Media90.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda yang berasal dari wilayah desa. Upaya tersebut dilakukan melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran.
Kedua program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda Lampung yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga mempunyai kekuatan iman serta karakter yang baik.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, pembangunan masa depan daerah membutuhkan SDM yang memiliki pendidikan dan keterampilan sekaligus dibekali landasan moral dan spiritual yang kuat.
Karena itu, Pemprov Lampung menghadirkan program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda, terutama mereka yang berasal dari desa.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, untuk mendapatkan pendidikan tinggi, memiliki ilmu, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan,” kata Marindo saat membuka Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/10/2026).
Perkuat Pendidikan dan Nilai Spiritual
Marindo menjelaskan, program Satu Desa Satu Sarjana diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak dari desa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Dengan pendidikan tersebut, generasi muda diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun daerah.
Sementara itu, melalui program Satu Desa Satu Hafiz Quran, Pemprov Lampung ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mempunyai kekuatan spiritual, akhlak yang baik, serta kedekatan dengan Al-Quran.
Menurut Marindo, pendidikan tinggi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta nilai-nilai agama.
Dengan keseimbangan tersebut, generasi muda Lampung diharapkan mampu berkembang secara akademik dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.
“Kami ingin anak-anak Lampung memiliki pendidikan yang tinggi, tapi tetap memiliki akhlak yang kuat, mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi tetap menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujarnya.
Ilmu untuk Membangun Desa
Lebih lanjut, pembangunan SDM melalui kedua program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas individu. Pemprov Lampung juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh generasi muda nantinya dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Generasi muda yang mendapatkan kesempatan pendidikan maupun pembinaan melalui program tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi desa dan kampung halaman masing-masing.
Dengan demikian, peningkatan kualitas SDM tidak hanya berdampak pada perkembangan generasi muda secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan desa serta pembangunan Lampung secara lebih luas.














