Media90 – Perkembangan terbaru aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan signifikan dalam periode pengamatan terkini. Gunung terlihat jelas mengeluarkan kepulan asap putih dari kawah utama yang mencapai ketinggian sekitar 500 meter dari puncak.
Kondisi cuaca saat pengamatan dilaporkan cerah dengan angin bertiup lemah ke arah utara, sehingga aktivitas visual gunung dapat terpantau dengan cukup jelas oleh petugas pemantau.
9 Guguran Lava Mengarah ke Kali Sat dan Kali Putih
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat sebanyak 9 kali guguran lava pijar yang mengalir ke arah Kali Sat atau Kali Putih. Jarak luncur maksimum material tersebut mencapai sekitar 1.900 meter dari puncak.
Aktivitas ini menjadi indikasi bahwa proses efusif di tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung dan berpotensi terjadi kembali sewaktu-waktu.
Aktivitas Seismik Masih Tinggi
Data kegempaan menunjukkan dinamika yang cukup aktif. Tercatat sejumlah aktivitas seismik sebagai berikut:
- 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 47 mm dan durasi 166 detik
- 34 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–16 mm
- 16 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo hingga 35 mm
Data tersebut mengindikasikan suplai magma masih aktif di dalam tubuh gunung, sehingga potensi guguran lava maupun awan panas masih perlu diwaspadai.
Kondisi Cuaca Relatif Stabil
Secara klimatologi, kondisi di sekitar Gunung Merapi terpantau stabil dengan suhu udara berkisar 18,2 hingga 19,6 derajat Celsius. Kelembaban udara tercatat tinggi, lebih dari 90 persen, sementara tekanan udara berada pada kisaran 873,8 hingga 917,5 mmHg.
Cuaca cerah justru membuat aktivitas gunung lebih mudah diamati, termasuk potensi bahaya yang mungkin terjadi.
Zona Bahaya Diperketat
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di wilayah rawan terdampak aktivitas Gunung Merapi.
Potensi bahaya meliputi:
- Sektor selatan hingga barat daya: aliran Sungai Boyong (hingga 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km)
- Sektor tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km)
Selain itu, lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak.
Waspada Lahar dan Abu Vulkanik
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan, terutama saat curah hujan tinggi di kawasan puncak Merapi. Material vulkanik yang terbawa air dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di gunung tersebut.
Selain itu, abu vulkanik berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun transportasi.
Jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan, status Gunung Merapi dapat dievaluasi kembali sewaktu-waktu sesuai rekomendasi otoritas terkait.














