BERITA

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Soroti Kasus Bullying, Asroni Paslah Minta Orang Tua Perkuat Komunikasi dengan Anak

Luluk RJMP
14
×

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Soroti Kasus Bullying, Asroni Paslah Minta Orang Tua Perkuat Komunikasi dengan Anak

Sebarkan artikel ini
Asroni Paslah Ingatkan Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Anak untuk Mencegah Perundungan
Asroni Paslah Ingatkan Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Anak untuk Mencegah Perundungan

Media90.id – Maraknya kasus perundungan atau bullying yang melibatkan pelajar di Kota Bandar Lampung menjadi perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah. Ia menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting dalam mencegah anak terlibat maupun menjadi korban perundungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Asroni menyusul sejumlah kasus kekerasan antarpelajar yang belakangan mendapat perhatian publik. Menurutnya, komunikasi yang baik dan intensif antara orang tua dan anak merupakan fondasi utama dalam membangun karakter serta mendeteksi berbagai persoalan yang dihadapi anak sejak dini.

Ads
close ads

“Aspek terpenting adalah komunikasi di dalam keluarga. Orang tua harus meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya, memahami kondisi mereka, mengetahui lingkungan pergaulannya, serta berbagai persoalan yang mungkin sedang dihadapi,” ujar Asroni Paslah, Rabu (3/6/2026).

Politisi Partai Gerindra tersebut menilai perkembangan teknologi informasi dan pesatnya penggunaan media sosial turut menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Akses informasi yang begitu luas membuat anak-anak lebih rentan terpapar berbagai pengaruh negatif apabila tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.

Karena itu, Asroni menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari anak. Menurutnya, perhatian dan pengawasan dari keluarga tidak dapat digantikan oleh pihak lain dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian anak sejak usia dini.

“Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter. Anak yang merasa diperhatikan dan memiliki komunikasi yang baik dengan keluarganya biasanya lebih terbuka dalam menyampaikan masalah yang dihadapi,” katanya.

Asroni menilai banyak kasus perundungan berawal dari persoalan yang tidak terdeteksi sejak awal akibat minimnya komunikasi di lingkungan keluarga. Akibatnya, berbagai masalah yang dialami anak sering kali berkembang tanpa adanya penanganan yang tepat.

Selain peran keluarga, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya saling menghormati di antara peserta didik.

Ia meminta pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa serta memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan positif.

“Guru dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Asroni.

Lebih lanjut, Asroni menegaskan bahwa bullying bukan persoalan yang dapat dianggap sepele. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga berpotensi mengganggu prestasi belajar, perkembangan sosial, hingga masa depan anak.

“Perundungan dapat meninggalkan trauma yang panjang. Karena itu, pencegahannya harus menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sebagai mitra kerja di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung mendukung berbagai langkah pembinaan yang dilakukan sekolah terhadap siswa yang terlibat dalam kasus perundungan. Menurut Asroni, pendekatan edukatif dan pendampingan yang tepat akan lebih efektif dalam membangun kesadaran serta memperbaiki perilaku anak dibandingkan pendekatan yang hanya berfokus pada hukuman.

Ia berharap berbagai kasus perundungan yang terjadi belakangan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah.

“Kita ingin sekolah di Bandar Lampung menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Karena itu, diperlukan kepedulian dari semua pihak,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Asroni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, membimbing, dan memberikan teladan yang baik kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.

“Komunikasi yang baik di rumah, pengawasan yang maksimal di sekolah, serta kepedulian lingkungan sekitar merupakan kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan