BERITA

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Desa melalui Inovasi Pertanian di Lampung Barat

Luluk RJMP
2
×

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Desa melalui Inovasi Pertanian di Lampung Barat

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Desa melalui Inovasi Pertanian di Lampung Barat

Media90.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi pertanian dan program pemberdayaan petani untuk memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Lampung Barat.

Upaya tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ke Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, Rabu (8/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, gubernur membawa sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan petani sekaligus masyarakat.

Ads
close ads

Berbagai agenda dilakukan selama kunjungan, mulai dari meninjau produksi pupuk hayati cair, melihat gudang penyimpanan gabah, menyerahkan bantuan kepada kelompok tani, membuka pasar murah, hingga berdialog langsung dengan masyarakat.

Kunjungan diawali di Pekon Bandar Agung dengan meninjau produksi pupuk hayati cair yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkah Tani. Di lokasi tersebut, Rahmat melihat secara langsung efektivitas penggunaan pupuk hayati yang dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dibandingkan metode budidaya konvensional.

Selanjutnya, gubernur mengunjungi Pekon Trimekar Jaya untuk melihat gudang gabah milik warga. Dalam kesempatan itu, ia membandingkan kualitas beras yang dihasilkan dari gabah yang dikeringkan menggunakan teknologi dryer dengan gabah hasil penjemuran secara tradisional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu hasil panen petani.

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pengembangan pupuk hayati cair akan terus didorong sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan biaya produksi yang lebih efisien.

Menurutnya, sektor pertanian harus mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta dukungan pembiayaan yang memadai.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Pemprov Lampung juga menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan rehabilitasi tanaman lada, program peremajaan kopi, hingga perluasan areal tanam kakao bagi kelompok tani di Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Selain fokus pada penguatan sektor pertanian, Rahmat juga menaruh perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam dialog bersama masyarakat, ia mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak menempuh pendidikan setinggi mungkin agar mampu mengelola potensi daerah secara lebih maju.

“Harapan saya anak-anak di Suoh dan BNS ini semuanya dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Jika orang tuanya petani anaknya tidak boleh menjadi petani juga,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Ia menilai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Suoh dan Bandar Negeri Suoh harus dapat dinikmati masyarakat setempat melalui peningkatan kualitas pendidikan, sehingga lahir generasi yang memiliki kemampuan mengembangkan potensi daerah dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengungkapkan penggunaan pupuk hayati cair telah memberikan hasil yang positif bagi petani.

“Hasilnya tidak hanya lebih bagus, tapi panennya juga lebih cepat sekitar 10 hari bagi petani yang menggunakan pupuk hayati cair,” ungkap Parosil Mabsus.

Menurut Parosil, kehadiran Gubernur Lampung menjadi bukti nyata komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pemerintah, mulai dari penggunaan pupuk hayati, fasilitas KUR, hingga pasar murah yang disediakan untuk membantu kebutuhan warga.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Pemprov Lampung berharap pembangunan sektor pertanian semakin modern, produktif, dan berdaya saing. Di sisi lain, berbagai program yang dijalankan juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus melahirkan generasi muda yang berpendidikan dan siap menjadi penggerak pembangunan di daerahnya sendiri.

Tinggalkan Balasan