BERITA

Mendes Yandri Sebut KDKMP Dorong Pemerataan Ekonomi Sampai ke Desa

Luluk RJMP
0
×

Mendes Yandri Sebut KDKMP Dorong Pemerataan Ekonomi Sampai ke Desa

Sebarkan artikel ini
Mendes Yandri Sebut KDKMP Jadi Motor Pemerataan Ekonomi hingga Tingkat Desa

Media90.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Aula Semergou, Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Seminar tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta jajaran Forkopimda Lampung.

Ads
close ads

Yandri mengatakan, seminar nasional tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai kebijakan dan pelaksanaan program KDKMP.

Menurutnya, kehadiran sejumlah pejabat dan narasumber dari kementerian terkait penting agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar mengenai program tersebut.

“Intinya kita memberikan ruang kepada publik untuk memberikan saran, pendapat dan menerima informasi dari orang pertama. Kami berharap forum ini dimanfaatkan dan diikuti dengan saksama. Jangan sampai salah paham atau paham yang salah,” kata Yandri.

Pembangunan KDKMP Terus Berjalan

Yandri menjelaskan, program KDKMP saat ini terus berjalan. Pemerintah tengah melakukan finalisasi pembangunan gudang dan gerai koperasi yang jumlahnya mencapai lebih dari 35.000 unit.

Proses pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari validasi, verifikasi bangunan hingga tahap operasionalisasi.

Karena itu, Yandri meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa program KDKMP tidak berjalan hanya karena seluruh unit belum beroperasi secara bersamaan.

Ia menegaskan, KDKMP merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita, terutama melalui pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Menurut Yandri, desa memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional karena menjadi sumber berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari beras, telur, cabai, kentang hingga berbagai jenis sayuran berasal dari aktivitas ekonomi di desa.

Karena itu, apabila ekonomi desa dapat bergerak secara mandiri, perekonomian nasional juga akan ikut menguat.

“Kalau semua desa bergerak, apalagi tadi usul dari Pak Aris dan Pak Gubernur ada program hilirisasi, maka sejatinya Republik ini tidak perlu lagi ada kemiskinan,” ujarnya.

Yandri mengibaratkan KDKMP sebagai “lilin-lilin kecil” yang diharapkan dapat menerangi sekaligus menggerakkan perekonomian dari tingkat desa.

Ia menekankan pembangunan Indonesia tidak seharusnya hanya bertumpu pada pusat-pusat ekonomi di perkotaan. Pertumbuhan ekonomi juga harus dimulai dari desa dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Ada Program Dukungan hingga Rp2,5 Miliar

Dalam kesempatan tersebut, Yandri turut memaparkan sejumlah program Kementerian Desa yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa.

Salah satunya adalah program Sehati atau Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi. Program tersebut dapat memberikan dukungan hingga Rp2,5 miliar untuk satu desa atau kelurahan.

Yandri mengatakan, program tersebut juga tengah dibahas agar dapat dikembangkan melalui skema per kecamatan dan Badan Usaha Desa Bersama.

Selain Sehati, Kementerian Desa menjalankan berbagai program lain, seperti Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Budaya, desa tematik, hingga Festival Duta Desa Gen Z.

Berbagai program tersebut nantinya diharapkan dapat terhubung dengan KDKMP, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan UMKM sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung di tingkat desa.

Bantah Pemerintah Akan Tutup Warung Desa

Yandri juga menepis informasi yang beredar di media sosial mengenai pemerintah yang disebut akan menutup warung-warung di desa.

Ia menegaskan informasi tersebut merupakan kabar bohong. Pemerintah, kata Yandri, justru ingin seluruh pelaku usaha di desa dapat tumbuh dan berkembang bersama.

“Kalau ada di medsos sekarang katanya Menteri Desa, Menko Pangan mau menutup warung, itu hoaks. Menteri Desa dan Pak Menko Pangan tidak pernah bicara akan menutup warung-warung di desa. Justru kita ingin semua bangkit,” tegasnya.

Menurut Yandri, pemerintah tidak ingin mematikan usaha masyarakat yang telah berjalan. Sebaliknya, berbagai program pembangunan ekonomi desa membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak.

Ia menekankan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun perekonomian masyarakat.

“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan superman, tapi kita superteam, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” katanya.

KDKMP Diharapkan Jadi Penghubung Program Pemerintah

Yandri menambahkan, KDKMP diharapkan menjadi instrumen yang terukur dan terstruktur untuk menghubungkan berbagai program pemerintah hingga ke tingkat desa.

Ia mengajak kepala desa dan masyarakat Lampung untuk memanfaatkan berbagai program yang tersedia guna mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan diri masyarakat desa. Desa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara serius, terintegrasi, dan melibatkan berbagai pihak.

Yandri berharap penguatan ekonomi desa melalui KDKMP dan berbagai program pendukung lainnya dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

“Bangun Desa, Bangun Indonesia. Kalau kita membangun desa, pastilah membangun Indonesia,” pungkas Yandri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *