Media90.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung resmi menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah KAD oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dan Bupati Solok Jon Firman Pandu di Aula Kantor Bupati Solok, Kamis (30/7/2026).
Penandatanganan kerja sama ini menjadi bentuk komitmen kedua pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi antardaerah guna menjamin ketersediaan pasokan pangan, memperlancar distribusi komoditas strategis, serta mendukung pengendalian inflasi.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Eva Dwiana didampingi Asisten II Sekretariat Daerah, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Bagian Kerja Sama, Kepala Bagian Perekonomian, serta Sekretaris Dinas Pertanian.
Kerja sama yang disepakati berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui stabilisasi harga dan distribusi berbagai komoditas strategis, seperti cabai merah, bawang merah, serta sejumlah bahan pangan pokok lainnya yang selama ini menjadi penyumbang inflasi.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pemerintah daerah berupaya membangun sistem distribusi pangan yang lebih efektif sehingga pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga, terutama pada saat terjadi lonjakan permintaan maupun gangguan produksi.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan laju inflasi, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Sinergi antardaerah dinilai menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mengurangi risiko gejolak harga pangan, terutama untuk komoditas yang memiliki tingkat fluktuasi tinggi.
Dengan adanya kerja sama antara Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Solok, diharapkan distribusi komoditas pangan dapat berlangsung lebih lancar, pasokan tetap tersedia, serta stabilitas harga kebutuhan pokok di kedua daerah dapat terus terjaga.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi model kerja sama antardaerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.














