Media90.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung berhasil menyalakan listrik di tujuh desa di Provinsi Lampung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperluas akses energi sekaligus meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di wilayah Lampung.
Penyalaan listrik ini merupakan wujud komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang merata hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas yang cukup tinggi. Kehadiran listrik di desa-desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Tujuh desa yang menjadi penerima manfaat program tersebut meliputi Desa Sindang Anom, Desa Sadar Sriwijaya, Desa Air Naningan, Desa Hujung, Desa Sidorejo, Desa Atar Lebar, dan Desa Giri Mulyo.
Dengan hadirnya infrastruktur kelistrikan di desa-desa tersebut, masyarakat kini memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai layanan dasar, mulai dari penerangan rumah tangga, pendidikan, hingga layanan publik lainnya yang membutuhkan pasokan listrik yang andal.
Program pembangunan jaringan listrik ini dilaksanakan melalui dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dialokasikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai daerah.
Melalui penyelesaian proyek di tujuh desa tersebut, PLN UID Lampung berhasil menuntaskan seluruh target pembangunan yang telah ditetapkan dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan listrik bagi masyarakat.
Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung, I Putu Kesama, menjelaskan bahwa proses pembangunan infrastruktur kelistrikan di lapangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari proses perizinan hingga kondisi medan yang cukup sulit menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi selama pelaksanaan proyek.
Namun demikian, berkat dukungan pemerintah daerah, aparat setempat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Untuk mendukung penyalaan listrik di tujuh desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 2.300 kVA.
Infrastruktur yang telah dibangun tersebut memiliki potensi untuk melayani hingga 387 pelanggan di wilayah penerima manfaat. Kehadiran jaringan listrik yang memadai diharapkan mampu menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain memberikan penerangan, listrik juga membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi informasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga berbagai peluang usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
PLN menilai bahwa ketersediaan listrik yang andal merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya pasokan listrik yang stabil, masyarakat dapat mengembangkan berbagai usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan publik.
PLN juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal resmi layanan kelistrikan. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan seperti pasang baru, tambah daya, pembelian token listrik, pembayaran tagihan, hingga penyampaian pengaduan apabila terjadi gangguan kelistrikan.
Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan, PLN UID Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan merata bagi seluruh masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah di berbagai wilayah Lampung, termasuk kawasan yang sebelumnya masih memiliki keterbatasan akses terhadap energi listrik.














