BERITA

Pasien Cuci Darah di Bandar Lampung Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan, Berobat Tanpa Khawatir Biaya

Luluk RJMP
4
×

Pasien Cuci Darah di Bandar Lampung Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan, Berobat Tanpa Khawatir Biaya

Sebarkan artikel ini
BPJS Kesehatan Hadirkan Harapan Baru bagi Pasien Cuci Darah di Bandar Lampung

Media90.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan pengobatan rutin seperti cuci darah (hemodialisis). Berkat program ini, pasien dapat menjalani terapi tanpa terbebani biaya pengobatan yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

Tak hanya pasien hemodialisis, manfaat layanan BPJS Kesehatan juga dirasakan oleh pasien rawat inap maupun rawat jalan. Mereka mengaku proses administrasi kini semakin mudah, pelayanan rumah sakit semakin baik, dan tidak ada lagi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan.

Ads
close ads

Pengalaman tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah pasien saat Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Herman Indratmo, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Budi Medika dan Rumah Sakit Belleza Kedaton, Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Herman berdialog langsung dengan para peserta JKN untuk mendengarkan pengalaman, masukan, sekaligus memastikan pelayanan yang diberikan rumah sakit berjalan optimal.

Pasien Cuci Darah Bersyukur Tak Lagi Terbebani Biaya

Salah satu pasien hemodialisis di Rumah Sakit Budi Medika, Nurlela (37), mengaku sangat bersyukur dapat menjalani terapi cuci darah secara rutin tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.

Ibu rumah tangga asal Pasar Kangkung, Bandar Lampung, itu mengatakan dirinya kini menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam sepekan. Seluruh biaya pengobatan ditanggung melalui program JKN BPJS Kesehatan.

Nurlela menceritakan, penyakit ginjal yang dideritanya berawal dari tekanan darah tinggi yang terus memburuk hingga akhirnya menyerang fungsi ginjal.

Pada awal pengobatan, ia menjalani terapi di RSUD Abdul Moeloek selama tiga bulan. Namun setelah Rumah Sakit Budi Medika mulai melayani peserta BPJS Kesehatan, ia memutuskan berpindah karena lokasinya lebih sesuai dengan kebutuhannya.

“Awalnya saya cuci darah di RSUD Abdul Moeloek selama tiga bulan. Namun setelah Rumah Sakit Budi Medika mulai melayani peserta BPJS Kesehatan, jadi saya memutuskan pindah, dan pelayanannya sangat bagus,” kata Nurlela.

Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Nurlela mengaku tidak mengeluarkan biaya sedikit pun untuk tindakan cuci darah. Pengeluaran yang ia siapkan hanya biaya transportasi menuju rumah sakit.

“Kalau berobat umum tidak punya uang, karena ini mahal sekali, biaya cuci darah bisa jutaan. Alhamdulillah berkat BPJS Kesehatan semuanya gratis, tidak keluar biaya sama sekali, pelayanannya juga ramah dan semakin bagus,” ujarnya.

Sudah 20 Kali Cuci Darah, Semua Ditanggung BPJS Kesehatan

Pengalaman serupa juga dirasakan Jasmin Hutabarat (56), pasien hemodialisis di Rumah Sakit Budi Medika.

Di hadapan Herman Indratmo, Jasmin mengungkapkan dirinya telah menjalani sekitar 20 kali prosedur cuci darah di rumah sakit tersebut dengan seluruh biaya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Total sudah 20 kali saya cuci darah di Rumah Sakit Budi Medika, dan semuanya gratis. Saya sudah empat tahun jadi peserta BPJS Kesehatan, jadi saya tidak khawatir terhadap besarnya biaya pengobatan,” ungkap Jasmin.

Menurutnya, keberadaan program JKN memberikan rasa aman karena pasien dapat fokus menjalani pengobatan tanpa dibayangi beban finansial.

Pasien Rawat Inap Akui Administrasi Kini Semakin Mudah

Selain pasien hemodialisis, kemudahan layanan BPJS Kesehatan juga dirasakan pasien rawat inap di Rumah Sakit Belleza Kedaton.

