Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat ekonomi berbasis desa melalui program “DesaKu Maju”, dengan menempatkan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung, Anang Risgiyanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi desa yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan. Program ini mencerminkan kebijakan Pemprov Lampung untuk memperkuat struktur ekonomi hingga tingkat akar rumput.
Sejalan dengan arahan Gubernur Lampung, pelaksanaan Program DesaKu Maju diarahkan untuk hilirisasi di tingkat desa, bukan sekadar penyaluran alat dan mesin pertanian.
“Fokus pengembangan ditetapkan pada tiga komoditas utama, yakni padi, jagung, dan singkong, yang dinilai mampu menjadi penggerak utama ekonomi Lampung dari desa,” kata Anang saat membuka pelatihan operator mesin pengering (bed dryer) dan manajemen bisnis di Natar, Lampung Selatan, Minggu (5/4/2026).
Hilirisasi dipandang sebagai kunci untuk mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta memperpendek rantai distribusi. Pemanfaatan teknologi pascapanen seperti mesin pengering (bed dryer) memungkinkan kualitas hasil panen meningkat, kehilangan pascapanen ditekan, dan akses pasar petani diperluas.
Selain itu, hilirisasi juga mencakup pengolahan sisa hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, seperti pakan ternak berbasis bahan lokal, sehingga terbentuk ekosistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada ekonomi sirkular.
Program DesaKu Maju juga terintegrasi dengan berbagai agenda strategis nasional dan daerah, termasuk dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Kawasan Desa Mandiri Pangan, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan.
Anang menambahkan, program ini menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan utama dalam pengentasan kemiskinan, dengan mendorong kemandirian ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Pada tahun 2026, Pemprov Lampung menargetkan:
- Pengembangan fasilitas bed dryer di 82 lokasi
- Penyebaran pupuk organik cair (POC) di 800 titik
- Pelaksanaan program vokasi bagi 500 peserta untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa
Tahap lanjutan akan fokus pada pengembangan kawasan percontohan hilirisasi di berbagai kabupaten dan kota, menyesuaikan dengan potensi komoditas unggulan masing-masing daerah.
Optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terus didorong sebagai motor penggerak ekonomi desa, termasuk dalam pengelolaan sarana pascapanen dan distribusi hasil produksi. Penguatan infrastruktur desa, kemudahan akses pasar, serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha desa menjadi bagian penting dari implementasi program ini.
Pemprov Lampung optimistis, hilirisasi pertanian akan berdampak signifikan terhadap:
- Peningkatan pendapatan petani
- Penciptaan lapangan kerja di perdesaan
- Penguatan ketahanan pangan
- Ketersediaan pasokan bahan baku berkelanjutan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Ke depan, Pemprov Lampung memastikan perencanaan dan pelaksanaan Program DesaKu Maju dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan berkesinambungan, sehingga memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah yang dimulai dari desa.














