Media90.id – Harga smartphone berpotensi kembali mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan. Qualcomm dikabarkan menaikkan harga System on Chip (SoC) Snapdragon dengan kenaikan dua digit untuk seluruh pengiriman yang dimulai pada 1 September mendatang.
Menurut laporan Bloomberg, kenaikan harga tersebut dipicu oleh biaya rantai pasok yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat Qualcomm disebut tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya yang muncul.
Selain menaikkan harga, Qualcomm juga dikabarkan tengah mencari pemasok alternatif untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan komponen yang masih terjadi.
Qualcomm Masih Bergantung pada TSMC
Salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap Qualcomm adalah ketergantungannya pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sebagai salah satu mitra manufaktur utama.
Di sisi lain, kapasitas produksi TSMC juga tengah diperebutkan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple dan NVIDIA.
Kondisi tersebut membuat pilihan Qualcomm dalam jangka pendek menjadi lebih terbatas. Keterbatasan kapasitas produksi serta meningkatnya biaya rantai pasok pada akhirnya berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga chipset Snapdragon.
Harga Smartphone Bisa Ikut Naik
Snapdragon digunakan oleh banyak produsen smartphone Android. Chipset Qualcomm juga digunakan pada berbagai perangkat lain, termasuk wearable.
Karena itu, kenaikan harga Snapdragon berpotensi memberikan dampak yang cukup luas terhadap industri perangkat elektronik.
Produsen smartphone kini harus menentukan strategi untuk menghadapi kenaikan biaya tersebut. Mereka memiliki pilihan untuk menyerap kenaikan biaya agar harga perangkat tetap stabil, atau meneruskannya kepada konsumen melalui kenaikan harga jual.
Jika produsen memilih opsi kedua, harga smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon berpotensi ikut mengalami kenaikan.
Terlebih, sejumlah merek smartphone sebenarnya sudah mulai menaikkan harga produknya dalam beberapa waktu terakhir, terutama pada segmen entry-level dan menengah.
Kenaikan harga chipset Snapdragon mulai September mendatang pun berpotensi semakin menambah tekanan terhadap harga perangkat baru.
Meski demikian, besarnya dampak terhadap harga smartphone nantinya akan bergantung pada keputusan masing-masing produsen. Tidak semua perusahaan mungkin langsung meneruskan seluruh kenaikan biaya komponen kepada konsumen.
Jika kenaikan harga Snapdragon benar-benar diterapkan mulai September, menarik untuk melihat bagaimana strategi para produsen smartphone dalam menjaga harga produknya.
Apakah mereka akan menyerap kenaikan biaya atau justru harga smartphone kembali melonjak?