Novi Rosanti (44) mengaku sempat khawatir sebelum menggunakan layanan BPJS Kesehatan karena mendengar anggapan bahwa proses administrasinya rumit.

Namun setelah menjalani sendiri proses pelayanan di rumah sakit, ia justru merasakan pengalaman yang jauh berbeda.

“Saya kira pakai BPJS itu administrasinya ribet, seperti yang dibicarakan di luaran sana. Ternyata cuma diminta NIK saja, semuanya dipermudah, dan pelayanannya juga bagus,” ujar Novi.

Ia menjelaskan, sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), petugas hanya meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian seluruh proses pemeriksaan langsung berjalan cepat.

“Dari IGD saya langsung diproses dan dilayani dengan baik, bahkan saya bisa langsung USG dan rontgen untuk mengecek kondisi badan. Saya tidak perlu fotokopi kartu atau berkas lain. Alhamdulillah semuanya dipermudah dan dilayani dengan baik,” katanya.

Novi juga menegaskan dirinya tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien umum selama menjalani perawatan menggunakan BPJS Kesehatan.

Pelajar Juga Rasakan Pelayanan Tanpa Ribet

Pengalaman positif menggunakan layanan BPJS Kesehatan turut dirasakan Nikesya, seorang pelajar SMA YP Unila yang sedang menjalani rawat inap akibat penyakit asam lambung.

Menurutnya, sejak proses administrasi hingga mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit, seluruh tahapan berjalan lancar dan tidak berbelit-belit.

Ia juga mengaku tidak pernah merasa minder ataupun diperlakukan berbeda karena menggunakan layanan BPJS Kesehatan selama menjalani perawatan.

BPJS Kesehatan Terus Pastikan Mutu Pelayanan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Herman Indratmo, mengatakan kunjungan ke berbagai fasilitas kesehatan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya memastikan peserta JKN memperoleh pelayanan yang optimal.

Melalui dialog langsung dengan pasien, BPJS Kesehatan dapat mengetahui pengalaman peserta sekaligus menjadikan berbagai masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu layanan di masa mendatang.

Menurut Herman, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan seluruh rumah sakit mitra menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem JKN yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kesimpulan

Program JKN BPJS Kesehatan kembali membuktikan manfaatnya bagi masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan pengobatan rutin seperti cuci darah. Selain membebaskan peserta dari beban biaya pengobatan yang tinggi, layanan yang semakin sederhana dan cepat juga memberikan rasa nyaman selama menjalani perawatan.

Pengalaman para pasien di Rumah Sakit Budi Medika maupun Rumah Sakit Belleza Kedaton menunjukkan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan kini semakin mudah diakses, administrasi lebih praktis, dan mutu pelayanan terus mengalami peningkatan.

FAQ

Apakah pasien cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan?

Ya. Peserta JKN BPJS Kesehatan yang memenuhi ketentuan medis dapat menjalani terapi hemodialisis sesuai indikasi tanpa dikenakan biaya tambahan.

Apakah menggunakan BPJS Kesehatan masih membutuhkan banyak dokumen?

Saat ini proses administrasi semakin sederhana. Pada banyak layanan, pasien cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terintegrasi dengan data kepesertaan JKN.

Apakah pasien BPJS dibedakan dengan pasien umum?

Tidak. Rumah sakit mitra BPJS Kesehatan wajib memberikan pelayanan sesuai standar tanpa membedakan status pembiayaan pasien.

Apakah pasien rawat inap dan rawat jalan juga ditanggung BPJS Kesehatan?

Ya. Selama sesuai prosedur dan indikasi medis dalam program JKN, biaya pelayanan rawat jalan maupun rawat inap ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa manfaat utama Program JKN BPJS Kesehatan bagi pasien?

Program JKN membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya pengobatan, sehingga pasien dapat lebih fokus menjalani proses penyembuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *