Media90.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan lewat pelayanan peternakan terpadu yang dipadukan dengan penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro, bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Tiyuh Mercu Buana, Kecamatan Way Kenanga, Kamis (6/8/2026), sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah bersama sektor perbankan dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peternakan Jadi Pilar Ekonomi Tubaba
Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, mengatakan sektor peternakan dan pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, sekitar 70 persen masyarakat Tubaba menggantungkan mata pencaharian pada kedua sektor tersebut.
Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui kemudahan akses permodalan, pendampingan teknis, hingga pelayanan kesehatan hewan guna meningkatkan produktivitas peternak.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, dan juga bimbingan yang tepat, karena keberhasilan peternakan sangat ditentukan oleh kesehatan ternak dan kesiapan modal. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi warga Tubaba terus bergerak naik,” ujar Nadirsyah.
Penyaluran KUR Capai Rp520 Juta
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Lampung Panaragan Jaya, Robizal, melaporkan bahwa penyaluran KUR Super Mikro untuk wilayah Way Kenanga, Gunung Agung, dan Lambu Kibang telah mencapai Rp520 juta.
Dana tersebut telah disalurkan kepada 21 debitur yang bergerak di berbagai sektor usaha produktif.
Program KUR bersubsidi dari pemerintah ini menawarkan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha, mulai dari bunga rendah berkisar 3 hingga 6 persen per tahun hingga fasilitas pinjaman tanpa agunan tambahan untuk plafon kredit sampai Rp100 juta.
Permudah Akses Permodalan Masyarakat
Untuk mempercepat penyaluran bantuan modal usaha, Pemkab Tubaba bersama Bank Lampung juga melakukan penyederhanaan proses administrasi.
Verifikasi awal kini melibatkan kepala tiyuh, sementara survei lapangan dilakukan secara terpusat di balai tiyuh sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pembiayaan dengan lebih cepat, mudah, dan transparan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelaku usaha, petani, maupun peternak memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan usahanya.
Perlindungan Pekerja Jadi Perhatian
Selain memperkuat aspek permodalan, Pemkab Tubaba juga memberikan perhatian terhadap perlindungan sosial bagi pekerja rentan dan sektor informal, seperti petani, peternak, serta pedagang.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Tengah, M. Hibatur Rahman, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial hanya dengan iuran sebesar Rp16.800 per bulan.
Program tersebut mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga peserta sembuh total, pengganti penghasilan selama masa perawatan, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta, hingga manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang nilainya mencapai Rp174 juta.
Sinergi Bangun Kemandirian Ekonomi
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, Baznas, BPJS Ketenagakerjaan, serta masyarakat, Pemkab Tubaba optimistis pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan akan semakin kuat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses permodalan, meningkatkan produktivitas sektor peternakan dan pertanian, memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat hingga ke tingkat tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat.














