BERITA

Dosen Polinela Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Pertanian Jadi Pakan Ruminansia

Luluk RJMP
4
×

Dosen Polinela Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Pertanian Jadi Pakan Ruminansia

Sebarkan artikel ini
Dosen Polinela Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian Jadi Pakan Ruminansia

Media90.id – Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak ruminansia terus dikembangkan oleh tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Upaya tersebut dilakukan melalui penelitian bertajuk “Optimalisasi Kombinasi Perlakuan Fisik dan Biologis untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi dan Kecernaan Limbah Lignoselulosa sebagai Pakan Ruminansia Berkelanjutan”.

Ads
close ads

Dalam penelitian ini, tim mengembangkan teknologi pengolahan limbah lignoselulosa dengan mengombinasikan perlakuan fisik dan biologis.

Salah satu bahan yang menjadi sasaran penelitian adalah jerami padi. Bahan tersebut tersedia melimpah sebagai hasil samping kegiatan pertanian, tetapi pemanfaatannya sebagai pakan ternak masih menghadapi sejumlah kendala.

Jerami padi memiliki struktur lignoselulosa yang kompleks sehingga relatif sulit dicerna secara optimal oleh ternak ruminansia.

Kondisi tersebut mendorong tim peneliti Polinela mencari metode pengolahan yang dapat meningkatkan kualitas jerami sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian tersebut.

Kombinasikan Perlakuan Fisik dan Biologis

Dalam penelitian yang dikembangkan, perlakuan fisik digunakan sebagai tahap awal untuk membantu membuka struktur bahan lignoselulosa.

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan perlakuan biologis menggunakan mikroorganisme yang memiliki kemampuan membantu menguraikan komponen lignoselulosa.

Tim memanfaatkan Phanerochaete chrysosporium, salah satu jenis jamur pelapuk putih yang dikenal memiliki kemampuan mendegradasi bahan berlignoselulosa.

Mikroorganisme tersebut dipersiapkan untuk dikembangkan sebagai bioaktivator dalam proses pengolahan jerami padi.

Penelitian melibatkan Desi Maria Sinaga, S.Pt., M.Si., drh. Vindo Rossy Pertiwi, M.Si., dan Ir. Novi Eka Wati, S.Pt., M.Pt., bersama mahasiswa Ilham Darmawan dan Islamy Naswa Alea dari Politeknik Negeri Lampung.

Ketua tim penelitian menjelaskan, pemanfaatan limbah lignoselulosa sebagai pakan tidak cukup dilakukan melalui satu pendekatan.

Diperlukan tahapan pengolahan yang tepat agar struktur bahan dapat berubah sehingga komponen yang sebelumnya sulit dicerna dapat lebih mudah dimanfaatkan oleh ternak.

Karena itu, penelitian difokuskan pada kombinasi perlakuan fisik dan biologis. Perlakuan fisik diharapkan membantu membuka struktur bahan, sedangkan proses biologis memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk membantu menguraikan komponen lignoselulosa.

Uji Pertumbuhan Jamur pada Media Cair

Salah satu tahapan awal penelitian dilakukan dengan menguji kemampuan pertumbuhan P. chrysosporium pada media kultur cair.

Tahapan tersebut penting untuk memastikan mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik sebelum digunakan dalam proses pengolahan jerami padi.

Proses penelitian diawali dengan melakukan peremajaan isolat jamur pada media Potato Dextrose Agar (PDA).

Setelah itu, isolat diinokulasikan secara aseptik ke dalam media cair yang menggunakan bahan dasar glukosa dan pepton.

Kultur kemudian diinkubasi pada suhu 30 derajat Celsius selama tujuh hari.

Selama masa inkubasi, tim melakukan pengamatan secara berkala untuk memantau perkembangan kultur sekaligus memastikan kondisi media tetap sesuai dan tidak mengalami kontaminasi.

Sejumlah parameter turut diamati, antara lain perubahan pH, perkembangan miselium, serta kondisi kultur selama proses inkubasi.

Pengamatan tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan kesiapan jamur sebelum dikembangkan sebagai bioaktivator pada tahapan penelitian berikutnya.

Berpotensi Jadi Bioaktivator Pengolahan Jerami

Hasil pengamatan menunjukkan kultur cair P. chrysosporium mampu menghasilkan biomassa miselium yang memadai.

Temuan awal tersebut memberikan indikasi bahwa mikroorganisme tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam pengolahan bahan berlignoselulosa, khususnya jerami padi.

Meski demikian, pertumbuhan jamur pada kultur cair bukan merupakan tujuan akhir penelitian.

Tahapan tersebut menjadi bagian awal yang digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan proses pengolahan limbah pertanian secara lebih lanjut.

Pada tahap berikutnya, tim akan mengarahkan penelitian pada pemanfaatan bioaktivator untuk mengolah jerami padi.

Setelah proses pengolahan, bahan tersebut akan diuji untuk mengetahui perubahan kualitasnya, terutama dari sisi nilai nutrisi dan tingkat kecernaan sebagai pakan ternak ruminansia.

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap dapat menemukan kombinasi perlakuan yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas limbah lignoselulosa.

Dengan demikian, jerami padi yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai hasil samping pertanian dapat diolah menjadi bahan pakan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dukung Peternakan Berkelanjutan

Pengembangan teknologi pengolahan limbah pertanian tersebut sejalan dengan prinsip peternakan berkelanjutan.

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan lokal tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga dapat membantu mengurangi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, pemanfaatan bahan lokal sebagai sumber pakan dapat mendukung ketersediaan pakan alternatif bagi peternak.

Pengolahan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kualitas jerami sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam sistem produksi ternak ruminansia.

Penelitian Polinela ini juga tidak semata-mata berfokus pada pemanfaatan satu jenis mikroorganisme.

Lebih luas, tim berupaya membangun model pengolahan limbah lignoselulosa melalui integrasi teknologi fisik dan biologis yang dapat disesuaikan dengan karakteristik bahan serta kebutuhan pakan.

Pertumbuhan P. chrysosporium yang baik pada tahap kultur cair menjadi salah satu dasar penting untuk melanjutkan penelitian menuju proses pengolahan jerami padi.

Selanjutnya, efektivitas kombinasi perlakuan akan diuji melalui pengukuran nilai nutrisi dan kecernaan bahan.

Apabila tahapan tersebut memberikan hasil optimal, inovasi ini berpeluang dikembangkan sebagai salah satu alternatif teknologi pengolahan pakan berbasis limbah pertanian.

Selain meningkatkan nilai guna limbah, teknologi tersebut juga berpotensi memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di sektor pertanian dan peternakan.

Melalui penelitian ini, Politeknik Negeri Lampung terus mendorong pengembangan riset terapan yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ruminansia menjadi salah satu contoh bagaimana hasil samping pertanian dapat dikembangkan menjadi sumber daya yang lebih bernilai.

Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan teknologi pakan yang lebih efisien, berbasis sumber daya lokal, serta mendukung sistem peternakan ruminansia yang berkelanjutan di Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *