BERITA

32 Ribu Warga Lampung Selatan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Diperkuat

Luluk RJMP
0
×

32 Ribu Warga Lampung Selatan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke 32 Ribu Warga Dinkes Lamsel Perkuat Layanan Puskesdes

Media90.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mencatat sebanyak 32.415 warga terdampak persebaran debu abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim hingga Minggu (26/9/2026) pukul 15.00 WIB.

Ads
close ads

Meski jumlah warga terdampak cukup banyak, hingga saat ini belum ada masyarakat yang dilaporkan mengungsi akibat persebaran abu vulkanik tersebut.

“Data tersebut, hingga kini belum ada warga yang mengungsi. Kemudian 16 dari 28 Puskesmas di Lampung Selatan mencatat, belum menangani laporan gangguan kesehatan, yang diidap masyarakat,” kata Devi Arminanto.

Dinas Kesehatan Lampung Selatan masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Langkah antisipasi juga terus dilakukan meskipun belum ditemukan laporan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan abu vulkanik.

Poskesdes dan Pustu Dimaksimalkan

Devi mengatakan pihaknya memaksimalkan layanan kesehatan di tingkat desa untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.

Layanan tersebut dilakukan melalui Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di wilayah terdampak.

“Untuk langkahnya, kami juga memaksimalkan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Kami juga membagikan masker secara gratis kepada warga, hingga mengedukasi penggunaan alat pelindung diri sederhana,” ujar Devi.

Selain pelayanan kesehatan, edukasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama pada saluran pernapasan dan mata.

Stok Masker dan Obat Disiapkan

Dinas Kesehatan Lampung Selatan juga terus memantau ketersediaan logistik kesehatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data dari 16 Puskesmas pelapor, stok masker bedah yang tersedia saat ini mencapai 3.361 kotak. Sementara kebutuhan tambahan yang telah diajukan mencapai 8.780 kotak.

Untuk tetes mata steril, stok yang tersedia tercatat sebanyak 562 botol, dengan kebutuhan tambahan mencapai 5.005 botol.

Selain itu, terdapat 290 kotak masker N95, obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Ventolin sebanyak 850 boks/100.

Logistik kesehatan lainnya yang tersedia meliputi 2.532 unit kasa steril dan 440 botol cairan NaCl.

Ketersediaan logistik tersebut menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Lampung Selatan dalam menghadapi potensi peningkatan gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain persoalan kesehatan, Dinas Kesehatan Lampung Selatan juga mencatat adanya keterbatasan pasokan air bersih di sejumlah permukiman yang terdampak.

Minimnya ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang perlu segera mendapatkan penanganan.

Pemenuhan air bersih dinilai penting untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan warga di tengah dampak persebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan pun masih melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi warga dan kebutuhan di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *