Media90.id – Kondisi bangunan SD Negeri 3 Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah. Saat melakukan peninjauan langsung pada Jumat (5/6/2026), ia menemukan sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dan dinilai memerlukan penanganan segera.
Banyak Fasilitas Sekolah Mengalami Kerusakan
Dalam kunjungannya, Asroni melihat berbagai bagian bangunan sekolah yang sudah mengalami penurunan kualitas. Sejumlah kusen jendela dan pintu ruang kelas tampak lapuk dan keropos akibat usia bangunan yang cukup tua.
Selain itu, beberapa dinding ruang kelas juga terlihat rusak sehingga mengurangi kenyamanan lingkungan belajar bagi para siswa.
Tidak hanya ruang kelas, fasilitas penunjang lainnya juga menjadi sorotan. Toilet siswa berada di area lorong yang sempit dan minim pencahayaan. Beberapa bagian bangunan sekolah pun menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang memerlukan perbaikan.
Plafon Rapuh Dinilai Berisiko bagi Keselamatan Siswa
Salah satu kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah plafon di sejumlah ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Beberapa bagian plafon tampak rapuh dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Aspek keselamatan dan kenyamanan siswa harus menjadi perhatian utama. Kondisi bangunan sekolah seperti ini tentu memerlukan penanganan serius agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik,” kata Asroni saat meninjau lokasi.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Minta Pemkot Prioritaskan Perbaikan Sekolah
Menurut Asroni, Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu turun langsung melihat kondisi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran maupun perbatasan kota. Dengan melihat kondisi nyata di lapangan, kebutuhan perbaikan dapat dipetakan dan dijadikan prioritas dalam penyusunan anggaran.
Ia berharap perbaikan SDN 3 Rajabasa Jaya dapat masuk dalam alokasi anggaran perubahan APBD mendatang.
“Sekolah ini layak menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor pendidikan karena kondisi bangunannya memang membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Sekolah Masih Kekurangan Ruang Kelas
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 3 Rajabasa Jaya, Sahroni, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya juga masih menghadapi keterbatasan ruang belajar.
Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik terus meningkat setiap tahun, sehingga kebutuhan ruang kelas baru menjadi semakin mendesak.
Menurutnya, perbaikan terakhir yang diterima sekolah dilakukan sekitar tahun 2016 dan hanya mencakup perbaikan atap serta plafon. Sejak saat itu, berbagai kerusakan lainnya belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
“Tahun ini kami membuka tiga rombongan belajar baru karena jumlah siswa terus bertambah. Saat ini total siswa mencapai sekitar 370 orang yang berasal dari beberapa kelurahan di sekitar sekolah,” ujar Sahroni.
Pembelajaran Terpaksa Dibagi Tiga Shift
Keterbatasan ruang belajar membuat pihak sekolah harus menerapkan sistem pembelajaran bergiliran. Saat ini, SDN 3 Rajabasa Jaya memiliki 15 rombongan belajar, namun hanya didukung oleh enam ruang kelas yang dapat digunakan.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar harus dibagi ke dalam tiga shift setiap hari agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses pendidikan.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut, baik melalui perbaikan fasilitas yang rusak maupun penambahan ruang kelas baru. Dengan dukungan tersebut, proses pendidikan di SDN 3 Rajabasa Jaya diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang perkembangan peserta didik secara optimal.














