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *