Media90.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat konsolidasi organisasi di Provinsi Lampung dengan melantik jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI dari 15 kabupaten/kota. Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Keratun, Provinsi Lampung, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran organisasi dalam mendukung kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, target besar pemerintah adalah mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan sebagai bagian dari strategi nasional, sehingga HKTI memiliki peran penting dalam memastikan kepentingan petani menjadi perhatian utama.
“Program utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sektor pertanian. Targetnya jelas, yaitu swasembada dan kedaulatan pangan. Karena itu, HKTI harus hadir untuk memastikan kepentingan petani menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah,” ujar Abdul Kadir Karding, Jumat (31/7/2026).
Ia menekankan bahwa HKTI tidak boleh sekadar menjadi organisasi formal, tetapi harus menjadi wadah perjuangan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari peningkatan produksi, pemasaran hasil panen, hingga peningkatan kesejahteraan.
Abdul Kadir menilai perhatian besar pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan seluruh jajaran HKTI untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian nasional.
“Di era Presiden Prabowo, sektor pertanian mendapat perhatian yang sangat besar. Ini menjadi kesempatan bagi HKTI untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dapat memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Lampung. Menurutnya, Lampung sebagai salah satu lumbung pertanian nasional membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyinergikan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan para petani.
“Lampung memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Kami berharap HKTI di daerah mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Kadir menjelaskan bahwa HKTI akan mengawal berbagai program strategis pemerintah di sektor pertanian, seperti revitalisasi pertanian, pengembangan benih unggul, hingga modernisasi alat dan teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.
“Pertanian adalah sektor yang sangat strategis. Karena itu, HKTI harus hadir memberikan solusi, memperkuat petani, dan ikut mengawal setiap kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Rahmat Mirzani Djausal Terpilih Aklamasi Pimpin HKTI Lampung
Usai pelantikan DPC HKTI se-Lampung, agenda dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Lampung.
Dalam forum tersebut, peserta Musda secara aklamasi memilih Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung periode 2026–2031.
Terpilihnya Rahmat Mirzani Djausal diharapkan semakin memperkuat sinergi antara HKTI dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung tercapainya target swasembada pangan yang menjadi program prioritas pemerintah pusat.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, HKTI Lampung diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada petani sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan nasional.














