BERITA

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Kelistrikan untuk Pertanian Modern di Lampung

Luluk RJMP
13
×

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Kelistrikan untuk Pertanian Modern di Lampung

Sebarkan artikel ini
Jelang Hari Pelanggan Nasional PLN Dorong Penguatan Listrik untuk Pertanian Modern Lampung

Media90.id – Pemanfaatan listrik untuk sistem pengairan turut menopang keberhasilan panen raya percontohan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Dari lahan percontohan seluas 100 hektare, produktivitas padi tercatat mencapai sekitar 11,4 ton per hektare. Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus memperkuat layanan kelistrikan untuk mendukung sektor produktif, termasuk pertanian.

Ads
close ads

Di kawasan PM-AAS tersebut, PLN membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Infrastruktur ini membantu menjaga ketersediaan air di lahan persawahan, terutama ketika curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan hasil panen PM-AAS menunjukkan bahwa pemanfaatan inovasi dan teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton per hektare. Ini membuktikan inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas. Jadi ke depan, kami akan terus mendorong penerapan teknologi ini agar semakin banyak petani mendapatkan manfaat dan kesejahteraannya meningkat,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Dukungan Kelistrikan Bantu Pengairan Sawah

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, mengungkapkan dukungan kelistrikan memiliki peran penting dalam membantu petani mengalirkan air melalui sistem irigasi perpompaan.

Menurutnya, keberadaan listrik juga memungkinkan pompa bantuan Kementerian Pertanian RI digunakan secara lebih optimal. Melalui Program Listrik Masuk Sawah, petani diharapkan semakin mudah menjalankan kegiatan pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengairan.

“Kami bersama PLN dan dinas pertanian juga akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau,” ungkap Hermansyah.

Sementara itu, General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan listrik kini tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam modernisasi sektor pertanian.

Energi listrik dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sistem pengairan, pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian hingga proses pascapanen.

“Di lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien, serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani,” ujar Noer Soeratmoko.

Noer menambahkan, PLN siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan listrik di kawasan pertanian lainnya.

Pengembangan jaringan kelistrikan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani sekaligus kondisi infrastruktur kelistrikan di setiap wilayah.

Dukung Elektrifikasi di Berbagai Sentra Pertanian

Hingga saat ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.

Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN untuk mendukung kegiatan pertanian.

Penguatan kelistrikan di sektor pertanian menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan produktif. Kehadiran pasokan listrik yang andal diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan teknologi pertanian dan meningkatkan efisiensi usaha tani.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, kelompok tani dan berbagai pemangku kepentingan, pemanfaatan listrik di sektor pertanian diharapkan terus diperluas.

Dengan demikian, penerapan teknologi pertanian modern dapat semakin berkembang, produktivitas petani meningkat, serta ketahanan pangan di Provinsi Lampung semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *