Media90 – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Lesty Putri Utami, untuk mendorong perempuan di Lampung menggerakkan aksi nyata dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan, khususnya dari tingkat desa.
Lesty Putri Utami menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak cukup hanya dimaknai secara seremonial, melainkan harus diisi dengan gerakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Hari Kartini harus diisi dengan gerakan nyata. Kita mulai dari desa, dari rumah tangga, dan dari perempuan-perempuan hebat yang mampu menggerakkan ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan berbasis kerakyatan.
Menurutnya, kekuatan pangan nasional harus dimulai dari skala kecil, seperti pemanfaatan pekarangan rumah hingga penguatan lahan pertanian rakyat.
Dalam praktiknya, perempuan di desa didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna menanam kebutuhan pangan harian. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu rumah tangga.
“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari hal besar. Dari pekarangan rumah, dari tanaman sederhana, itu sudah menjadi kekuatan. Yang penting adalah konsistensi dan semangat gotong royong,” jelasnya.
Lesty juga menyoroti peran strategis Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai motor penggerak di tingkat desa. Selain menjadi pusat produksi, KWT juga berfungsi sebagai ruang edukasi bagi perempuan agar lebih produktif dan mandiri.
Menurutnya, gerakan ini menjadi wujud nyata semangat Raden Ajeng Kartini yang tidak hanya memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga mendorong perempuan untuk hadir sebagai solusi di tengah tantangan ekonomi dan pangan.
Ia berharap, semakin banyak perempuan Lampung yang terlibat aktif dalam gerakan kemandirian pangan, sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.














