Media90.id – Setelah resmi meluncur di Jakarta, media90.id berkesempatan menjajal langsung Mitsubishi XForce Hybrid melalui sesi test drive yang disiapkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Dalam pengujian tersebut, kami tidak hanya mengeksplorasi pembaruan yang dibawa Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid ini, tetapi juga merasakan langsung teknologi elektrifikasi, kenyamanan kabin, hingga sejumlah mode berkendara yang tersedia.
“Melalui kegiatan Media Test Drive ini, kami berharap rekan-rekan media dapat merasakan secara langsung berbagai penyempurnaan tersebut dan membagikan pengalaman tersebut kepada masyarakat Indonesia, sehingga semakin banyak pelanggan dapat mengenal dan merasakan nilai lebih yang ditawarkan oleh New XForce,” ujar Atsushi Kurita, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Rute test drive yang disiapkan MMKSI cukup beragam. Perjalanan dimulai dari kantor MMKSI di Pulomas, Jakarta Timur, menuju Karawang, Jawa Barat.
Sepanjang perjalanan, peserta melewati berbagai karakter jalan, mulai dari kepadatan lalu lintas perkotaan hingga permukaan jalan yang tidak rata.
Rute tersebut cukup merepresentasikan kondisi yang kerap ditemui pengguna SUV di Indonesia. Dengan demikian, karakter kenyamanan dan performa Mitsubishi XForce Hybrid bisa dirasakan dalam penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Kabin Senyap Saat Gunakan EV Mode
Kesan pertama saat memasuki kabin Mitsubishi XForce Hybrid adalah ruang yang terasa lega. Bahkan ketika mobil diisi empat orang selama sesi test drive, kabin masih terasa nyaman dan tidak memberikan kesan sempit.
Saat mobil mulai bergerak perlahan, mesin bensin belum langsung bekerja. Pergerakan roda pada kondisi tersebut masih mengandalkan motor listrik yang mendapat suplai energi dari baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh.
Perjalanan dari Pulomas menuju Karawang sebagian besar dilakukan melalui jalan tol, termasuk melewati Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).
Kontur jalan MBZ yang bergelombang menjadi kesempatan untuk merasakan karakter XForce Hybrid, terutama dari sisi kenyamanan dan kesenyapan kabin.
Pada sebagian perjalanan, kami menggunakan EV Mode, salah satu dari tujuh mode berkendara yang tersedia.
Dalam mode tersebut, mobil akan memaksimalkan kinerja motor listrik selama daya baterai masih tersedia dan kondisi berkendara memungkinkan.
Sensasi yang paling terasa adalah mobil mampu melaju dengan halus tanpa suara mesin yang mengganggu. Pengalaman tersebut memberikan karakter berkendara yang menyerupai kendaraan listrik murni.
Kabin juga terasa senyap karena mampu meredam suara dari luar kendaraan dengan cukup baik.
Kenyamanan semakin terasa berkat penyempurnaan pada sektor suspensi. Ketika melewati sambungan jalan maupun kontur bergelombang di jalan layang MBZ, guncangan yang diteruskan ke dalam kabin terasa lebih lembut.
Charge Mode Bantu Isi Ulang Baterai
Selain EV Mode, kami juga mencoba Charge Mode, terutama ketika kapasitas baterai mulai menipis.
Mode ini memungkinkan mesin bensin tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga mengisi ulang daya baterai hybrid.
Proses pengisian melalui Charge Mode terasa cukup cepat. Dalam waktu relatif singkat, indikator kapasitas baterai kembali meningkat sehingga mobil dapat kembali memanfaatkan tenaga motor listrik.
Selain Charge Mode, Mitsubishi XForce Hybrid juga dibekali sistem regenerative braking yang dapat mengubah energi saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Fitur tersebut dapat dioptimalkan dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi B (Brake). Penggunaan posisi B idealnya dilakukan ketika kendaraan melintasi jalan menurun.
Menjajal XForce Hybrid di Jalur Berbatu
Pengujian Mitsubishi XForce Hybrid tidak hanya dilakukan di jalan beraspal. MMKSI juga menyiapkan lintasan berbatu untuk menunjukkan kemampuan SUV tersebut ketika menghadapi permukaan jalan yang lebih menantang.
Pada tahap awal, kami diminta melintasi jalur berbatu dengan kecepatan rendah menggunakan EV Mode.
Meski permukaan jalan tidak rata, karakter yang dirasakan masih mirip ketika mobil melaju di jalan raya. Kabin tetap terasa senyap karena motor listrik menjadi sumber penggerak.
Suspensi juga mampu meredam guncangan dengan baik sehingga hentakan dari permukaan jalan tidak terasa berlebihan di dalam kabin.
Setelah satu putaran, mode berkendara kemudian dialihkan ke Gravel Mode.
Mode tersebut dirancang untuk memberikan traksi maksimal ketika mobil melewati jalan tidak rata, dengan tetap mempertahankan tenaga dan efisiensi.
