Media90.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, hingga peningkatan kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Upaya tersebut terlihat saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau produksi dan pemanfaatan PHC yang digunakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, petani menyampaikan adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC. Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik setelah mendapatkan perlakuan pupuk hayati tersebut.
Petani dari Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono, mengatakan perubahan pada tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah penggunaan PHC.
Menurutnya, daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan pertumbuhan bulir padi dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Perubahannya mulai terlihat setelah penggunaan PHC. Daunnya lebih hijau dan batangnya juga lebih kuat,” ujar Surono.
Tanaman padi yang mendapatkan perlakuan PHC tersebut saat ini masih dalam proses menuju masa panen. Pengukuran melalui ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui tingkat produktivitas secara lebih terukur.
Selain PHC, penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM AAS) juga memberikan sejumlah dukungan teknologi kepada petani.
Dalam penerapannya, petani memanfaatkan unsur silika, pestisida, hormon, dan molybdenum sebagai bagian dari teknologi budidaya tanaman.
Petani menyebut penerapan teknologi tersebut berpotensi mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Pada tahun ini, petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sehingga pengelolaan lahan dapat dilakukan secara lebih tepat.
Pemprov Lampung menilai penerapan teknologi pertanian modern memiliki potensi besar apabila dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah.
Peningkatan produktivitas hingga satu ton gabah per hektare dinilai dapat memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi petani.
Namun, peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi dan pupuk. Ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah persawahan Rama Nirwana.
Kondisi saluran irigasi serta perbedaan elevasi menyebabkan air sulit masuk ke beberapa areal persawahan, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan sumur bor dan pompa sebagai solusi pendukung kebutuhan air pertanian.
Akan tetapi, keterbatasan bantuan pemerintah membuat belum seluruh kelompok tani dapat memperoleh bantuan pompa secara bersamaan.
Karena itu, Gubernur Lampung menekankan pentingnya mekanisme gotong royong antarpetani agar kelompok yang belum memperoleh bantuan tetap dapat mengakses sumber air.
Mekanisme pembayaran setelah panen atau yarnen juga dapat didiskusikan di tingkat Gapoktan sebagai bentuk usaha bersama untuk mendukung biaya operasional pompa.
“Yang penting bagaimana petani bisa bergotong royong. Kalau belum mendapatkan bantuan pompa, bisa dibicarakan mekanisme bersama, termasuk pembayaran setelah panen,” kata Rahmat.
Gapoktan Didorong Mandiri Sediakan Alsintan
Selain persoalan air, Pemprov Lampung mendorong Gapoktan mulai membangun kemandirian dalam penyediaan Alsintan.
Kepemilikan traktor, combine harvester, maupun berbagai peralatan pertanian lainnya di tingkat Gapoktan dinilai dapat membantu petani mengatasi keterbatasan akses alat, baik saat musim tanam maupun ketika memasuki masa panen.
Gubernur Lampung berharap Gapoktan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kelompok tani, tetapi juga dapat berkembang menjadi unit usaha yang mampu menyediakan layanan Alsintan bagi para anggotanya.
Dengan kemandirian tersebut, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah yang jumlah dan penyalurannya dilakukan secara bertahap.
Pemprov Lampung selanjutnya akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, Gapoktan, dan petani dalam memperkuat ekosistem pertanian.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan dan pengelolaan air, pemanfaatan pupuk hayati, pengendalian hama secara terpadu, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan kemandirian Alsintan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani di Lampung, khususnya di sentra pertanian Lampung Tengah.














