Media90 – Kenaikan harga kembali menyentuh layanan berlangganan YouTube Premium di Amerika Serikat. Perubahan ini sudah mulai berlaku bagi pengguna baru, sementara pelanggan lama akan mulai merasakan tarif baru pada awal Juni mendatang.
Kenaikan Harga YouTube Premium di AS
Harga paket individual kini naik menjadi USD 15,99 per bulan atau sekitar Rp271 ribuan. Sebelumnya, pengguna hanya dikenakan biaya USD 13,99 per bulan atau sekitar Rp237 ribuan. Sementara itu, opsi langganan tahunan juga ikut naik menjadi USD 159,99 atau sekitar Rp2,7 juta.
Kenaikan serupa terjadi pada paket keluarga yang kini dibanderol USD 26,99 per bulan atau sekitar Rp458 ribuan. Paket pelajar juga mengalami penyesuaian harga menjadi USD 8,99 per bulan atau sekitar Rp152 ribuan. Dengan demikian, seluruh lini paket mengalami kenaikan secara merata.
Versi yang lebih ringan, yakni YouTube Premium Lite, juga tidak luput dari penyesuaian harga. Paket ini kini dipatok USD 8,99 per bulan. Namun, fitur yang ditawarkan masih terbatas dibandingkan versi penuh.
Pengguna Lite masih akan melihat iklan di beberapa konten seperti video musik, Shorts, dan hasil pencarian. Selain itu, layanan ini juga tidak mencakup akses ke YouTube Music, sehingga perbedaan fitur antara Lite dan Premium tetap cukup signifikan.
Harga YouTube Premium di Indonesia
Sementara itu, harga YouTube Premium di Indonesia saat ini masih relatif stabil. Paket individual dibanderol sekitar Rp69.000 per bulan. Untuk paket keluarga, tarifnya sebesar Rp139.000 per bulan dan dapat digunakan hingga enam akun dalam satu grup.
Adapun paket pelajar tersedia dengan harga Rp41.500 per bulan, dengan syarat verifikasi status mahasiswa aktif.
Meski demikian, penyesuaian harga biasanya tidak terjadi secara bersamaan di semua negara. Kenaikan di pasar besar seperti Amerika Serikat kerap menjadi indikator yang kemudian diikuti oleh wilayah lain dalam periode tertentu.
Jika nantinya harga di Indonesia ikut mengalami kenaikan, pengguna kemungkinan akan dihadapkan pada pilihan untuk tetap berlangganan atau mempertimbangkan ulang layanan yang digunakan.














