Media90.id – Di tengah era komunikasi serba instan, sebuah aplikasi pesan justru menawarkan pengalaman yang sangat berbeda. Alih-alih mengirim pesan dalam hitungan detik, aplikasi iOS bernama Carrier Pidge membuat pengguna harus menunggu layaknya mengirim surat menggunakan merpati pos.
Melalui aplikasi ini, pesan tidak langsung sampai ke penerima. Waktu tempuhnya ditentukan berdasarkan jarak antara pengirim dan penerima. Misalnya, pesan yang dikirim dari Los Angeles ke New York membutuhkan waktu sekitar 22 jam untuk tiba.
Pesan Dikirim dengan Kecepatan Merpati
Carrier Pidge memang sengaja dirancang untuk membuat komunikasi digital terasa lebih lambat. Developer Noah Larrobino memanfaatkan lokasi GPS pengguna untuk menentukan perjalanan merpati virtual yang membawa pesan.
Merpati virtual tersebut terbang dengan kecepatan sekitar 110 mph atau 177 km/jam. Namun, kecepatannya bisa berubah hingga 25 persen selama perjalanan sehingga waktu pengiriman tidak selalu sama.
Pengguna juga dapat memantau perjalanan merpati secara real-time melalui fitur flight tracker. Jadi, sambil menunggu pesan tiba, pengguna bisa melihat posisi “kurir” virtual yang sedang membawa pesan tersebut.
Bahkan Ada Risiko Pesan Tidak Sampai
Perjalanan merpati virtual di Carrier Pidge juga tidak selalu berjalan mulus. Merpati bisa terdistraksi sehingga perjalanannya menjadi lebih lama.
Yang lebih unik, setiap pesan memiliki kemungkinan sekitar 0,2 persen untuk membuat merpati tersesat. Jika hal itu terjadi, pesan bisa saja tidak pernah sampai kepada penerima.
Developer bahkan memasukkan kemungkinan merpati virtual mati di tengah perjalanan. Artinya, mengirim pesan lewat aplikasi ini benar-benar memiliki unsur ketidakpastian yang sengaja dibuat sebagai bagian dari pengalaman.
Dibuat untuk Melawan Budaya Serba Instan
Konsep Carrier Pidge hadir sebagai respons terhadap komunikasi digital yang kini hampir semuanya berlangsung secara instan. Pesan terkirim dalam hitungan detik dan sering kali pengguna merasa harus segera membalas.
Aplikasi ini justru mengajak pengguna menikmati komunikasi yang lebih lambat. Dengan adanya waktu tunggu, pesan tidak lagi terasa seperti percakapan real-time, melainkan seperti mengirim surat yang membutuhkan waktu untuk sampai.
Konsep tersebut membuat Carrier Pidge lebih cocok untuk pengguna yang ingin mencoba pengalaman komunikasi yang unik dan tidak terlalu menuntut respons cepat.
Tidak Ada Read Receipt
Carrier Pidge juga tidak menyediakan fitur read receipt. Dengan begitu, pengirim tidak bisa langsung mengetahui apakah pesan yang dikirim sudah dibaca oleh penerima.
Pengguna juga dapat menambahkan hingga 10 merpati virtual untuk memperluas “kandang” mereka di dalam aplikasi.
Saat ini Carrier Pidge sudah tersedia untuk perangkat iOS, sementara versi Android disebut akan menyusul.
Dengan konsep yang cukup nyeleneh ini, Carrier Pidge jelas bukan aplikasi pesan yang dirancang untuk mengejar kecepatan. Justru waktu tunggu, risiko tersesat, hingga kemungkinan merpati gagal sampai menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.














