OTOMOTIF

Banyak Dicibir, Ferrari Luce Justru Laris Manis di China

Solhan Khairi
8
×

Banyak Dicibir, Ferrari Luce Justru Laris Manis di China

Sebarkan artikel ini
Ferrari Luce Jadi Bahan Cibiran Penjualannya Malah Moncer di China

Media90.id – Ferrari Luce menjadi salah satu mobil listrik paling kontroversial yang diperkenalkan Ferrari dalam beberapa tahun terakhir. Saat debut global, mobil listrik tersebut mendapat banyak kritik dari penggemar otomotif, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

Namun, respons berbeda justru datang dari pasar China. Di negara dengan pasar otomotif terbesar di dunia tersebut, Ferrari Luce disebut mendapat sambutan positif dan langsung menarik minat konsumen kelas atas.

Ads
close ads

Bahkan, alokasi awal sebanyak 88 unit untuk pasar China dikabarkan habis dipesan dalam waktu singkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kontroversi desain yang ramai di internet tidak serta-merta memengaruhi minat konsumen kaya di Negeri Tirai Bambu.

Ferrari Luce Dibanderol Hampir Rp9 Miliar

Ferrari memasarkan Luce di China dengan harga mulai dari 3.988.000 yuan atau sekitar Rp9 miliar.

Menariknya, harga tersebut justru sekitar 7 persen lebih rendah dibandingkan banderolnya di Eropa yang mencapai 550.000 euro atau sekitar Rp11,3 miliar.

Harga fantastis tersebut ternyata tidak menjadi penghalang bagi konsumen China. Justru, angka 3.988.000 yuan dianggap memiliki makna khusus dalam budaya setempat.

Ferrari disebut tidak sembarangan menentukan harga tersebut. Rangkaian angka 3.988.000 yuan memiliki nuansa keberuntungan dalam numerologi China yang berkaitan dengan kehidupan, kemakmuran, dan kesuksesan jangka panjang. Demikian dikutip dari Arena EV, Selasa (14/7/2026).

Makna Angka 3.988.000 yang Bikin Pembeli Tertarik

Dalam budaya China, angka memiliki makna yang cukup penting. Angka 3 dikaitkan dengan kehidupan dan pertumbuhan, sedangkan angka 9 kerap diasosiasikan dengan keabadian atau sesuatu yang berlangsung lama.

Sementara itu, angka 8 dikenal sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran. Penggunaan angka 8 secara berurutan, termasuk 88, dipercaya dapat memperkuat makna keberuntungan.

Rangkaian 3-9-8-8 pada harga Ferrari Luce pun dapat dimaknai sebagai harapan akan kehidupan yang panjang, kesuksesan, serta kemakmuran.

Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi konsumen kelas atas di China. Dengan begitu, Ferrari Luce tidak hanya dipandang sebagai kendaraan mewah, tetapi juga dapat menjadi simbol status dan keberuntungan.

Banyak Dicibir Saat Debut

Sebelum mendapat respons positif di China, Ferrari Luce sempat menuai kontroversi ketika diperkenalkan di Roma pada Mei 2026.

Mobil listrik empat pintu tersebut dirancang oleh Jony Ive, desainer legendaris yang sebelumnya dikenal melalui berbagai produk Apple.

Namun, desain Luce dianggap terlalu sederhana dan dinilai kurang menggambarkan karakter Ferrari yang selama ini identik dengan mobil sport agresif.

Kritik bahkan sempat memberikan tekanan terhadap saham Ferrari. Harga saham perusahaan dilaporkan turun lebih dari 6 persen dalam sehari setelah peluncuran.

Tidak lama setelah itu, Ferrari juga melakukan pergantian pimpinan pemasaran sebagai bagian dari strategi baru perusahaan.

Bukan Supercar, Melainkan Grand Tourer Mewah

Salah satu sumber kontroversi Ferrari Luce adalah anggapan bahwa mobil tersebut merupakan supercar listrik. Padahal, Ferrari merancang Luce sebagai grand tourer (GT) mewah dengan konfigurasi lima penumpang.

Karakter Luce lebih diarahkan pada kenyamanan perjalanan jarak jauh dibandingkan sekadar mengejar performa ekstrem di lintasan.

Konsep tersebut membuat Luce menjadi salah satu produk yang cukup berbeda dalam sejarah Ferrari. Selama ini, merek asal Italia tersebut lebih dikenal melalui mobil sport dua pintu dengan karakter performa tinggi.

Dengan Luce, Ferrari mencoba masuk ke segmen yang lebih mengutamakan kenyamanan, kemewahan, serta pengalaman berkendara jarak jauh tanpa meninggalkan citra eksklusif merek.

Status Sosial Lebih Penting dari Spesifikasi

Jika hanya melihat spesifikasi, Ferrari Luce bukan berarti menjadi mobil listrik paling unggul di pasar China.

Sejumlah mobil listrik buatan China seperti BYD Yangwang U9 dan Hyptec SSR menawarkan performa akselerasi serta teknologi pengisian daya yang kompetitif, bahkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Namun, bagi konsumen kelas atas, membeli Ferrari bukan sekadar membandingkan spesifikasi di atas kertas.

Prestise, eksklusivitas, sejarah merek, serta citra sosial menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian. Karena itu, harga tinggi Ferrari Luce justru dapat menjadi bagian dari daya tariknya.

Di China, Ferrari Luce bahkan disebut sebagai “4 juta RMB di atas roda”, yang menggambarkan posisinya sebagai simbol status bagi pemiliknya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar mobil listrik premium tidak selalu mengikuti opini yang ramai di internet. Meski banyak dicibir ketika pertama kali diperkenalkan, Luce justru mampu menarik minat konsumen kaya di China.

Perpaduan antara nama besar Ferrari, jumlah produksi yang terbatas, serta strategi pemasaran yang memahami karakter pasar lokal menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu menjelaskan respons positif tersebut.

Bagi sebagian konsumen, Ferrari Luce bukan sekadar kendaraan listrik, tetapi juga simbol kemewahan dan status sosial di tengah perkembangan era elektrifikasi.

Spesifikasi Ferrari Luce

Dari sisi performa, sistem penggerak Ferrari Luce dikembangkan dan dirakit secara mandiri di pabrik Ferrari di Maranello. Mobil ini menggunakan arsitektur penggerak elektrik murni dengan empat motor listrik sinkron magnet permanen radial-flow yang ditempatkan pada masing-masing roda.

Keempat motor tersebut mengadopsi basis teknologi dari hypercar Ferrari F80. Kombinasinya mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 772 kW atau setara 1.050 cv ketika fitur Launch Control diaktifkan.

Motor listrik di bagian depan mampu berputar hingga 30.000 rpm, sedangkan motor belakang memiliki batas putaran hingga 25.500 rpm.

Untuk torsinya, Ferrari Luce menghasilkan torsi gabungan hingga 990 Nm yang disalurkan ke roda. Ketika sistem pendukung akselerasi diaktifkan, sistem reduksi pada poros roda belakang mampu mengamplifikasi torsi instan hingga 7.750 Nm ke permukaan jalan.

Dengan bobot mencapai 2.260 kg, kombinasi sistem penggerak tersebut membuat Ferrari Luce mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 2,5 detik.

Sementara itu, akselerasi 0-200 km/jam dapat ditempuh dalam 6,8 detik. Kecepatan maksimalnya diklaim mampu menembus lebih dari 310 km/jam.

Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Untuk sumber energinya, Ferrari Luce menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 122 kWh.

Paket baterai bertegangan tinggi 800 Volt tersebut menggunakan sel jenis pouch yang dikembangkan melalui kolaborasi teknis dengan SK On.

Dalam kondisi baterai terisi penuh, Ferrari mengklaim Luce mampu menempuh jarak lebih dari 530 kilometer.

Seluruh distribusi energi dari baterai menuju motor listrik dikontrol secara real-time melalui komputer pusat Vehicle Control Unit (VCU). Sistem tersebut memperbarui target data hingga 200 kali setiap detik.

Untuk pengisian daya, Ferrari Luce mendukung pengisian cepat DC dengan daya maksimal hingga 350 kW.

Dengan kemampuan tersebut, baterai diklaim dapat memperoleh tambahan energi sebesar 70 kWh hanya dalam waktu sekitar 20 menit pada stasiun pengisian yang kompatibel.

Ferrari juga membekali Luce dengan modul booster DC/DC internal berdaya 150 kW. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mengoptimalkan proses pengisian ketika mobil menggunakan infrastruktur pengisian lama dengan tegangan 400 Volt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *