TEKNO

AI Diduga Berhasil Retas FreeBSD Secara Mandiri, Era “Cyber Hyperwar” Mulai Mengancam

52
×

AI Diduga Berhasil Retas FreeBSD Secara Mandiri, Era “Cyber Hyperwar” Mulai Mengancam

Sebarkan artikel ini
Fenomena Mengejutkan: AI Mampu Retas FreeBSD Secara Otomatis, Ancaman Cyber Hyperwar Muncul
Fenomena Mengejutkan: AI Mampu Retas FreeBSD Secara Otomatis, Ancaman Cyber Hyperwar Muncul

Media90 – Skenario “kiamat” keamanan siber kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Untuk pertama kalinya, sebuah agen kecerdasan buatan (AI) dilaporkan mampu meretas dan mengeksploitasi sistem operasi FreeBSD tanpa campur tangan manusia. Temuan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan pakar keamanan global.

Laporan tersebut diungkapkan oleh pakar keamanan siber Amir Husain dalam analisis yang dipublikasikan di Forbes. Insiden ini disebut sebagai tanda bahwa AI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi aktor otonom yang mampu melakukan operasi siber tingkat lanjut terhadap infrastruktur digital global.

Ads
close ads

Tembus Sistem FreeBSD dalam Hitungan Jam

FreeBSD dikenal sebagai salah satu sistem operasi paling stabil dan aman di dunia, digunakan sebagai fondasi teknologi berbagai layanan besar seperti Netflix, WhatsApp, hingga sistem konsol gim PlayStation. Selama tiga dekade, sistem ini dianggap sangat sulit ditembus karena kode sumbernya diaudit secara ketat oleh komunitas global.

Namun, dalam laporan tersebut, sebuah agen AI berbasis model Claude dari Anthropic dilaporkan berhasil mengeksploitasi celah kritis pada kernel FreeBSD yang terdaftar sebagai CVE-2026-4747. Yang mengejutkan, proses eksploitasi tersebut hanya memakan waktu sekitar 4 hingga 8 jam komputasi.

Bagi komunitas keamanan siber, kecepatan ini dianggap jauh melampaui kemampuan peretas manusia yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk merancang serangan kernel yang kompleks.

AI Bekerja Layaknya Peretas Profesional

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa AI tidak sekadar menggunakan kode yang tersedia di internet. Sebaliknya, sistem tersebut mampu berpikir secara sistematis seperti seorang peretas profesional.

Selama proses pengujian, AI secara mandiri membangun lingkungan virtual menggunakan emulator QEMU, melakukan debugging real-time, hingga mengidentifikasi kegagalan instruksi secara otomatis.

Agen ini juga berhasil menyelesaikan berbagai tantangan teknis kompleks, termasuk penyusunan ROP chain, manipulasi aliran memori, hingga eskalasi hak akses dari kernel ke user space. Hasil akhirnya adalah keberhasilan memperoleh root shell yang memberikan kontrol penuh atas sistem target.

“Ini adalah momen ambang batas penting. Kita telah memasuki era di mana AI bukan hanya alat bantu, tetapi aktor ofensif otonom dalam dunia siber,” tulis Amir Husain.

Pergeseran Ekonomi Serangan Siber

Para peneliti menilai keberhasilan ini menandai perubahan besar dalam “ekonomi” serangan siber global. Jika sebelumnya eksploitasi zero-day hanya dapat dikembangkan oleh kelompok elit dengan biaya tinggi dan waktu lama, kini AI berpotensi memangkas semuanya menjadi jauh lebih cepat dan murah.

Peneliti keamanan Nicholas Carlini disebut telah menggunakan pendekatan serupa untuk menemukan ratusan celah keamanan lain di berbagai basis kode perangkat lunak besar. Hal ini menunjukkan bahwa metode tersebut dapat digeneralisasi dan berpotensi digunakan secara masif.

Ancaman Era “Cyber Hyperwar”

Perubahan ini memaksa industri keamanan siber untuk meninjau ulang strategi pertahanan mereka. Dalam kondisi saat ini, celah keamanan bisa dieksploitasi dalam hitungan jam, sementara proses penambalan (patching) di banyak organisasi masih membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Para pakar menyebut kondisi ini sebagai awal dari era “Cyber Hyperwar”, di mana bukan lagi manusia melawan manusia, melainkan kecerdasan buatan yang saling menyerang dan bertahan secara otomatis.

Industri teknologi, infrastruktur kritis, hingga lembaga negara kini didorong untuk segera mengintegrasikan AI ke dalam sistem pertahanan mereka agar dapat merespons ancaman secepat evolusi serangan itu sendiri.

Dunia kini menghadapi pertanyaan besar: apakah sistem keamanan global siap bergerak secepat mesin, atau justru tertinggal dalam perlombaan melawan kecerdasan buatan yang semakin otonom.

OpenAI Hadirkan Codex ke ChatGPT Mobile Programmer Kini Bisa Pantau Proyek dari HP
TEKNO

Media90 – OpenAI resmi mengintegrasikan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan mereka, Codex, ke dalam aplikasi ChatGPT versi seluler. Melalui pembaruan ini, pengguna kini dapat memantau sekaligus mengelola alur kerja pengembangan perangkat lunak secara jarak jauh langsung dari perangkat mobile. Ads close ads Pembaruan yang masih berstatus preview tersebut telah tersedia bagi seluruh pelanggan paket langganan ChatGPT di perangkat iOS maupun Android. Fitur Pengelolaan Jarak Jauh Integrasi terbaru ini memungkinkan pengembang melihat environment Codex yang sedang berjalan secara langsung dari berbagai perangkat. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menjelaskan bahwa pembaruan tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengontrol komputer dari jarak jauh, tetapi juga…

OpenAI Ungkap Masalah Keamanan di ChatGPT Mac Update Terbaru Jadi Solusi
TEKNO

Media90 – OpenAI mengumumkan adanya insiden keamanan yang melibatkan aplikasi ChatGPT khusus untuk perangkat Mac. Menyusul temuan tersebut, perusahaan mengimbau para pengguna untuk segera melakukan pembaruan aplikasi ke versi terbaru guna memastikan keamanan sistem tetap terjaga. Ads close ads Insiden ini bermula dari kampanye serangan siber yang meretas TanStack, sebuah pustaka open-source yang digunakan pengembang untuk membangun aplikasi web. Peretas memanfaatkan proyek tersebut untuk merilis pembaruan yang telah disusupi malware. OpenAI mengonfirmasi bahwa perangkat milik dua karyawannya turut terdampak dalam serangan tersebut. Dampak Sistem dan Data Pengguna Setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan, OpenAI langsung melakukan investigasi internal serta langkah penanganan untuk…

Gmail Diduga Pangkas Storage Akun Baru Jadi 5GB Nomor HP Tambahan Bisa Buka 15GB
TEKNO

Media90 – Kebijakan penyimpanan gratis Google tampaknya mulai mengalami perubahan. Selama bertahun-tahun, setiap pengguna baru Gmail selalu mendapatkan kapasitas cloud gratis sebesar 15GB yang dapat digunakan bersama untuk Gmail, Google Drive, dan Google Photos. Namun kini, sejumlah laporan dari pengguna internet menunjukkan adanya pengurangan kapasitas penyimpanan gratis pada akun baru. Informasi ini ramai dibahas setelah seorang pengguna Reddit membagikan tangkapan layar akun Gmail baru miliknya yang hanya memperoleh ruang penyimpanan sebesar 5GB. Untuk mendapatkan kapasitas penuh hingga 15GB, pengguna disebut harus menambahkan nomor telepon ke akun Google mereka. Ads close ads Perubahan tersebut langsung memicu berbagai reaksi di internet, terutama…

OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Dirilis Tawarkan Performa Gaming dan Baterai Besar
TEKNO

Media90 – OnePlus kembali mengguncang pasar smartphone gaming lewat peluncuran resmi OnePlus Ace 6 Ultra di Tiongkok. Perangkat ini hadir sebagai ponsel gaming flagship yang menggabungkan performa ekstrem, desain premium, dan kapasitas baterai jumbo tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan harian. Di pasar domestik Tiongkok, OnePlus Ace 6 Ultra dibanderol mulai 3.799 yuan atau sekitar Rp8,2 juta. Selama masa promosi peluncuran, harganya dipangkas menjadi 3.499 yuan atau sekitar Rp7,6 juta, menjadikannya pesaing serius bagi lini gaming premium seperti Redmi K90 Ultra dan ROG Phone 9. Ads close ads Berbeda dari mayoritas ponsel gaming yang identik dengan desain agresif penuh lampu RGB dan…

Smartwatch Terbaru Huawei Mampu Pantau Risiko Diabetes Harga Rp2 Jutaan
TEKNO

Media90 – Huawei resmi memperkenalkan perangkat wearable terbarunya, HUAWEI Watch Fit 5 Series, untuk pasar Indonesia. Hadir dalam dua varian, yakni versi Pro dan Basic, smartwatch ini membawa sejumlah peningkatan mulai dari material bodi premium, fitur olahraga, hingga teknologi pemantauan kesehatan tingkat lanjut. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian pada HUAWEI Watch Fit 5 Pro adalah hadirnya Diabetes Risk Study. Fitur ini memanfaatkan sensor Photoplethysmography (PPG) untuk menganalisis berbagai indikator fisiologis pengguna seperti detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), pola tidur, serta aktivitas harian. Ads close ads Berdasarkan data tersebut, sistem akan mengklasifikasikan tingkat risiko diabetes pengguna ke dalam…

Riset Anthropic Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer
TEKNO

Media90 – Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif terus memicu perdebatan mengenai masa depan berbagai profesi di dunia kerja. Banyak pihak sebelumnya beranggapan sektor pendidikan dan pengajaran akan menjadi salah satu bidang yang paling cepat terdampak otomatisasi AI. Namun, riset terbaru dari perusahaan laboratorium AI Anthropic justru menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam studi tersebut, profesi guru dinilai memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap disrupsi AI dibanding profesi teknis seperti programmer atau penulis kode. Ads close ads Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pekerjaan berbasis komunikasi interpersonal lebih mudah ditiru oleh model bahasa besar atau large language model (LLM)….

ChatGPT Personal Finance Resmi Hadir AI Kini Bisa Bantu Analisis Keuangan Pengguna
TEKNO

Media90 – OpenAI kembali memperluas kemampuan platform kecerdasan buatannya dengan memperkenalkan ChatGPT Personal Finance. Fitur baru ini memungkinkan ChatGPT memahami kondisi finansial pengguna melalui integrasi langsung dengan akun perbankan pribadi. Saat ini, ChatGPT Personal Finance masih berada dalam tahap pratinjau atau preview. OpenAI memprioritaskan akses awal untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat yang berlangganan dengan biaya 200 dolar AS per bulan. Ads close ads Setelah fase uji coba dan pengumpulan masukan pengguna selesai, perusahaan berencana memperluas ketersediaan fitur tersebut ke pelanggan ChatGPT Plus. Untuk mendukung integrasi data keuangan, OpenAI bekerja sama dengan Plaid, perusahaan teknologi finansial yang menjadi penghubung…