Lintasan masih dipenuhi bebatuan dengan kecepatan yang disarankan sekitar 30 km/jam. Namun ketika berada di balik kemudi, laju kendaraan sempat melebihi angka tersebut tanpa disengaja.
Hal itu tidak terlepas dari karakter pengendalian XForce Hybrid yang terasa mudah. Mobil masih nyaman dikendalikan ketika melaju di atas permukaan berbatu.
Gejala roda kehilangan traksi atau slip juga terasa minim selama melewati lintasan tersebut.
Ketika bermanuver di tikungan, mobil mampu mengikuti arah kemudi dengan baik sehingga rasa percaya diri pengemudi tetap terjaga meski permukaan jalan tidak ideal.
Kemampuan tersebut juga didukung ground clearance yang cukup tinggi. Ketika melewati bebatuan dan kontur jalan bergelombang, bagian bawah kendaraan tidak mudah bersentuhan dengan permukaan jalan.
Uji Kemampuan di Bridgestone Proving Ground
Rangkaian test drive kemudian dilanjutkan menuju Bridgestone Proving Ground. Area tersebut memiliki total lintasan sepanjang 1,9 kilometer.
Di lokasi ini, kami mendapat kesempatan mencoba sejumlah tantangan yang dirancang untuk mengeksplorasi karakter Mitsubishi XForce Hybrid.
Pengujian diawali dengan melewati lintasan yang memiliki sejumlah tikungan tajam. Dengan radius putar 5,2 meter, XForce Hybrid terasa mudah diarahkan ketika melewati tikungan.
Selanjutnya, terdapat pengujian akselerasi menggunakan Tarmac Mode.
Pada mode ini, mobil diajak melaju dengan kecepatan lebih tinggi untuk merasakan respons tenaga dan kestabilannya.
Hasilnya, karakter XForce Hybrid terasa berbeda. Respons akselerasi terasa lebih spontan ketika pedal gas diinjak dan mobil mampu meningkatkan kecepatan secara halus.
Sistem pengereman juga bekerja dengan baik ketika kendaraan harus mengurangi kecepatan setelah melaju cukup kencang. Kontrol kendaraan tetap terasa terjaga sehingga memberikan rasa aman bagi pengemudi.
Kesimpulan
Berdasarkan pengalaman test drive, Mitsubishi XForce Hybrid tidak hanya menawarkan efisiensi melalui teknologi elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman dan fleksibel.
Salah satu kesan paling menonjol adalah kesenyapan kabin ketika mobil melaju menggunakan EV Mode.
Peredaman kabin yang baik serta penyempurnaan suspensi membuat perjalanan dari Jakarta menuju Karawang terasa nyaman, termasuk ketika melewati permukaan bergelombang di jalan layang MBZ.
Berbagai mode berkendara yang tersedia juga bukan sekadar pelengkap. EV Mode memberikan pengalaman berkendara yang halus layaknya mobil listrik, sementara Charge Mode membantu menjaga kapasitas baterai ketika diperlukan.
Gravel Mode dan Tarmac Mode juga memberikan karakter berbeda sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan pengemudi.
Kemampuan handling yang mudah, minimnya gejala slip di jalur berbatu, hingga respons akselerasi saat diuji di Bridgestone Proving Ground semakin melengkapi karakter XForce Hybrid sebagai SUV yang nyaman untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya menggunakan mobil listrik, Mitsubishi XForce Hybrid menawarkan kombinasi kenyamanan, teknologi, efisiensi, serta pengalaman berkendara yang cukup seimbang.
FAQ Test Drive Mitsubishi XForce Hybrid
Apa kesan pertama saat test drive Mitsubishi XForce Hybrid?
Kesan paling terasa adalah kabin yang senyap ketika mobil melaju menggunakan EV Mode. Ruang kabin juga terasa lega, sementara suspensi mampu meredam guncangan dengan baik.
Apa fungsi EV Mode pada Mitsubishi XForce Hybrid?
EV Mode memaksimalkan penggunaan motor listrik selama daya baterai masih mencukupi dan kondisi berkendara memungkinkan.
Bagaimana cara mengisi ulang baterai Mitsubishi XForce Hybrid?
Baterai dapat diisi melalui Charge Mode yang memanfaatkan mesin bensin, serta sistem regenerative braking yang mengubah energi saat deselerasi atau pengereman menjadi listrik.
Pengemudi juga dapat mengoptimalkan regenerative braking dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi B (Brake), terutama ketika melintasi jalan menurun.
Apa fungsi Gravel Mode pada Mitsubishi XForce Hybrid?
Gravel Mode dirancang untuk meningkatkan traksi ketika kendaraan melintasi jalan berbatu atau permukaan tidak rata. Mode ini membantu menjaga cengkeraman roda dan meminimalkan gejala slip.
Apakah Mitsubishi XForce Hybrid nyaman untuk perjalanan jauh?
Berdasarkan pengalaman test drive, kombinasi kabin yang senyap, suspensi yang nyaman, handling yang mudah dikendalikan, serta beragam mode berkendara membuat Mitsubishi XForce Hybrid cocok digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.














