Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC melayangkan protes keras terhadap kinerja tim wasit usai kekalahan dari Persijap Jepara pada pekan ke-27 Liga 1 Indonesia (Super League).
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut, Bhayangkara Presisi Lampung FC harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1.
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kombes Sumardji, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya, terutama di menit-menit akhir pertandingan.
Menurutnya, terdapat dugaan pelanggaran handsball yang seharusnya bisa menjadi momen penting, namun tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit.
“Kami juga memprotes soal tambahan waktu yang seharusnya disesuaikan dengan waktu terhentinya pertandingan, namun faktanya tidak. Selain itu, VAR juga tidak digunakan, padahal dalam situasi seperti ini seharusnya VAR bisa dimanfaatkan,” ujar Sumardji usai laga.
Kekecewaan manajemen semakin bertambah ketika mencoba mengajukan protes secara langsung. Mereka mengaku tidak mendapatkan formulir resmi untuk mengajukan keberatan terhadap kinerja wasit.
“Formulir protes tidak tersedia. Kami justru mendapat respons yang saling lempar dari panitia penyelenggara. Akhirnya, kami sepakat untuk langsung mengirimkan protes melalui email terkait kepemimpinan wasit dalam pertandingan ini,” jelasnya.
Sumardji menegaskan, pihaknya menilai pertandingan krusial seperti ini seharusnya dipimpin dengan lebih profesional dan adil, mengingat dampaknya terhadap posisi tim di klasemen.
Meski demikian, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC menegaskan tidak mempermasalahkan hasil akhir pertandingan. Mereka tetap mengakui bahwa menang dan kalah adalah bagian dari sepak bola.
“Kami juga mengakui pemain kami kurang fokus di babak pertama sehingga kebobolan dengan mudah. Ini menjadi evaluasi penting bagi tim dan seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.
Terkait isu dugaan match fixing yang sempat disinggung, Sumardji memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh. Namun, ia berharap protes yang telah diajukan bisa mendapat perhatian serius, mengingat dari tayangan ulang terlihat jelas adanya dugaan pelanggaran handsball dalam laga tersebut.














