Media90.id – Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyerukan pentingnya mentransformasikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan menjadi kontribusi konkret bagi pembangunan bangsa dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Kristomei, kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kedaulatan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Ia menegaskan, semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui pengabdian dan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Kristomei menekankan peran sentral TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas negara. Menurutnya, institusi militer memiliki tanggung jawab sejarah untuk melanjutkan visi dan cita-cita para pendiri bangsa.
“Sebagai benteng utama pertahanan bangsa, TNI memikul amanah luhur para pahlawan, untuk senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi rakyat, bangsa, dan negara,” kata Mayjen Kristomei Sianturi, Senin (17/8/2026).
Ia menjelaskan, posisi TNI saat ini tidak lagi hanya dipandang dari sisi peran militer konvensional. TNI memiliki tanggung jawab sebagai pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus pembela ideologi Pancasila.
Selain itu, TNI juga berperan sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendukung percepatan pembangunan di daerah demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kristomei menilai kesadaran terhadap sejarah menjadi salah satu poin penting dalam memaknai kemerdekaan, terutama bagi masyarakat di wilayah Lampung dan Bengkulu yang berada dalam wilayah kerja Kodam XXI Radin Inten.
Menurutnya, masyarakat harus tetap memahami jati diri bangsa yang terbentuk melalui perjalanan sejarah dan perjuangan panjang para pendahulu.
“Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Lampung dan Bengkulu, untuk tidak sekali-kali melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa,” tegas Mayjen Kristomei Sianturi.
Ia mengingatkan bahwa kebebasan yang dinikmati masyarakat saat ini memiliki harga yang sangat mahal. Kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan tenaga, pikiran, harta, darah, air mata, hingga jiwa para pejuang.
Karena itu, menurut Kristomei, bentuk penghormatan terbaik terhadap perjuangan para pahlawan bukan hanya dengan mengenang sejarah, tetapi juga menunjukkan integritas dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan saat ini.
“Penghormatan terbaik terhadap perjuangan para pendahulu adalah dengan menunjukkan integritas dan memberikan pengabdian terbaik di masa kini,” ujarnya.
Di tengah perkembangan dunia yang semakin dinamis, Pangdam mengajak masyarakat untuk menerjemahkan semangat patriotisme ke dalam tindakan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Nilai-nilai perjuangan, kata dia, harus diwujudkan melalui inovasi, kreativitas, kerja keras, serta pengabdian yang mampu menjawab berbagai tantangan modern.
Kristomei mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran sesuai bidang masing-masing. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun bangsa.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menyatukan kekuatan dan menyamakan visi demi mencapai cita-cita besar Indonesia.
Menurutnya, nilai-nilai kemerdekaan harus ditransformasikan menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan serta mendorong pembangunan nasional.
“Mari kita satukan kekuatan, samakan visi, dan transformasikan nilai-nilai kemerdekaan menjadi energi positif untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, sejahtera, dan bermartabat,” pungkas Kristomei.
Momentum HUT ke-81 RI tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Semangat para pahlawan diharapkan terus hidup melalui karya, integritas, inovasi, dan pengabdian nyata bagi Indonesia.














